5 Tips Praktis Memberikan Nama yang Baik pada Bayi Baru Lahir

Nama adalah indikasi atau label yang diberikan kepada objek, orang, tempat, produk (seperti merek produk) dan bahkan ide atau konsep, yang biasanya digunakan untuk membedakan satu sama lain.

Selain itu, Nama dapat digunakan untuk mengidentifikasi grup atau hanya objek dalam konteks yang unik atau diberikan.

Dan…. Nama manusia umumnya dibagi menjadi nama depan dan belakang (nama keluarga), misalnya Ali Wijaya, di mana Ali adalah nama depan dan Wijaya adalah nama keluarga.

Namun, ada juga budaya yang tidak mengenal konsep tersebut. Ada juga nama panggilan, nama khusus yang digunakan dalam bersosialisasi.

Satu hal yang pasti akan dilakukan ibu dan suami untuk menyambut kehadiran si kecil adalah memilih nama. Kelak ketika sudah masuk sekolah, akan ditanya: siapa namamu nak?

Karena itu, perlu dipertimbangkan dengan baik untuk memberi nama pada anak.

Persoalan memilih nama tidak bisa sembarangan, karena tetap hidup. Nah, itu sebabnya ibu dan suami mereka mungkin kesulitan memilih nama.

Secara tidak langsung, memberi nama adalah doa dan harapan baginya, dan bagaimana saya secara gamblang memilih nama yang tepat untuk si kecil?

Pertimbangkan tip-tip berikut agar ibu dan pasangan dapat terinspirasi untuk menyebutkannya dengan baik.

1.Sisipkan kata-kata doa dan harapan

Dalam sebuah nama, ibu dan suami harus menghilangkan kata yang berarti doa dan harapan. Karena secara tidak langsung, doa dan harapan akan selalu mendorong Bayi untuk selalu mencerminkan doa dan harapan para ibu dan suaminya bagi diri mereka sendiri.

Jika Anda masih bingung ketika kata-kata dianggap tidak cocok, ibu dan pasangan dapat mengambil inspirasi dari kata-kata bahasa asing lho.

2.Gampang untuk diucapkan

Selain namanya, Bayi memiliki makna yang baik, ingat bahwa nama itu harus mudah diucapkan, sehingga tidak akan menjadi masalah bagi orang lain untuk memberi nama atau mengeja.

Juga, jangan biarkan namanya menjadi lelucon dan tidak memiliki makna yang ambigu jika salah dibaca.

3.Gampang untuk ditulis

Selain mudah diucapkan, Anda juga harus memberikan nama si kecil, juga harus mudah ditulis. Mengapa demikian? Ini akan sangat berguna bagi Kleintje di masa depan.

Seringkali ejaan nama yang salah menjadi masalah, karena kesalahan dalam satu huruf saja akan berakibat fatal jika dikaitkan dengan hal-hal yang melintasi birokrasi atau hukum.

Karena itu, ketika memilih nama untuk Bayi, cobalah sebisa mungkin agar namanya mudah dieja dan mudah diucapkan.

4.Memberi nama sesuai dengan tanggal lahir

Cara memberi nama si kecil, tampaknya banyak digunakan oleh orang tua. Selain diambil dari nama hari dan bulan, ada juga nama yang diambil si Kecil sesuai dengan momen yang terjadi pada saat itu.

Misalnya, saat bayi lahir di bulan suci Ramadhan, maka banyak orangtua yang memberi mereka nama Ramadhan menjadi Ramadhan. Atau mungkin mereka memberi nama Natalia saat Natal, banyak dari mereka.

5.Berikan nama seperti figur idola

Ibu dan suami mungkin memiliki figur yang sangat diidolakan sehingga sering menjadi inspirasi. Yah, tidak jarang bagi orang tua untuk akhirnya menamai anak itu sesuai dengan angka atau figur yang mereka idolakan.

Dengan harapan, bayi akan tumbuh menjadi sosok yang juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang nantinya.

Itu adalah serangkaian cara untuk memilih nama yang bagus untuk bayi Anda, yah, sekarang ibu dan suaminya tampaknya tidak memiliki masalah dalam memilih nama lagi, kan?

Pesan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *