Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji Kecil

Melanjutkan
sharing saya sebelumnya tentang pola
pikir orang sukses
, kali ini saya akan mencoba membedah topik tentang cara mengatur keuangan rumah tangga dengan gaji kecil agar Anda dan keluarga terbebas dari 5 penyakit yang disebabkan oleh rapuhnya keuangan keluarga (akibat salah dalam tata kelola keuangan).
Terlihat
sedikit matre ya sekarang???? Dikit dikit ngomongnya uang 2X (Baca 2 Kali, Red), dapat uang kok makin dikit.
Sekilas
kita bisa mengatakan dalam hati kita, bahwa dengan gaji atau penghasilan yang
kita miliki saat ini, rasanya kebutuhan hidup keluarga kita sudah terpenuhi.
Pertanyaannya,
Apakah semua memang sudah benar demikian?
Sementara
fakta yang kita temui dilapangan, bahwa inflasi (kenaikan harga) yang naik terus
menerus pasti menggerus nilai uang yang kita miliki saat ini.
Jika
kenaikan penghasilan/gaji kita tidak berbanding lurus dengan kenaikan tingkat inflasi,
maka hal ini sebenarnya menandakan kondisi keuangan kita masih terbilang rapuh. Meskipun kenaikan gaji anda tidak seberapa, namun jika anda tahu cara mengatur keuangan rumah tangga, tentu hal ini akan sedikit membantu anda, minimal mengurangi resiko.
Yang
namanya rapuh, sudah barang tentu memiliki tingkat resiko, nggak tau setinggi
apa. Bisa jadi setinggi monas! Ada orang yang bernazar minta gantung di monas
atau bahkan ingin terjun dari monas.
Mengapa
demikian saudara ku?
Salah
satu aspek paling vital dalam keluarga adalah pemenuhan kebutuhan dasar. Seperti
Pendidikan, Kesehatan, Sandang, kecukupan gizi yang layak. Jika sampai
kebutuhan dasar ini masih tertatih tatih untuk kita penuhi, maka saatnya memperbaiki cara mengatur keuangan rumah tangga anda mulai dari sekarang.
Berikut
ini adalah sejumlah fakta muram yang mencirikan bahwa keuangan keluarga kita
masih terbilang rapuh:
Mengatur Keuangan Rumah Tangga

 

Pertama,
kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti Pendidikan dan Kesehatan. Agar
anak kita kelas bisa berkuliah dikampus yang terbilang grade A, biaya
perbulannya bisa mencapai angka jutaan perbulannya dalam lima tahun kedepan.
Demikian
juga pemenuhan kebutuhan akan kesehatan. Sehat itu mahal harganya, bahkan
melebihi sebuah apartemen elit di Jakarta.
Untuk
memperoleh gizi yang layak sebagai kebutuhan kesehatan, setiap harinya kita
bisa mengeluarkan biaya hingga seratus ribu per orang dalam keluarga.
Kedua,
sulit mewujudkan pemenuhan kebutuhan akan investasi. Dahulu dikenal pola 30:40:30,
dimana 30 persen dari total penghasilan kita digunakan untuk investasi, 40 untuk
memenuhi/membayar hutang dan 30 persen untuk kebutuhan hidup.
Nah,
anehnya justru sebagian besar orang mengutamakan kesenangan saat ia memperoleh
uang, entah itu yang didapat dari gaji ataupun bonus. Cenderung berfoya foya
saat mendapatkan penghasilan, merupakan ciri awal kemelaratan.
Ketiga, tidak
memiliki cadangan tabungan untuk kebutuhan yang tak terduga seperti biaya
pemeriksaan kesehatan.
Pola
hidup yang tidak sehat, cenderung memaksakan kondisi tubuh untuk bekerja secara
terus menerus tiada henti bahkan tak kenal waktu, justru semakin meningkatkan
resiko kesehatan.
Makanan
kurang memiliki kecukupan gizi, kebersihan kurang diperhatikan, tidak berolah
raga, dan aktivitas tidak sehat lain semakin memperparah.
Keempat, tidak
mampu mengendalikan diri disaat kondisi keuangan masih pas pasan. Cenderung bergaya
hidup mewah, pilih smartphone yang harganya 5 jutaan dengan gaji 6 jutaan per
bulan.
Smartphone
hanya untuk gaya gayaan dan gagah gagahan doang, bisanya Cuma update status di
FB, udah gitu bahasanya juga nggak karuan dan menyindir orang lain.
Kelima,
bersikap latah dan cenderung tidak setia pada pilihan hidup. Suka ikut ikutan,
pas orang punya bisnis jualan online, ikut-ikutan jualan online, produk yang
sama lagi. Akhirnya yang harusnya mudah jadi sulit, karena tingginya
persaingan.
Lihat
tetangga beli kursi baru, ikutan beli, pake cicilan bulanan lagi, pas nggak
bayar malah di kejar kejar debt colector.
Nah,
itulah 5 faka muram yang mengancam rapuhnya kondisi keuangan keluarga, hindarilah jika Anda ingin meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Agar
terhindar dari itu semua tentu kita harus semakin giat berusaha dan bekerja,
mampu mengendalikan emosi, serta mampu mengelola keuangan yang dimiliki sat
ini.
Disini
kita berbicara kedisiplinan dalam mengelola keuangan, karena seberapapun
penghasilan yang kita miliki, jika tidak dikelola dengan baik & bergaya
hidup mewah tentu tidak akan berdampak baik.
Untuk
mengatasinya, setidaknya ada empat solusi cerdas cara mengatur keuangan rumah tangga yang
bisa kita tempuh diantaranya:

Solusi Cerdas Pertama: Investasi Aset

Cerdas dalam mengelola keuangan keluarga, tidak lupa menyisihkan pos sebesar 30 persen dari
penghasilan bulanan untuk investasi baik berupa emas, reksadana, tabungan
berjangka ataupun investasi properti.

Investasi
yang tepat akan memberikan dampak positif dalam 5 tahun kedepan. Yang namanya
investasi memang tidak akan kita nikmati untuk saat ini, melainkan nanti.
Jangan
pelit pada diri sendiri, terutama dalam hal investasi kesehatan, karena amatlah mahal harganya.

Solusi Cerdas Kedua: Investasi Pengembangan Diri

Jangan lupa pula untuk melakukan investasi guna meningkatkan kreatifitas dan
peningkatan kapasitas. Ikutilah kursus, seminar, bacalah buku berkualitas super dan
jagalah selalu pikiran positif.

Investasi
yang sering kali tak memiliki wujud ini cenderung kita abaikan, kita mudah puas
dengan keadaan kita yang sekarang. Sulit sekali beranjak dari zona nyaman kita
saat ini. Investasi dibidang pengembangan diri tak mudah lekang oleh waktu, asalkan kita mau terus mengupgrade diri.
Manfaatkan
juga internet sebagai sarana yang produktif untuk menambah kapabilitas yang
kita miliki. Kalo Cuma buat update status dan narsis doang sih, sama aja nggak
ada artinya. Anak TK juga bisa kok narsis! 

Solusi cerdas ketiga: Selalu Bersyukur 

Hidup ini harus kita syukuri, berapapun yang anda dapat kelola dengan baik dan teruslah bersyukur apapun keadaan anda sekarang.

Jika anda terus menerus mengeluhkan keadaan anda, maka alam semesta juga akan mengirim balik kepada anda, yang ada tetap berada jalam jurang nestapa dan lorong kemiskinan yang kelam.

 

Solusi Cerdas keempat: Tetap Rendah hati

Meskipun anda memiliki penghasilan yang melimpah tetaplah rendah hati dan bergayalah sesuai kantong. Jangan lupa menyisihkan untuk penghasilan anda kepada orang yang membutuhkan atau rumah ibadah.Kelak, investasi dalam bentuk ini akan anda bawa hingga hari kematian anda.

Banyak
celoteh yang telah saya ungkapkan, namun belum tentu cocok dihati Anda. Jika ini
yang Anda rasakan, dengan kerendahan hati saya menyampikan permohonan maaf
karena saya tidak bermaksud menggurui. Mudah-mudahan anda semakin meningkat kompetensinya dan makin memahami cara mengatur keuangan rumah tangga anda kedepannya.

Woke brader, sebelum ditutup browsernya silahkan seruput dulu secangkir kopi yang bisa membuat Anda kembali fokus.

Salam
Kreatifitas!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *