Mau Beras, Kok Dibuat dari Bahan Sintetis/Plastik Kenapa Nggak Tanam Padi Aja?

Sudah sekitar 3 hari terakhir, warga
DKI Jakarta dan beberapa wilayah terdekat seperti bekasi, tenggerang dan
sekitarnya dihebohkan oleh penemuan beras yang terbuat dari plastik. Dalam berita
sih ditulis berbahan sintetis, dan kini kasus nyasudah ditangani Pihak Kepolisian
RI dan sampel sudah diuji lab.
Beras kok dibuat dari plastik, ngga
ada kerjaan banget ya. Plastik kan idealnya untuk pembungkus belanjaan, bahas
pembuat tas, sepatu bukan untuk makanan. Mungkin ini pabrik pembuat
terinspirasi dari operasi plastik pada manusia untuk menambahkan pada bagian
tertentu agar telihat seksi dan menarik.
Tahu nggak sih kalau nenek moyang
kita dari dulu menghasilkan beras itu dari hasil pertanian yaitu menanam padi. Mungkin
ini kerjaan orang yang iseng atau coba-coba. Dari pada import beras, mending
bikin dari plastik aja kan produksi dalam negeri judulnya.
Mau jadi apa kalau sudah begini, belum
lagi kalau ternyata beras tersebut sudah beredar di pasar. Kan sulit membedakan
mana yang asli mana yang palsu alias dari plastik.
Kemarin pas baca di detik.com, Pihak
Kepolisian sudah mencoba memasak menjadi nasi, dan dijelaskan bahwa sulit
menemukan perbedaannya. Yang paling aneh, terbuat dari plastik kok bisa dimasak
ya. Padahal kan kalau bahan utamanya plastik, ketemu panas langsung meleleh, #disini
kadang saya merasa sedih.
Petani udah cape-cape tanam padi
yang bener, dijual ke penampung setelah itu malah yang diproduksi terbuat dari
beras. Kemungkinan lainnya, hasil panen dijual keluar negeri kali ya…dan
untuk mengimbangi dikeluarkanlah produk yang terbuat dari plastik.
Atas kehebohan ini, saya turut
prihatin dan menyampaikan duka yang sangat mendalam. Saya sih tidak terlalu
paham, apakah yang memproduksi di Indonesia atau dari negara luar, yang jelas
ini seperti disengaja agar memancing kehebohan.
Lumayan kan jadi trending topik di
sosial media dan media online. Saya juga akhirnya kepancing untuk ikut
meramaikan. Melalui posting ini, saya hanya ingin menyampaikan kepada kita
semua, lho hak saya apaan ya, pejabat bukan, menteri juga bukan, hahahaha. Jangan
terlalu diambil pusing, kita semua sudah lama makan beras asli, jadi sudah
pasti tahu mana beras yang berasal dari padi dan mana yang berasal dari plastik
atau sintetis.
Yang pasti, semakin sering dibahas,
berita ini akan semakin terpopuler. Bayangkan saja, belum kelar kasus ini,
sudah muncul kehebohan dan sensasi lainnya seputar Dokter Kulit gadungan yang
menjadi trending topik kemarin di Twitter.

Mending, tonton kisah kakek di
Surabaya yang rela menambal jalan berlobang, tujuannya untuk menghindari
kecelakaan pengguna jalan. Mulia benar kakek yang satu ini. Ia dikenal dengan
nama Bapak Abdul Sukur, alias Mbah Dul. Sapaan akrabnya Pak Wek atau biasanya
juga disebut Pak Tuwek. Salut!

22 comments

    1. Iya Mas Dwi musti hati2 siapa tahu udah beredar sampai kesitu….saya aja ragu2 mau beli beras…sekarang

  1. Iya bener bener keterlaluan nih ulang PEdagang yang meng OPLOS beras aseli dengan beras sintetis semacam berbahan plastik. Saya sudah liat tayanga beritanya di beberapa TV Swasta. Ini harus diusut tuntas sama instansi terkait

    1. Setuju kang Asep, ini sangat meresahkan masyarakat dan pedagang…bisa2 orang jadi malas makan nasi karena takut berasnya terbuat dari plastik bukan dari padi atau gabah…haahhhhhh

      1. Kalau itu bukan orang kreatif, tapi ngakalin nyari uangnya kali mas. he,, he, he,,

        jadi yang korban orang lain, mereka tidak mikir masa depan anak cucu dan generasi berikutnya dari dampak beras ini.

      2. Sebenarnya nggak untung, kana bahan baku plastik lebih tinggi ketimbang padi

        1. nah kalau gitu apa ya modus dari beras plastik dari segi keuntungan aja sudah gak mungkin

        2. Kita lihat saja apa hasil penyelidikan pihak berwajib, namun perkiraan saya ini ada unsur politisnya

    1. Prihatin mas, sumpah…ga kepikiran masa depan anak kita kelak

  2. Nyari uang ko sampai seperti itu, malah buat beras sintetis. Yang punya prakarsa suruh nyoba saja duluan sekarung, atau jangan-jangan setenagh tubuhnya sudah kloningan sintetis juga kali ya ? xixixxixixixi……

  3. Kami dari Greenpack berharap lingkungan kita untuk tetap hijau. Meski sulit, tapi jika bersama tentunya akan terasa mudah bukan?
    Ayuk bersama menghijaukan lingkungan di sekitar kita. Bantu kami untuk mengubah kebiasaan pengusaha restoran untuk mulai menggunakan kemasan ramah lingkungan di sini http://www.greenpack.co.id/

    1. Baik, terima kasih atas kampanye positif ini…saya mendukung

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *