Anomali Gaya Kepemimpinan dan Kegilaan Kolektif

Gaya Kepemimpinan
Ahok (sapaan akrab Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama) memang kerap
kali menuai kritikan dari berbagai pihak baik dari Ormas, Tokoh Masyarakat,
DPRD DKI Jakarta, Anggota DPD-RI hingga dari kalangan masyarakat.
Biarpun
demikian, ada juga yang tetap mendukung kepemimpinan sang Gubernur DKI Jakarta tersebut,
hal ini dibuktikan dari komentar-komentar dukungan para pembaca pada pemberitaan
tersebut. Ada yang Pro, namun ada pula yang Kontra…., ada yang mendukung dan ada pula yang menentang, mungkin ini memang bentuk kegilaan kolektif yang positif.
Sejak
dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta, kehebohan Gaya Kepemimpinan Ahok memang
selalu menghiasi pemberitaan media hingga memancing kehebohan di media sosial. Mulai
dari Gubernur Tandingan, Dana Siluman, #saveAHOK,
#savehajilulung
dan terbaru
kritik dari salah seorang Anggota DPD-RI di Twitter dan meme KJS “Kartu Jakarta
Sabar”.
Kehebohan
ini memancing rasa penasaran ku, iseng-iseng berkunjung dan menelusuri pemberitaan
di kompas.com. Rupanya memang sedang ramai-ramainya diperbincangkan secara kolektif.
Menurut saya, semakin sering diberitakan melalui media dan diperbincangkan
melalui media sosial, kepopuleran Ahok akan semakin meningkat.
Kegilaan
kolektif melalui pemberitaan media dan perbincangan di media sosial inilah yang
justru semakin menjadikan semarak dan membuat semakin spektakuler. Biarpun mendapat
kecaman, namun tidak sedikit pula yang mendukung sang Gubernur DKI Jakarta
tersebut, terutama dalam hal pemberantasan korupsidi DKI Jakarta.

Salah satu
bentuk kegilaan kolektif ditunjukan melalui ramainya perbincangan di media
sosial tentang gaya kepemimpinan #saveAHOK. Berikut cuplikan pemberitaan hari
jumat, 10 April 2015 yang di kutip dari berita terpopuler kompas.com:

  1. Fahira:
    Saya Enggak Rela Jakarta Dipimpin Agak Gila Dijalan Yang Gila

Berita
ini sudah dibaca sebanyak 94.156 kali dan dikomentari 374 pembaca di kompas.com
sehingga menjadikannya terpopuler #1.
Isi
pemberitaan: Anggota DPD-RI dari DKI Jakarta, Fahira Idris, menolak anggapan
yang menyamakan adanya kemiripan antara Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
dan mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kuan Yew atau mantan Gubernur DKI
Jakarta Ali Sadikin. Menurut
Fahira, Lee Kuan Yew dan Ali adalah dua tokoh yang keras, tetapi memiliki
komunikasi politik yang santun dan tidak anti-terhadap kritik.

  1. Ahok
    Ucapkan Terima kasih Atas Kecaman Fahira di Twitter

Berita
ini sudah dibaca sebanyak 74.597 kali dan dikomentari 116 pembaca di kompas.com
sehingga menjadikannya terpopuler #2.
Isi
pemberitaan: Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama santai dalam menanggapi kecaman anggota DPD RI
asal DKI Jakarta, Fahira Idris, di akun Twitter-nya. Fahira berkicau mengecam
Basuki yang seolah-olah “menghalalkan” peredaran serta mengonsumsi
minuman keras, terutama bir, di Jakarta.
“Ya, terima kasih
kecamannya. Semacam vitamin saja, makin sehat nih Ahok (Basuki),” kata
Basuki di Balai Kota, Jumat (10/4/2015). 
Berita selengkapnya dapat Anda
baca di: Ahok
Ucapkan Terima Kasih Atas Kecaman Fahira di Twitter
.

  1. Ahok:
    Tunggu Gue Jadi Presiden Kalau Begitu Caranya

Berita
ini sudah dibaca sebanyak 66.207 kali dan dikomentari 133 pembaca di kompas.com
sehingga menjadikannya terpopuler #3.
Isi
pemberitaan: Gubernur DKI
Jakarta begitu kesal mengetahui Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kementerian
Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek mempersepsikan nilai APBD 2015 senilai pagu
belanja APBD-P 2014 sebesar Rp 63 triliun. Padahal, menurut peraturan yang
berlaku, DKI menggunakan pagu APBD-P 2014 senilai Rp 72,9 triliun, bukan pagu
belanja. 
Berita selengkapnya dapat Anda baca di: Ahok:
Tunggu Gue Jadi Presiden Kalau Begitu Caranya
.

  1. Ahok
    Berdoa Jakarta Terus Diguyur Hujan Deras, Biar…

Berita
ini sudah dibaca sebanyak 29.295 kali dan dikomentari 15 pembaca di kompas.com
sehingga menjadikannya terpopuler #4.
Isi
pemberitaan: Gubernur DKI
Jakarta mengaku tidak ingin lagi mendengar ada genangan di wilayah Ibu Kota.
Sehingga, ia mendorong lurah dan camat untuk bergerak mengatasi munculnya
genangan.

“Makanya saya berdoa biar Jakarta dikasih
hujan terus, saya berdoa Jakarta diguyur hujan besar. Biar makin kelihatan mana
wilayah yang rapi dan mana saluran yang terhambat. Saya juga mau membuktikan
kepada warga Jakarta kalau kami semua sekarang sudah bekerja lebih baik,”
kata Basuki.
Berita selengkapnya dapat Anda
baca di: Ahok
Berdoa Jakarta Terus di Guyur Hujan, Biar…

  1. “Kartu
    Jakarta Sabar” Ramai di Media Sosial, Ini Komentar Ahok

Berita
ini sudah dibaca sebanyak 27.193 kali dan dikomentari 03 pembaca di kompas.com
sehingga menjadikannya terpopuler #5.
Isi
pemberitaan: Gubernur DKI
Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku santai dengan ramainya meme sindiran
“Kartu Jakarta Sabar” di sosial media Path oleh pegawai negeri sipil
(PNS) DKI. Kemunculan meme itu dikarenakan kegundahan hati PNS yang tak kunjung
mendapat tunjangan kinerja daerah (TKD) dengan nilai fantastis sesuai yang
dijanjikan Basuki.
“Enggak apa-apa. Orang
Kartu Indonesia Sabar saja udah keluar, apalagi cuma Kartu Jakarta Sabar,”
kata Basuki, di Balai Kota, Jumat (10/4/2015).

Demikianlah
5 pemberitaan yang terkait dengan Gaya Kemimpinan Ahok di DKI Jakarta. Semua kepopuleran
pemberitaan media dan kehebohan di media sosial benar-benar sebuah kegilaan
kolektif. Semakin ramai di perbincangkan semakin populer pula suatu topik. 
Jadi
jika Anda ingin terkenal, mungkin sudah saatnya membuat kehebohan, hmmmmm.

Sumber: kompas.com



Pesan

14 comments

  1. setiap pemimpin pasti ada pro kontranya, semoga ahok bisa handle jakarta, jika memang kerja bagus barulah untuk melaju ke presiden..

    1. Hehehe, kendalikan dulu jakarta mas…..mimpi semua orang patut kita apresiasi ya mas

  2. saya suka dengan gaya kepemimpinannya yang tegas untuk memimpin rakyat yang susah diatur

    1. Betul mas, Ahok memang tegas dan tanpa kompromi apalagi untuk urusan uang rakyat. Hanya ada yang harus diperbaiki yaitu gaya komunikasi yang terkesan otoriter, meledak2 dan suka nunjuk2….itu yang banyak menuai kritikan

      1. ya mas memang setiap pemimpin pasti ada kekurangannya dan pemimpin yang baik mau menerima kekurangannya dan memperbaikinya

        1. betul mas, sebagai pemimpin yan baik harus mau menerima kritikan

  3. Setiap orang yang mau jadi pemimpin tentu kesiapannya sudah sangat matang. Menerima kritikan, cemohan dan macam-macam. Sebagai warga negara yang baik, kita sepatutnya menghargai siapapun pemimpin kita demi tercapainya cita-cita bangsa.

    1. Setuju mas, untuk kemajuan bangsa tentu semua wajib berperan serta dalam mensukseskan cita2 bangsa. Pemimpin jg perlu dukungan rakyat…..rakyat jg butuh pemimpin

  4. tidak mudah tentunya menjadi seorang pemimpin,Seorang pemimpin tentunya harus sangatlah tegas dalam menjalankan tugasnya, tak jarang banyak pro kontranya juga ya

    1. Pro kontra itu sudah biasa, supaya ada keseimbangan….jika pro semua tak ada yg mengkoreksi demikian swbaliknya….

    1. Bener mas, harus di dukung tu….Apakah Anda setuju dengan yang gaya kepemimpinan Ahok?

  5. pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bisa memberikan contoh baik dalam membangun indonesia semakin baik,gitu ya mas

    1. ya kira2 gitu mas, agar indonesia menjadi negara maju dalam hal budaya dan peradaban….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *