5 Cara Produktif yang Wajib Di Praktekan Saat Multitasking

Dewasa
ini, dimana proses produksi secara perlahan (tapi pasti) beralih ke program komputer
dan berbagai cara lain yang lebih cepat, membuat banyak orang mengalami
kesulitan untuk mengikutinya. Dalam upaya untuk menyeimbangkan hal tersebut, banyak
orang akhirnya menjadi multitasking karena dianggap paling cocok.
Multitasking
kini telah menjadi bagian mendasar dari kehidupan setiap orang, yang pada
umumnya dikenal dengan era digital. Multitasking tidak hanya dipopulerkan
di tempat kerja, akan tetapi juga dalam kehidupan kita sehari-hari, hal ini kemudian
memaksa banyak orang untuk bertindak lebih cepat dan cekatan.
Meskipun
banyak orang sering mengeluh bahwa multitasking kini sudah menjadi gaya hidup, namun faktanya hal ini tetap menjadi masalah. Karena
cepat atau lambat kita semua harus memposisikan hal tersebut dalam hidup kita.
Jika tidak menyesuaikan diri, maka kita akan semakin tertinggal atau mungkin punah seperti Dinosaurus.
Mengapa
ini harus terjadi? Karena tidak ada alasan lain selain untuk bersaing dengan
rekan-rekan kita dan multitasking sudah menjadi tuntutan masyarakat era modern.
Nah,
bagi Anda yang saat ini sedang mengalami masa transisi, tidak ada salahnya
mengulik 5 cara produktif untuk multitasking,simak selengkapnya.
5 Cara Produktif yang Wajib Di Praktekan Saat Multitasking

1. Memiliki Rencana yang Sistematis

Salah
satu hal mendasar yang paling sering mengagalkan pelaksanaan multitasking
adalah tidak memiliki rencana untuk bertindak. Ide multitasking adalah untuk
merampingkan sejumlah tugas pokok dengan cara yang fungsional, ditindaklanjuti,
dan menghemat waktu. Jika Anda tidak memiliki rencana, maka Anda akan terus
mengambang dan bertindak membabi buta dalam melaksanakan tanggung jawab Anda.
Dari
pada terburu-buru menyelesaikan semua hambatan Anda sekaligus, cobalah ambil
beberapa saat untuk memikirkan cara yang paling efektif untuk memulai, progres,
dan akhirnya menyelesaikan tugas-tugas Anda. Ingat, tidak pernah ada ide yang paling
baik untuk melakukan pekerjaan dengan benar, selain melakukannya dengan cepat.
Multitasking
dimaksudkan untuk membantu dan meningkatkan aktivitas Anda sehari-hari, bukan
untuk menghalanginya dengan menciptakan masalah baru. Memiliki rencana tindakan
bisa membantu Anda untuk menghindari kompleksitas yang masuk akal.

2. Memiliki Goal (Jelas dan
Terukur)

Hal
lain yang harus diperhatikan sebelum, (atau segera setelah Anda mulai)
aktivitas Anda, adalah memiliki tujuan dalam bekerja. Terlalu sering kita
melihat orang-orang ( baik di kantor, ruang kelas, toko, dll) yang tampaknya bersemangat,
atau bahkan terlalu gigih bekerrja dalam memenuhi kebutuhan mereka. Namun sayangnya
mereka sering kali bingung, gelisah, dan umumnya linglung dalam tindakan
mereka.
Meskipun
mungkin ada beberapa masalah disaat Anda bekerja, (namun lebih sering tidak) akan tetapi Anda akan menyelesaikan tugas
dengan baik, sedangkan mereka yang tidak memiliki tujuan akan berakhir dengan
kekalahan. Tujuan mereka adalah hanya berjalan sampai tangki mereka kosong dan
waktu berakhir. Ini bukan merupakan ide yang baik.
Dengan
memiliki tujuan yang jelas, terukur dan sistematis, Anda akan menemukan bahwa
diri Anda memiliki kecepatan yang tepat, pikiran yang jernih, dan kemampuan
untuk melaksanakan tindakan yang tepat, karena Anda sepenuhnya menyadari apa
yang perlu dilakukan.
Jangan
biarkan iming-iming tampak sangat sibuk menggoda Anda untuk masuk ke dalam lingkaran
semu. Sebaliknya, tetapkan tujuan yang tepat dan mentaatinya.
Setelah
tugas-tugas Anda selesai, maka Anda dapat memutuskan apakah ada atau tidak hal-hal
yang perlu ditambahkan ke daftar pekerjaan Anda. Ingat, orang lain mungkin
terlihat sangat sibuk, tapi pada akhirnya akan terlihat jelas siapa yang lebih
efisien, efektif, dan produktif.

3. Rencanakan Waktu Itirahat Anda

Mungkin
hal ini terlihat bertentangan dengan tips sebelumnya, yaitu merencanakan
istirahat Anda. Pada waktu istirahat makan siang, luangkan waktu selama lima
belas menit, atau bahkan rehat sejenak untuk mengumpulkan pikiran Anda, semua
bagian ini sangat penting untuk membantu Anda melalui hari dengan lancar.
Multitasking
sangat mudah membuat Anda tersesat dengan kesibukan yang tidak menghasilkan
apa-apa ketika hari sudah berakhir.
Untuk
melakukan hal ini, sangat dianjurkan untuk tidak menunggu perut Anda demo,
tubuh Anda terasa sakit, atau pikiran Anda kalang kabut. Rencanakanlah
istirahatsejenak untuk diri sendiri, Anda adalah orang yang paling tahu kebiasaan
Anda.
Jika
Anda tidak yakin kapan waktu istirahat atau memiliki absensi elektronik,  buatlah alokasi waktu yang sama setiap hari,
dan lakukan secara konsisten. Istirahat akan membantu Anda untuk melalui
rintangan, membantu Anda agar lebih mudah melihat apa yang tersisa untuk di selesaikan,
termasuk untuk kalibrasi ulang rencana Anda, jika diperlukan.
Hindari kebiasaan tergesa-gesa saat Anda beristirahat. Istirahat bukan alasan untuk bermalas-malasan atau sekedar mengusir
rasa lelah. Bahkan, “istirahat” menjadi faktor penentu apakah Anda bisa atau
tidak menyelesaikan tugas & tanggung jawab hari ini.

4. Hadir untuk Saat Ini

Penting
bagi kita untuk berada pada saat ini (kekinian) ketika membahas tentang
multitasking, terutama kehadiran Anda secara fisik dan mental.
Sebuah
kesalahan umum (terutama di tempat kerja) menyangkut multitasking adalah tidak memiliki
“gagasan”, atau bahkan keluar dari “zona” pekerjaan Anda. Sayangnya hal ini
tidak sepenuhnya benar.
Tentu,
jika Anda seorang seniman, mungkin akan lebih menyenangkan dan bermanfaat jika “kehilangan
diri sendiri” dalam proyek Anda, tetapi di dunia nyata, sangat penting untuk
tetap sadar, waspada, dan responsif.
Ketika
Anda melakukan sesuatu tanpa tujuan, atau memiliki rencana yang tidak mudah
beradaptasi dengan informasi baru, Anda menempatkan diri Anda pada posisi di
mana Anda rentan membuat kesalahan kecil. Kurangnya perhatian terhadap
perubahan lingkungan tidak hanya bisa membuyarkan seluruh rencana multitasking Anda
dari relnya, akan tetapi juga bisa mengakibatkan beberapa konsekuensi yang
mengerikan.
Biarkan
mental Anda tetap “hadir” ketika Anda multitasking, simpan lamunan untuk
istirahat Anda.

5. Tahu Kapan Waktunya “Berhenti”

Seperti
yang telah saya sebutkan di bagian awal, bahwa kita sangat mudah melakukan
kebiasaan multitasking sepanjang hari. Mulai dari bekerja di rumah, efisiensi menjadi
sesuati yang adiktif. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui kapan waktu
yang tepat “BERHENTI”.
Memiliki
tujuan harian yang teratur, dan setelah Anda menemukan ritmenya maka akan
terlihat sangat mudah. Ingatlah bahwa satu-satunya alasan Anda untuk bekerja produktif,
efektif dan efisien adalah menghemat waktu dan energi demi hal penting dalam
hidup kita yang tidak boleh dipercepat.
Saya
sendiri sering melakukan multitasking dalam menyelesaikan tugas dan tanggung
jawab harian. Jangan lupa meluangkan waktu setiap hari untuk menghargai hidup
Anda, orang-orang di dalamnya, dan semua yang itu memungkinkan Anda untuk
menikmatinya. Satu hal yang pasti bahwa mesin tidak akan pernah memiliki kelebihan
apapun dibanding manusia.

 

Tetaplah
Bekerja Keras” karena hidup ini lebih
sulit ketika kita hanya membayangkannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *