Inilah 6 Tips Jitu Agar Bisa Bersikap Tegas Dalam Mengatakan “Tidak”

Gambar via terapimotivasi.com

Apakah Anda seorang wanita, yang sulit sekali mengatakan “tidak” atau “menolak” ajakan ketika Anda sudah memiliki jadwal? Tenang , Anda sudah datang ke tempat yang tepat.

Dan kabar baiknya, Anda tidak sendirian karena diluar sana ada jutaan orang seperti Anda yang sulit mengatakan “tidak” dengan tegas sehingga membuat mereka stres karena harus memaksakan diri mengerjakan hal yang tidak mereka senangi.

Para ahli memperkirakan, kaum perempuan menghabiskan waktu selama 6 jam seminggu untuk mengerjakan hal-hal yang tidak diinginkan hanya karena merasa bersalah ketika menolak.

Survey juga menunjukan, perempuan yang mengatakan “tidak” dianggap lebih bisa diandalkan karena mereka mengerjakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Artikel lain: Cara Mudah menjadi Orang tegas dan Bijaksana Dalam mengambil keputusan.

Yang ngerasa perempuan atau seorang pria yang ingin menaklukan perempuan, jangan lewatkan untuk membaca ini ya! Berikut beberapa cara mengambil kembali waktu anda dengan tetap merasa senang (bukan bersalah), baca selengkapnya.

1.Hindari Ungkapan Berikut

Ungkapan yang dimaksud disini adalah “minta maaf” dan “saya tidak bisa”. Ungkapan ini mengandung makna psikologis tertentu. Studi-studi menunjukan, kita secara tak sadar memandang kata “minta maaf” atau “maaf” sebagai pengakuan rasa bersalah, yang kemudian memberi kesan tak sadar bahwa kita memang bersalah.

Dari pada mengatakan “saya tidak bisa” lebih baik diganti dengan “saya tidak mau”, saran seorang penulis bernama Willian Ury, PhD, dalam buku Getting Past No. Alasannya, riset menunjukan, ungapan “saya tidak mau” lebih kuat dan membuat orang lain berkemungkinan lebih kecil mengubah pikiran Anda.

 

2.Biarkan Kepala yang Bicara

Gelengkan kepala sambil mengucapkan kata “tidak” dan percakapan akan jauh lebih mudah, jelas Meryl Runion dalam buku How to use power Phrases to Say What Yout Mean, Mean What You and Get What You Want.

Studi-studi menunjukan, petunjuk-petunjuk fisik seperti ini lebih efektif dibanding kata tidak dan secara tak sadar memberi kata final. Hal ini membuat Anda lebih percaya diri dengan keputusan anda dan orang lain tak akan mendesak anda mundur.

 

3.Tawarkan Rencana Pendukung

Jangan hanya menolak, sebisa mungkin tawarkan alternatif lain. Misalnya, “saya tidak bisa bantu bazzar, tetapi kemungkinan saya bisa sumbang sesuatu”.

Menggunakan cara lain untuk membantu tanpa menghabiskan waktu dari jadwal Anda menghilangkan rasa bersalah yang mungkin Anda rasakan, terang seorang ahli psikologi, Susan Newman, PhD dalam bukuna The Book of No.

Kendatipun anda tidak bisa memberikan waktu, dengan menawarkan bantuan lain, hati anda  akan lebih senang.

 

4.Biarkan Pintu Terbuka

Ingin membuat orang tersebut lebih senang? Izinkan dia untuk datang lagi kepada Anda. Misalnya, “coba lagi ke saya kali berikutnya” saran Newman,. Ungkapan ini memberi tahu orang tersebut, anda mau membantu tetapi bukan kali ini.

Selain itu, juga mensinyalkan penolakan ini tidak bersifat pribadi dan mengingatkan dia, bahwa Anda orang yang bisa diandalkan.

 

5.Minta Tolong Sesudah Menolak

Kedengarannya mungkin aneh. Sesudah menolak sekarang, kita merasa peperti berhutang kepada mereka, jelas David Lieberman, PhD., dalam buku Get Anyone to Do Anything.

Tetapi bukan minta tolong mereka, terutama untuk sesuatu yang anda tahu tak mungkin mereka lakukan, anda membatalkan rasa berutang dan rasa bersalah.

Cara melakukannya sebagai berikut. Sesudah mengatakan “tidak” ajukan permintaan serupa dengan mengatakan, “oh, hari ini pesta ulang tahun si A. Sebenarnya saya ingin tanya, apakah Anda bisa membantunya. Tetapi saya tahu bahwa Anda sedang sibuk juga”.

 

6.Singkat dan Manis

Kendatipun sudah jadi sifat manusia untuk memberikan penjelasan panjang, kurang selalu lebih baik, jelas Ury. Penjelasan tambahan yang Anda berikan hanya semakin melemahkan penjelasan sebelumnya dan menjadi makin kurang bisa dipercaya.

Jadi, sesudah mengatakan anda tidak bisa datang ke pestanya karena ibu mertua akan datang, jangan tambahkan alasan lain. Misalnya, “dan saya merasa benar-benar tidak enak”. Survey menunjukan, semakin banyak alasan yang Anda berikan, semakin terkesan anda mengarang-ngarang alasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *