6 Perilaku Berikut Bisa Menunda Kebahagiaan Hidup Anda

Kebahagiaan
merupakan hak setiap orang, terlepas itu dari sudut pandang mana kita
memaknainya. Jika kita berpikir kita bahagia, maka perasaan kita jadi bahagia,
demikian halnya tindakan kita.
Inti
dari kebahagiaan adalah penerimaan kekinian diri kita yang seutuhnya. Keadaan kita
saat ini cenderung membuat kita berlari kesana kemari mencari kebahagiaan lain,
oleh karenanya kita tidak pernah merasa bahagia.
Yakinlah,
jika kita selalu lari dari kenyataan, maka sulit sekali mewujudkan kebahagiaan.
Contoh, “Aku akan bahagia jika punya
mobil
”. Giliran punya mobil, masih aja nggak bahagia, inginnya mobil mewah.
Atau
pernyataan yang lain“ Aku akan bahagia
jika sudah menikah
” pas udah nikah, bukannya bahagia malah makin banyak
menggerutu. Ya itulah hidup….selalu berubah setiap waktu.
Mereka
yang saat ini telah merasakan kebahagiaan tentu sudah melakukan banyak hal. Contohnya,
mereka selalu bersyukur atas segala apa yang mereka miliki, melakukan berbagai kebaikan.
Mereka
juga tidak lupa membagikan kebahagiaannya yang dirasakan kepada orang lain. Kemudian
mereka memelihara hubungan baik dengan orang lain, dan selalu menikmati
kehidupan yang indah.
Jadi
jika saat ini Anda belum merasakan kebahagiaan, bisa jadi Anda sering melakukan
ke 6 hal berikut ini:

#1. Usil dengan Urusan Orang
Lain

Tak
perlu menyia-nyiakan waktu Anda untuk mikirin urusan orang lain termasuk apa
yang orang lain miliki dan yang belum kita miliki. Setiap orang punya jalan
sendiri dan itu merupakan keputusan yang sudah diambil.
Tak
perlu membandingkan keberhasilan kita dengan orang lain, karena kita tidak tahu
proses seseorang menjadi sukses seperti sekarang kita tidak pernah alami.
Yang
kita lihat, kita cenderung lebih mudah akan tetapi kita tidak tahu
perjuangannya dalam meraih kesuksesan.
Jika
Anda memiliki kesungguhan hati, fokus pada kelebihan dan melakukan sesuatu
dengan hati, maka tidak ada mustahil bagi Anda untuk meraih kesuksesan dan
kebahagiaan.

#2. Menakar Nilai Diri pada
Orang Lain

Menjadi
diri sendiri memang penting tanpanya kita bakal kehilangan jati diri. Jangan sering
kali membandingkan, apalagi bersaing hanya untuk gagah gagahan agar dilihat
orang lain.
Jangan
biarkan orang lain mendikte siapa sesungguhnya diri kita. Semua orang punya
harga diri dan berhak jadi diri sendiri sehingga tak seorang pun bisa
menghakimi.

#3. Beranggapan Bahwa Orang
Lain yang Menentukan Kebahagiaan

Bahagia
itu pilihan dan setiap orang berhak menginginkannya. Untuk menjadi bahagia pun
kita tak perlu ijin dari orang lain. Keputusan yang Anda ambil untuk berbahagia
hari ini menentukan kebahagiaan Anda kelak, jadi bukan hadiah atau pemberian
dari orang lain.
Hidup
Anda bahagia bukan karena Anda baru saja memperoleh sesuatu yang baru melainkan
karena Anda membuat pilihan untuk merasa bahagia. Jadi jangan biarkan
kebahagiaan Anda ditentukan oleh orang lain.

#4. Memendam Kebencian dan
Dendam

Apa
yang telah terjadi dimasa lalu tak bisa diubah saat ini, jadi biarkan itu menjadi
goresan masa lalu. Jika kita merasa sakit ataupun terluka itu hal yang wajar,
akan tetapi jangan berlarut-larut apalagi sampai memendam kebencian dan dendam.
Move
on dong, belajarlah untuk menerima kenyataan dan maafkanlah. Dengan demikian, bukan
berarti Anda telah melupakan kejadian dimasa lalu melainkan memilih untuk melepaskan
dan menjadikannya sebagai sebuah pelajaran. Teruslah bergerak maju dan
menjalani kehidupan yang lebih baik.

#5. Berada pada Lingkungan
dan Pola Pikir Negatif

Jika
Anda selalu berada pada lingkungan dan pemikiran negatif, rasanya mustahil
untuk menemukan kebahagiaan. Anda pun sulit mengambil keputusan yang menghasilkan
perubahan positif dalam hidup. Baca: 4 Hal
Negatif yang Menghambat Kesuksesan
.
Untuk
mencapai kebahagiaan, tetaplah jaga jarak aman terutama pada lingkungan negatif
dan pola pikir negatif karena terlalu banyak energi negatif. Meskipun Anda
dalam kesendirian, tetaplah berpikir positif dan ciptakan situasi yang positif,
lalu perhatikan bagaimana ia akan mengubah kehidupan Anda.

#6. Tidak Menerima Kenyataan

Sebuah
kebohongan tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik, karena kebohongan berarti
tidak menerima kenyataan. Orang bijak bilang, ketika kita memulai satu
kebohongan kecil, maka kita akan menutupinya dengan kebohongan yang lain yang
skalanya lebih besar.
Seberapapun
pahitnya kenyataan hidup, terimalah dengan lapang dada dan berbesar hati. Tidak
ada kehidupan yang lebih buruk selain lari dari kenyataan, untuk itu
hadapilah!. Baca: Cara
Menerima Kenyataan Hidup yang Sulit
.

Kesimpulan:

Pada
hakekatnya hidup bahagia adalah sesuatu yang bisa kita raih dengan mudah,
karena kebahagiaan merupakan pilihan yang ada ditangan kita masing-masing. Jika
kita ingin bahagia maka kita sendiri yang menentukan dan memutuskannya.
Jika
Anda memutuskan untuk merasa bahagia dengan keadaan yang sekarang itu artinya
Anda sudah merasakan kebahagiaan dalam hidup. Apakah Anda sudah merasa bahagia
sekarang?
Sumber
Referensi:

 

  1. Buku Secret Behind The
    Secret (Yudi Sudjana)
  2. Buku Happiness (Vikas
    Malkani)
  3. Artikel dari Website andriewongso.com

6 Replies to “6 Perilaku Berikut Bisa Menunda Kebahagiaan Hidup Anda”

  1. awen fals

    Ukuran kebahagiaan memang tidaklah diukur dari banyaknya harta, meskipun jauh dari kata mewah namun bila tahu cara menikmatinya, hidup pun terasa bahagia ya Kang 🙂

    Saya mah yakin lah bahagia karena nikmat sehat dan nikmat iman masih bisa saya nikmati hingga saat ini. 🙂

    • daniel

      Bener kang, kebahagiaan itu berhubungan dengan perasaan, jika perasaan kita positif maka kebahagiaan mudah dinikmati, apapun keadaannya

    • daniel

      Terima kasih atas apresiasinya, teori ini mudah untuk ditulis, dibaca akan tetapi kadang masih sulit diwujudkan jika kita hanya alakadarnya dalam melakukan, untuk itu perlu usaha lebih giat

  2. Achmad Fazri

    Semua emang tergantung dari diri sendiri ya mas. nilai diri sendiri dulu sebelum menilai org lain, tapi ada saja tetangga yg usil dengan urusan org lain…

    • daniel

      punya tetangga usil emang ga asik mas, tapi nggak punya tetangga lebih nggak asik kan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *