6 Cara Mengendalikan Emosi Dalam Diri yang Mencapai Titik Klimaks

Salah
satu pertanyaan yang menurut saya mudah dijawab namun sulit dilaksanakan adalah
“bagaimana cara mengendalikan emosi dalam
diri yang mencapai klimaks?”. Jujur hal ini sering membuat saya menangis (dalam
hati) dan menyesali apa yang saya ucapkan dan saya lakukan.
Tolong
beritahu saya bagaimana cara menghadapi orang yang demikian: “Seseorang mulai
menceritakan ketidaksabarannya kepada Anda, bahkan terkesan melebih-lebihkan (orangnya
baperan) sehingga Anda jadi ikutan emosi dan bahkan melebihinya”.
Bahkan
beberapa nama hewan peliharaan ganas terlepas dari mulut Anda.
Jadi
ingat film WARKOP DKI, dasar kadal buntung, buaya busuk, babi ngepet dan bla
bla bla, sayangnya ini berhasil mengocok perut penonton.
Sungguh
itu sebuah emosi yang merugikan dan saya juga sering mengalaminya.
Mengapa
Anda harus memberitahu saya, itu karena saya harus belajar dari Anda cara mengendalikan emosi dalam diri yang
sulit dibendung, sehingga harus lepas dari kandangnya.
Dan,
apakah Anda bisa menerima keadaan seperti ini: lagi ngumpul bareng, trus ada
teman yang selalu mengeluhkan ini dan itu soal kehidupan atau pekerjaannya.
Terkadang situasi seperti ini membuat saya cepat kepancing emosinya dan ingin
rasanya ikut ngomong. Ah, ngapain pusing mikirin masalah dia, biarin aja deh
gak usah sok peduli, mending jadi pendengar yang baik, begitu bisik ku dalam
hati.
Jika
kedua hal diatas sering memantik bara emosi dalam hati Anda (kita), ada baiknya
(Anda) kita mulai mengendalikannya dari sekarang sebelum semuanya berakhir pahit
dan menyakitkan.
Berikut
ini ada 6 cara mengendalikan emosi dalam
diri, setelah saya mempraktekan dan merefleksikannya, kadar emosi sedikit berkurang
dan mudah-mudahan cocok juga untuk Anda.
Cara Mengendalikan Emosi

1.Berdiam Diri Sejenak

Jika
banyak kata-kata yang rasa-rsaanya akan keluar dari mulut Anda, segera berdiam
diri sejenak untuk meredam dan menyaring perkataan tersebut. Pikirkan kembali
apakah kata-kata itu baik untuk Anda ucapkan, jika Anda merasa sakit
mendengarnya, demikian juga orang lain, jadi jangan buru-buru untuk
berkata-kata. Karena sesuatu yang terburu-buru tidak selalu baik.
Menurut
saya cara ini paling ampuh dalam mengendalikan emosi, karena saya sering
mempraktekannya. Awalnya memang sulit, apalagi ketika kita menerima serang
bertubi-tubi, rasanya pasti ingin meluapkan lahar panas dari bacot kita.
Bila
udah kepancing emosinya ingatlah selalu pepatah: “Mulut Mu Harimau Mu”. Mulut
yang baik cerminan orang yang bijaksana, dimana keluar perkataan yang baik-baik
dan positif bukan sesuatu yang negatif.

2.Tarik Nafas dan Hembuskan
Perlahan

Nah,
cara ini yang paling saya suka. Pas denger orang disamping saya lagi tinggi
tensinya, saya mulai bergeser sedikit posisi duduknya, kemudian tarik nafas
yang dalam lalu menghembuskannya perlahan. Cara ini sangat efektif, namun
terkadang sulit sekali untuk dilakukan apalagi ketika berada pada situasi yang
tak mengenakan.
Cara
yang ini sering kali membuat saya berhasil mengendalikan emosi negatif yang
mengeluarkan aura super duper negatif. Emang gak langsung ketahan sih, tapi
paling nggak bisalah buat meredamnya. Dari pada diomongin mending di telan
sendiri aja sambil tarik nafas dalam-dalam, lalu keluarin perlahan.
Saya
selalu ingat penyataan ini: “Dari pada pecah di mulut lebih baik pecah di
Perut”.

3.Alihkan Fokus Perhatian

Jika
Anda telalu fokus mendengarkan luapan emosi orang lain, besar kemungkinan Anda
terpancing dan bisa saja terjadi perang dunia ke 7. Bom atom yang tersimpan
dalam kepala Anda pun segera dikeluarkan sebagai senjata pamungkas, dueeer
seketika bisa meluluhlantakan dan meratakan situasi di sekitar Anda.
Untuk
itu, segera alihkan fokus Anda, atau lebih mudahnya gak usah terlalu fokus
dalam menyimak apa yang disampaikan biar Anda gak ikutan kepancing.
Alihkan perhatian Anda untuk hal-hal menarik seperti kenangan manis Anda bersama isteri serta anak, atau alihkan fokus Anda pada tercapainya target penjualan atau Anda berhasil memenangkan sebuah proyek kecil yang sudah lama Anda impikan.

4.Perbesar Rasa Malu Dalam Diri

Emosi
itu bikin kita malu sendiri lo, jika sering-sering diluapkan maka orang lain
tidak akan simpatik terhadap sikap kita. Jika sudah begini, semua jadi kikuk,
Anda akan di beri label emosian, pemarah, gak sabaran dan suka meledak-ledak
atau bersumbu pendek, yang konotasinya negatif.
Dampak
paling mengerikan adalah Anda semakin dijauhi dan tidak memiliki peluang untuk
berkembang. Coba deh perbesar rasa malu dalam diri Anda (jangan sampai gak tahu
malu ya), jika Anda ingin marah ingatlah selalu bahwa emosi itu amat memalukan.
Cara mengendalikan emosi dengan trik diatas
mudah untuk dilatih, asalkan konsisten dan tekun dalam berusaha.
Ingatlah
selalu pernyataan positif berikut: “saya merasa bahagia karena berhasil meredam
emosi”, “saya bangga karena sudah mampu menahan diri ketika orang lain
memancing-mancing saya untuk marah”.

5.Menahan Diri dan Jangan Mau
Dikendalikan

Jangan
mau di kendalikan oleh emosi negatif karena dampaknya juga pasti buruk bagi
Anda. Jangan mau dikadalin ama dia, wong kita juga bisa jadi kadalnya kok. Meskipun
terkadang kita sering dikendalikan oleh logika ketimbang perasaan, namun
dikendalikan emosi lebih buruk dari itu semua.
Apa
kamu gak nyesal kalau habis marah-marah gitu? Jika “YA” berarti mulai sekarang
Anda harus menahan diri terlebih dahulu, jika Anda sadar Anda sedang emosi,
lebih baik ungkapkan: “Saya lagi emosi nih jadi tolong saya ya, jangan diganggu
dulu deh!”.
Emang
bisa gitu?
Sejauh
pengalaman saya sih cukup efektif, apalagi emosi ditengah-tengah orang yang
udah mengenali kebiasaan kita. Gak perlu di omongin juga orang udah tahu, baik
dari mulutnya yang udah mancung hingga kening yang udah mulai lipat seribu.

6.Menghindari Orang-orang atau
Tempat yang Membuat Anda mudah Marah

Disaat
Anda menyadari orang-orang atau tempat atau bahkan situasi yang bisa memantik
kemarahan Anda, sebaiknya segera menghindar. Sepandai-pandainya Anda menjaga
sikap, jika Anda terkontaminasi polusi emosi, lambat laun Anda mulai
terpancing.
Misalnya
Anda kurang sabar ditengah kemacetan, sebisa mungkin hindari jalanan macet. Atau,
Anda kurang sabar menerima ledekan, hindari berada dilingkungan yang sering
membuly Anda. Atau mungkin, Anda tidak sabar mendengar keluhan orang lain,
meminta maaflah kemudian berlalu dari hadapannya.
Karena
akan lebih baik menghindar dari pada memaksakan diri untuk berada pada situasi
yang tak menguntungkan bagi Anda.
Sejauh
yang saya bisa uraikan diatas dan berdasarkan pengalaman pribadi, cara mengendalikan emosi yang paling
efektif adalah “DIAM” dan “Tarik Nafas”. Namun 4 cara lainnya juga efektif
untuk Anda latih.

 

Sekarang
beritahu saya bagaimana cara Anda dalam meredam emosi dalam diri, saya tunggu
komentar POSITIF dari Anda, agar saya bisa belajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *