9 Cara Menerapkan Hukum Sirkulasi Universal Dalam Hidup

Rasanya semua orang ingin punya banyak orang dan hidup lebih tenang, terutama ditengah disituasi masa kini yang serba tidak pasti. Semakin kacau lingkungan, secara alamian kita semakin ingin rasa aman dan tenang. Kita bisa mendapatkan ini dan lebih lagi. Tetapi untuk itu, kita harus melepaskan cara berpikir lama tentang rasa aman.

Ada pepatah mengatakan, “Untuk mendapatkan, kita harus melepaskan”. Harus kita akui bahwa untuk melepaskan itu tidaklah gampang, kendatipun jika kita tahu, untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, ada sesuatu yang harus kita lepaskan.

Kondisi perekonomian beberapa tahun terakhir mendatangkan pemahaman dan kesadaran baru. Kita semua merasakan langsung dari situasi ekonomi yang sulit. Mulai dari kenaikan harga disejumlah toko bahan pangan, atau pemasukan yang berkurang karena tergerus inflasi.

Artikel lainnya: Cara Menjadi Miliarder dari Ahlinya.

Sebagai akibatnya, kita harus membuat pilihan-pilihan lain tentang apa yang harus dibeli dan kapan harus membelinya.

Kondisi perekonomian saat ini meningkatkan kesadaran tentang uang, cara kita membelenjakannya, dan hubungan kita dengan uang. Sebagian orang mengencangkan ikat pinggang, yang lain terjun ke dalam real estate/properti yang sedang turun harga dan saham.

Orang yang optimis memandang krisis saat ini sebagai peluang. Orang-orang yang pesimistis, memandangnya sebagai sesuatu yang menakutkan dan menjadi momok.

Kelimpahan Adalah Kualitas Bukan Kuantitas

Kendatipun demikian, sebagian orang berpendapat disekeliling kita terdapat banyak kelimpahan yang kita perlukan. Ini bukan mengada-ngada atau harapan semu, tetapi sebuah kebenaran universal.

Yang harus kita lakukan adalah mengubah sudut pandang. Secara umum, kita memandang kelimpahan dan kemakmuran dalam pengertian kuantitas, bukan kualitas. Kita dikondisikan untuk percaya, bahwa semakin banyak yang kita miliki, semakin makmur dan semakin berlimpah

Kemakmuran dan kelimpahan tidak sama dengan banyak uang atau banyak barang. Kemakmuran dan kelimpahan adalah sikap, kesadaran dan hubungan kreasi secara keseluruhan. Kita semua memiliki potensi untuk kemakmuran dan kelimpahan dalam hidup.

Jika memikirkan kuantitas (punya sesuatu lebih banyak) bisa membuat kita merasa kurang atau merasa tidak cukup. Jika kita merasa tidak cukup kita akan mempertahankan sesuatu yang menurut kita kurang karena memberi rasa aman.

Tindakan ini sesungguhnya menciptakan rasa aman semu, dan menghambat aliran alamiah. Satu-satunya cara untuk menghilangkan pemikiran kurang adalah melepaskan ide lama yang sudah tidak berlaku, melepaskan keterikatan.

Belajar Melepaskan

Terikat pada sesuatu menghambat aliran juga. Kendatipun tumpukan barang dan ketidakrapian adalah bagian dari keteraturan dan aliran dalam hidup, tidak ada yang rapi untuk selamanya.

Jika barang-barang terlalu cepat menumpuk banyak dan tidak diatur, keteraturan alam akan terganggu. Batang pohon yang menyumbat sungai memang tidak membuat sungai sama sekali tidak mengalir, tetapi bisa dipastikan akan memperlambat aliran.

Begitu juga jika kita mempertahankan barang-barang yang menumpuk, aliran juga terhambat. Jika lemari pakaian, laci, garasi, gudang atau seluruh loteng penuh barang, tak ada lagi yang bisa masuk. Melepaskan adalah satu-satunya cara memulihkan keteraturan alam.

Melepaskan itu merupakan tantangan karena harus mengatasi keterikatan emosional cara berpikir lama dan cara berperilaku lama. Emosi kita membuat rumit proses melepaskan dan menciptakan penolakan atau ketidaknyamanan. Jika kita berhenti menolak dan melepaskan, kita akan terlepas dari ketidaknyamanan.

Lepaskan yang Lama, Raih yang Baru

Ada aturan yang kuat jika diikuti dapat mengubah hidup kita. Aturan ini selalu bekerja dalam hidup kita, terlepas dari kita sadar atau tidak. aturan ini bisa mendatangkan apa saja hanya dengan mengubah cara berpikir. Aturan hebat ini HUKUM SIRKULASI UNIVERSAL.

HUKUM SIRKULASI UNIVERSAL adalah kesadaran, apa yang kita berikan akan kembali kepada kita. Memperhatikan bagaimana perasaan kita, pikiran kita, niat kita dan sikap kita menentukan apakah hukum ini bekerja untuk kita atau malah menentang kita.

Melepaskan penolakan dan pikiran kurang juga merupakan kunci dasar cara hukum ini bekerja untuk kita. Tak boleh ada sesutu yang menghambat aliran karena hukum univesal selalu bekerja, selalu mengalir, dan kita memilih bagaimana cara berhubungan dengannya.

Berikut ini 9 cara menerapkan Hukum Sirkulasi Universal yang kuat ini kedalam hidup kita sehari-hari:

1.Rapikan Hidup. Luangkan waktu untuk merapikan dan menata semua ruang fisik dilingkungan Anda, termasuk mobil dan gudang, karena bisa membuka aliran.

2.Selesaikan semua tugas yang terbengkalai.

3.Lepaskan sesuatu secara cepat ketimbang menahannya. Buat orang lain tersenyum dengan cara menyumbangkannya.

4.Atur keuangan Anda. Bicarakan dengan perencana keuangan jika memungkinkan. Belajar lebih banyak tentang urusan keuangan. Buat anggaran bulanan. Bersihkan brief case, tas atau dompet. Buka rekening “Dana tak Terduga” di Bank.

5.Lakukan perbuatan baik tanpa gembar gembor.

6.Tetapkan tujuan yang Jelas untuk masa depan. Usahakan buat secara spesifik dan terukur.

7.Buat papan visi. Gunakan majalah, gambar-gambar dan kata-kata untuk visualisasi tujuan-tujuan Anda.

8.Sumbangan waktu, bakat atau uang untuk kegiatan amal yang memperjuangkan kebaikan untuk sesama.

9.Lepaskan kebencian dan kecemasan.

Kita bisa punya lebih banyak uang dan rasa tenang yang lebih besar dalam hidup kita, dalam situasi perekonomian apapun. Jika kita siap mengembangkan hubungan baru dengan uang berhenti terikat dan melepaskan mentalitas kurang, kita dapat mulai memandang hidup dari sudut pandang optimistik.

Dari sudut pandang ini, kita akan bisa menemukan rasa berterimakasih dalam segala sesuatu dan percaya dengan kekuatan “tak terlihat” yang mengatur hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *