10 Cara Ampuh Menaklukan Sifat Menunda Pekerjaan

Setiap kali anda menunda mengerjakan tugas demi untuk ngobrol dengan teman, berlama-lama makan siang, atau aktivitas lainnya yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan, sesungguhnya Anda telah menghabiskan sumber saya yang paling berharga yaitu WAKTU.

Waktu merupakan sumber daya paling berharga, karena tidak akan kembali jika sudah lewat. Momennya akan berakhir dan berlalu begitu saja tanpa Anda isi dengan sesuatu yang bermakna.

Jika anda memiliki kebiasaan menunda, sebaiknya tidak perlu khawatir jika Anda terlambat menyadarinya. Anda sudah datang ke tempat yang sangat tepat dimana kita akan mengungkap sejumlah fakta empiris yang akan membantu Anda menaklukan sifat menunda.

Artikel Lain: Cara Jitu Mendapatkan Pekerjaan Idaman.

Berikut ini langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi kebiasaan menunda pekerjaan, baca dan terapkan ya!!!

1.Tetapkan Tujuan Besar

Goethe mengatakan, “Jangan memimpikan impian impian kecil karena tak punya kekuatan untuk menggerakan hati manusia”.

Jadi tujuan apa yang paling menyenangkan, yang bisa Anda raih jika Anda mengerahkan pikiran Anda? Kendatipun anda tak yakin bisa melakukannya, bisa eraih separuhnya atau hanya menikmati prosesnya, itu sudah cukup baik.

Kebanyakan orang tak memiliki daya kerja untuk memberikan kontribusi besar. Tetapi anda tak perlu ikut dalam rombongan kebanyakan orang itu.

 

2.Bayangkan Manfaatnya jika Tujuan Tercapai

Mungkin berupa uang, popularitas, self-esteem? Atau hidup yang lebih bermakna? Bayangkan itu semua, karena hal ini bisa mendorong Anda untuk bersegara melakukan dan menyelesaikan tugas.

 

3.Sadari, Sukses Sesungguhnya Tergantung pada Diri Sendiri

Jangan terlalu percaya pada keberuntungan ataupun nasib. Memang sih ada yang namanya keberuntungan. Namun sayangnya sukses Anda terutama terletak di dalam tangan Anda sendiri, kendatipun terkadang perlu bantuan dari orang-orang yang Anda percaya.

 

4.Rekrut Pasangan

Imbangin dorogan Anda yang kurang dengan menambahkan kekuatan ke dalam proyek anda jika diperlukan. Salah satu jawabannya adalah merekrut pasangan atau partner yang tepat.

 

5.Hati-Hati dengan Momen Kebenaran

Yang dimaksud adalah ketika anda memutuskan, biasanya secara tak sadar, apakah anda harus kerja atau main. Dengan membuat pilihan secara sadar, anda akan sering memilih aktivitas produktif.

 

6.Mulai Proyek Besar Sekarang Juga

Sulit untuk ditentukan dimuka, perlu berapa lama untuk menyelesaikan proyek besar. Menunggu hingga detik terakhir bisa meningkatkan resiko hasil pekerjaan jelek.

Buat aturan yang tak bisa dilanggar: Saya akan mulai proyek besar secepat mungkin sesudah mendapt tugas.

Agar tetap mematuhi aturan ini, ingatkan diri Anda, jika anda langsung bekerja sesudah ditugaskan,proyek itu akan lebih menyenangkan karena:

a.Anda terhindar dari stres karena harus menyelesaikannya pada menit terakhir.

b.Anda memiliki waktu untuk bermain dibagian yang And suka. Misalnya, memberikan ilustrasi atau bermain dengna kata-kata.

c.Jika cepat menyelesiakannya, anda akan punya waktu bebas yang bisa dinikmati tanpa tugas menggantung di kepala Anda.

d.Anda kemungkinan menyelesaikan pekerjaan secara lebih baik, yang bisa menghasilkan lebih banyak pujian dan membuat Anda bangga.

 

7.Gunakan Mantra: “Make it fun; More Will Get Done”

Terus menerus bertanya pada diri sendiri, bagaimana menyelesaikan tugas ini dengan caya yang paling menyenangkan. Tak hanya itu, Anda juga seharusnya menciptakan cara kreatif agar tugas ini bisa selesai dengan cepat tentunya…

 

8.Coba Tes 1 Menit

Jika tak ada kemajuan dalam 1 menit, berusaha lagi kemungkinan tidak membantu. Justru bisa membuat anda lebih menunda dimasa depan jika ingat rasa sakit yang anda alami kengerjakan tugas ini dulu.

Sesudah 1 menit, minta tolong atau coba cari cara lain untuk menyelesaikan proyek ini. Jika tidak, anda akan memboroskan waktu dengan peecuma.

 

9.Hindari Sikap Perfeksionis

Terutama pada draft pertama. Tuliskan saja dkertas, lalu Kerjakan! Baca juga: 10 Langkah Strategis untuk Menghadapi Pertempuran Dunia Kerja yang Makin Kompetitif.

 

10.Disiplin

Kecerdasan dan disiplin adalah faktor terbesar yang membedakan orang yang sukses dan orang yang gagal. Yang dimaksud dengan disiplin disini adalah:

a.Bersedia fokus pada tugas yang dikerjakan, istirahat hanya jika perlu, sampai tugas atau satu komponen dari tugas diselesaikan.

b.Bersedia memerangi rasa tidak senang karena tidak tahu. Berusaha menguasai sesuatu, bersedia memperbaiki kekurangan dengan bertanya pada rekan kerja, atau menggunakan jasa mentor untuk mempercepat pembelajaran.

c.Bekerja lebih lama. Kita cenderung menekan kebenaran, bahwa semakin lama kita bekerja dalam profesi atau kegemaran, kita akan semakin baik.

Lebih lanjut tentang melatih disiplin waktu dan diri, bisa Anda simak selengkapnya DISNI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *