5 Fase Pembelajaran Sebelum Saya Menghasilkan Uang dari Internet

Artikel
ini sama sekali bukan tentang cara menghasilkan uang dari internet. Karena tidak
sedikitpun menguak fakta tentang rahasia yang dilakukan para internet marketer.
Jika
Anda berpikir bahwa artikel ini akan membimbing Anda untuk menjadi kaya di internet,
sebaiknya segera tutup browser Anda lalu bekerjalah yang giat dan tekun, pasti
Anda sukses.
Sekarang
pasti Anda bertanya dalam hati, jadi sebenarnya apa pesan yang ingin
disampaikan dalam artikel ini?
Saya
pun berpikir demikian, bahkan yang lain juga akan berpikir demikian.
Ada
banyak faktor yang membimbing Anda agar bisa sampai ke sini, namun yang pasti
itu semua bukan sebuah kebetulan melainkan rencana Anda.
Disini
saya hanya ingin membagikan pengalaman pribadi kepada Anda. Karena banyak orang
kini mulai beralih ke jalur online (memanfaatkan internet) sebagai ladang penghasil
pundi rupiah.
Nah,
saya sendiri mengalami 5 fase kritis untuk mengenal internet sebagai sarana
untuk menghasilkan uang.
Masing-masing
orang akan berbeda, termasuk Anda dan saya, namun percayalah bahwa Anda pun
pasti pernah mengalami apa yang sudah saya alami sebelumnya.
Baiklah,
kita akan memulai penjelajahan ini agar tidak keburu basi:
5 Fase Pembelajaran Sebelum Saya Menghasilkan Uang dari Internet

 

Fase 1. Internet Sebagai Sarana Chatting Online

Memasuki
tahun 2002, untuk pertama kali saya mengenal internet dan komputer. Koneksi
internet masih sangat terbatas, khususnya di lingkungan saya.
Saat
itu internet hanya saya gunakan sebagai sarana untuk mencari kenalan melalui
chatting online.
Istilah
keren sekarang “Ngedate Online”.
Ada
juga game online, sayangnya belum terlalu populer. Ditempat dimana saya sering
membuka komputer yang terhubung dengan pengguna lainnya, saya tidak berpikir
sama sekali untuk mengakses informasi.
Mesin
pencari google hanya masih saya kenal sebagai tempat mencari informasi, namun
belum maksimal. Untunglah saat itu saya sempat bikin email gratis lewat yahoo.
Sehingga
sering kali saya menggunakan yahoo messenger sebagai sarana chatting online.
Kebiasaan
ini membuat waktu berlalu begitu cepat, waktu terbuang percuma hanya untuk
mengakses aplikasi chatting ym.
Seingat
saya kebiasaan ini berlangsung cukup lama bahkan hingga tahun 2005…
Pada
tahun 2006 hingga 2007, saya mulai mengenal apa itu mesin pencari google,
terlebih untuk sekedar mencari informasi penting seputar tugas kuliah.
Pencarian
populer dikalangan anak muda kala itu adalah gambar dan video hot.
Undang
Undang (UU) tentang pelarangan konten esek esek juga belum diberlakukan di
indonesia, sehingga sangat populer.
Banyak
hal konyol dan menegangkan pun dilakukan lewat internet dan rasanya tak perlu
saya sebutkan disini, nanti di bilang “Norak”.

Fase 2. Mengenal Game Online

Pada
tahun 2008, saya mulai mengenal game online dan yang paling populer kala itu
adalah Point Blank.
Game
perang ala Indonesia ini sangat banyak digemari kaum muda, tak terkecuali saya.
Singkat cerita, akhirnya saya pun ketagihan game online selama kurang lebih setahun.
Akibat
buruk yang saya rasakan adalah mata mengalami gangguan hingga akhirnya saya
sulit melihat jarak jauh.
Mata
mengalami rabun jauh akibat terlalu sering melihat dekat, beruntung masih bisa
dipaksakan meskipun kesulitan untuk melihat objek maupun tulisan yang jaraknya
sekitar 3 meter.
Akibat
ini pula, sekarang saya jadi menggunakan kaca mata sebagai alat bantu
penglihatan.
Yang
di dapat kala itu hanya kesenangan dan rasa kepuasan saat menyelesaikan
tantangan pada game tersebut.
Tidak
lupa pula pakai cara curang yaitu cheat yang bisa didownload dengan mudah di
internet.

Fase 3. Mengenal apa itu Forum Diskusi
Online, Sosmed & Forex

Pada
fase ini, saya mulai mengenal forum diskusi online dari teman saya. Saat itu
forum yang paling populer adalah kaskus. Seingat saya, akun di kaskus saya buat
pada bulan maret 2009 dengan user name: “danzierg”.
Danzierg
ini pula yang kemudian saya gunakan untuk semua nama lain di internet, baik itu
nama domain blog, akun twitter, facebook dan lainnya.
Banyak
informasi tersaji di kaskus, mulai dari yang lucu hingga yang serius.
Penggunanya
saat itu mencapai jutaan orang, bahkan terkadang over load karena membludaknya
pengguna.
Saat
itu juga sudah ada forum jual beli (FJB Kaskus), tempat dimana pejual dan
pembeli bertemu pada lapak jualan.
Pada
tahun ini, seorang penyanyi Hip Hop Saykoji udah bikin lagu mars kaskuser yang
hingga saat ini masih sering saya putar.
Selain
mengenal forum, ada satu lagi penyakit yang sempat menghampiri. Ya, demam
facebook & forex.
Apa
itu forex? Silahkan Anda cari sendiri di google atau mungkin Anda juga sudah
paham. Rasanya nggak perlu saya jelasin detil dalam artikel ini.
Main
forex sih masih kecil kecilan, baru skala 10 sampai 50 dollar, itupun
depositnya berkali kali.
Pertama
tama, coba akun gratisan setelah ngerasa ada untungnya mulai deposit dan naikan
taruhannya.
Ya,
mungkin salah perhitungan akhirnya modal hampir 1 jutaan tersedot di forex. Maklum
masih nubie, jadi bernafsu dan menggebu gebu gitu main forex.
Pas
kalah taruhan, habis modal/deposit, akhirnya memutuskan untuk gantung sepatu. Wah
udah kayak pemain bola aja gan? Hehehe…
Kemudian
saya pun memutuskan untuk belajar saham pada salah seorang kenalan.
Belajar
seluk beluk pasar modal hingga cara memulainya.
Setelah
paham akhirnya saya memutuskan untuk tidak membuka akun karena bagi saya sangat
tinggi resikonya.
Setelah
itu, hampir 2 tahun (2011 hingga 2013) saya nggak main game online, forum
online, dan forex, doyannya main facebook aja.
Kesibukan
di dunia nyata mulai menyita banyak waktu, belum lagi saya harus sering buka
email yang ada kaitannya dengan kerjaan.
Waktu
banyak dihabiskan untuk mengakses email, facebook (sosmed) dan browsing
informasi tentang menggambar design 3D.
Udah
emang dari dalam diri aja kali nggak bisa fokus ama niat, akhirnya semuanya
berlalu begitu saja.
Tanpa
terasa waktu berlalu, hingga akhirnya saya harus mengalami fase yang terbilang
kritis. Sekali lagi saya mohon maaf karena kronologisnya nggak bisa saya
ceritakan disini.
Selain
ceritanya panjang dan berliku bak kisah di sinetron, saya juga rada malu saat
mengingat kejadian ini!

Fase 4. Belajar Menulis lewat Blog

Singkat
cerita, diawal tahun 2014, saya berniat untuk menghidupkan kembali blog yang
pada tahun 2010 udah saya buat.
Setelah
kurang lebih 4 tahun tak terjamah, akhirnya saya mencoba fokus sama blogging.
Mulailah
menulis segala unek unek serta pemikiran yang nggak jelas kemana arahnya.
Saya
baca sekali lagi semua tulisan yang lama, saya hanya bisa tersenyum melihat
kekonyolan saya pada waktu itu.
Arah
blogging nggak jelas, posting entri juga sulitnya minta ampun, hingga akhirnya
saya melakukan copy paste artikel orang lain.
Hahahaha,
hasilnya nggak menggembirakan sob, yang aa malah akun Adsense saya di banned
pada saat mencapai angka $15.
Sepanjang
tahun 2014, saya hanya bisa menerbitkan 30 tulisan ngalor ngidul yang nggak
jelas tujuannya.
Mungkin
karena nggak pengalaman nulis atau apalah namanya…
Memasuki
tahun 2015, saya mulai memikirkan untuk fokus ngembangin blog.
Akhirnya
pada bulan maret 2015 saya memutuskan untuk membeli sebuah domain di IDWEBHOST dengan nama www.danzierg.com.
Dari
domain inilah, setelah sebulan kemudian saya mulai mendapat tawaran review dari
salah satu startup.
Harganya
sih nggak fantastis, waktu itu saya Cuma dibayar Rp 100.000 untuk memposting
artikel review startup direktori toko online.
Itulah
Rp 100.000 pertama saya dari  blog dan
selanjutnya saya mulai memikirkan untuk menekuninya.
Setiap
bulan ada tawaran review minimal 1 job review, dan saya udah mulai berani
naikan tarif Rp 150.000,-
Begitu
cepat waktu berlalu hingga akhirnya memasuki akhirn tahun 2015, blog yang saya
kembangkan sudah mulai menunjukan hasilnya.
Sepanjang
ngeblog, sedikitnya sudah 500+ entri sudah saya publish dan pada akhir tahun
2015.
Blog
danzierg baru bisa mencapai trafik hingga 1000 pengunjung perharinya dari blog
personal (gado gado) dengan sejumlah keyword.
Dari
sini kemudian saya mulai mencoba memonetisasi blog dengan iklan lokal, yang
hasil perbulannya sekitar Rp 100.000.
Jika
dihitung hitung sih penghasilan belum maksimal, tapi udah lumayan juga buat
beli domain dan hosting, trus buat kursus online di AB.

Fase 5. Belajar Menghasilkan Uang di Internet

Memasuki
tahun 2016, saya kembali fokus ngembangin blog. Mulai dari menulis yang info bermanfaat
bagi pembaca hingga tips & trik, saya juga mulai fokus pada indentitas
blog.
Meskipun
kontennya masih gado gado, namun saya tetap harus berpikir untuk menyulap blog
itu menjadi lebih reader friendly.
Akhirnya
saya putuskan untuk fokus pada satu topik “Motivasi
dan Pengembangan Diri
”.
Meskipun
saya bukan seorang motivator, dan bukan juga seorang trainer apalagi entrepreneur
namun saya mencoba untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat kepada pembaca.
Saya
pribadi bertekad untuk bisa menghasilkan pundi uang lewat internet, inti dari
itu semua adalah dijalani sebagai hobi yang menghasilkan uang.
Nggak
mudah untuk dijalani, namun tidak ada sesuatu yang mustahil juga kan?
Bagaimana
cara saya menghasilkan uang di internet, belum bisa saya ceritakan disini,
karena nilainya juga masih kalah jauh dari orang lain.
Sepanjang
yang saya ketahui, untuk menghasilkan di internet itu tidaklah mudah, apalagi
semudah membalikan telapak tangan. Perlu perjuangan, kerja keras dan pantang
menyerah.
Tidak
ada internet marketer yang kaya raya dalam semalam, tidak pula ada blogger yang
kaya mendadak dalam semalam.
Jadi
jika ada yang menawarkan cara instan kaya dari internet, mungkin Anda harus
berpikir 1000 kali. Apakah itu nyata atau tidak….? ”Jangan sampai Anda jadi Korban
PHP”
Semuanya
butuh proses yang sangat panjang dan melelahkan. Butuh kesabaran, ketekunan dan
fokus pada tujuan.
Jalani
dengan santai, jangan terburu buru….agar tidak patah semangat ditengah jalan.
Menyerah
sebelum menghasilkan uang? No… no… no…itu sangat tidak baik…bro.
Akhirnya
akan saya tutup dengan satu kesimpulan:
Untuk
bisa menghasilkan dari Internet, kita harus bekerja cerdas, kesabaran berproses,
tekun dalam tindakan dan DOA.
Apakah
semudah itu?
Tentu
saja tidak…
Meskipun
sulit, tetaplah yakin bahwa tidak ada sesuatu yang mustahil untuk diraih.

 

Tidak ada jalan instan mencapai kesuksesan, disiplin diri di dapat melalui latihan.

4 Replies to “5 Fase Pembelajaran Sebelum Saya Menghasilkan Uang dari Internet”

  1. Agus Supriyono

    Ilmu yang paling saya sukai belajar dari pengalaman orang lain, di postingan ini memberikan pembelajaran dan gambaran bagaimana menghasilkan uang dari internet. menarik sekali

  2. Jejen Zaenudin

    memang guru paling baik adalah pengalaman.
    semoga tetap konsisten memberikan konten bermanfaat bagi para pembaca ya mas

    • daniel

      Bener sekali agan, mudah2an saya bisa konsisten kasih konten yang terbaik hasil ciptaan sendiri, ya paling banter rewritter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *