Belajar Berbagi Melalui Artikel Kreasi Sendiri Bukan Copas

Berbagi: Belajar Brebagi Melalui Artikel Kreasi Sendiri Bukan Hasil Copas
Catatan Inspirasi hari ini
adalah Belajar Berbagi. Berbagi dapat
dilakukan dengan berbagai bentuk, bukan cuma materi, uang atau berupa barang
saja. Jika Anda seorang blogger, Anda bisa berbagi melalui postingan atau
konten blog yang berkualitas kreasi Anda sendiri bukan hasil copas
(copy-paste).
Tema artikel tidak ditentukan
asalkan bermanfaat dan membantu orang lain, itu merupakan salah satu cara untuk
berbagi. Ada banyak keuntungan dari berbagi, selain mendatangkan pahala untuk
bekal di akhirat, Anda pun belajar untuk mengembangkan diri Anda melalui sebuah
karya.
Manfaat lain adalah Anda akan
semakin dikenal oleh banyak orang terlebih jika Artikel tersebut sudah
terindeks dimesin pencari seperti Google , Yahoo,
Bing,
dan lainnya. Setelah Anda benar-benar dikenal, Anda pun semakin
mendapatkan banyak relasi dan jaringan, tentu hal ini akan semakin menambah
jaringan pertemanan Anda.
Apabila jaringan Anda telah
luas, teman Anda banyak di dunia blogger, Anda semakin dikenal banyak orang,
hal itu akan mendatangkan kepuasan tersendiri bagi Anda. Selain itu Anda pun
dapat dengan mudah mengkonversi itu semua menjadi sebuah transaksi yang bisa
menambah pundi-pundi keuangan Anda.
Dalam sebuah artikel Menulis
Artikel Motivasi Untuk memotivasi Diri Sendiri
, sebelumnya pun pernah di
tegaskan bahwa sebuah artikel ditulis dengan tujuan untuk memotivasi orang lain
dan diri sendiri. Disaat kita memberi semangat dan motivasi kepada orang lain
melalui sebuah artikel, kita pun sekaligus memberi semangat dan motivasi kepada
diri kita sendiri.
Sekarang
mari kita simak bersama sebuah Ilustrasi berbentuk Cerita, dalam Keajaiban Berbagi:
Seorang pendaki tengah mendaki gunung
bersalju. Semakin ia mendaki, ia merasa semakin beku karena dinginnya udara di
pegunungan itu. Ia ingin sekali dan beristirahat, tapi ia sadar jika berhenti
dalam kondisi seperti ini maka bisa saja nyawa melayang karena kedinginan.

Sementara ia berjuang untuk terus berjalan,
kakinya terantuk pada sebuah gundukan. Dan ternyata  gundukan itu adalah tubuh manusia. Ia lantas
membalikan tubuh orang itu, ternyata dia masih hidup. Maka dengan sisa tenaga,
ia mengangkat orang tersebut dan menaruhnya dipunggungnya dan kembali
melanjutkan perjalanan.

Tak lama kemudian, karena berat tubuh yang di
pikulnya, ia mulai berkeringat dan mulai merasakan aliran darahnya mulai
mengalir lebih lancar dan bisa bertahan di cuaca dingin, demikian pula orang
yang telah ditolongnya, ia sadar dan mengucapkan terima kasih kepada sang
pendaki yang telah menyelamatkan nyawanya.

Sang pendaki pun menjawab, β€œSaya juga
berterima kasih kepada Anda. Sebenarnya ketika saya menolong Anda tadi, saya
juga telah menyelamatkan nyawa saya sendiri”.
Sobat  Catatan Inspirasi, ketika kita memberi sesuatu
kepada orang lain, yakinlah bahwa ada berkat tersendiri pula bagi diri kita. Ketika
kita menghibur teman, kita pun sebenarnya sedang menguatkan diri sendiri. Ketika
kita berbagi dengan orang lain, itu berarti melipatgandakan sukacita yang kita
miliki.
Sama halnya
seperti ketika saya memposting Artikel melalui blog Catatan Inspirasi, saya berharap dapat memberi Inspirasi kepada Anda
yang membacanya. Selain itu, bagi saya pribadi dapat menjadi inspirasi pula
untuk semakin giat berbagi kepada sesama melalui berbagai hal yang positif.
Sekian dulu sharing kali ini tentang Belajar BerbagiMelalui Artikel Kreasi Sendiri Bukan Copas, semoga
dapat menghadirkan Inspirasi ditengah kehidupan Anda. Marilah kita
belajar untuk berbagi dan memberi hal yang positif untuk sesama.

Salam by Admin Catatan Inspirasi
Terinspirasi dari Cerita Keajaiban Berbagi – Renungan Percikan Hati

4 comments

  1. luar biasa ceritanya mas, sangat mengispirasi… memang segala sesuatu yg terjadi dan yg kita perbuat selalu ada hikmahnya, bahkan ada pepatah "sengsara membawa nikmat" dan contohnya adalah cerita di atas, sudah sengsara kedinginan dan mendaki masih mikul orang lagi, tapi ternyata dibalik itu ada nikmat muncul di belakang πŸ˜€

    tapi menurut saya enakan yg dipikul ya mas, karena gak merasakan sengsara tapi tahu2 sadar sdh berada di tempat yg aman hehehe πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

    nice share !

    1. Iya Mbak Indri, pertama2 saya ucapkan terima kasih karena Anda merupakan pengunjung pertama yang memberi komentar.

      Bagi saya, apapun posisinya (dipikul maupun memikul) sama-sama belajar satu hal yaitu indahnya kebersamaan dalam berbagi.

      Trims udah berkunjung dan berkomentar di Catatan Inspirasi

  2. saya setuju,, dengan awal yang kita bangun positif nantinya akan mengahasilkan yang postif juga πŸ™‚ semoga apa yang admin bagikan bisa bermanfaat bagi semua pembaca πŸ™‚ dan salam dari HBT πŸ™‚

    1. Trims atas persetujuannya Mas Mawan. Segala sesuatu memang harus dibangun dan dibiasakan dengan cara yang positif untuk hasil yang positif pula. Semoga artikel ini bermanfaat juga buat Maz Mawan dan yang lainnya…Amin.

      Salam Kenal Kembali Dari Admin Catatan Inspirasi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *