17 Cara Ampuh Menghilangkan Sakit Hati dan Dendam dengan Cepat

Memendam
rasa sakit hati dan dendam tidak ada untungnya, bahkan sangat merugikan diri
sendiri. Untuk itulah pada kesempatan ini saya akan berbagi tips serta cara menghilangkan sakit hati dan dendam yang sangat merugikan.
Secara sederhana, sakit hati dan dendam ibarat
bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meleduk, dueeer. Daya ledaknya tegantung
penyebab, berapa lama dan kepada siapa itu di alamatkan. Bisa jadi ledakannya lebih dahsyat dari Bom Bali II
atau Bom yang menghancurkan WTC di Amerika.
Ada
juga yang bilang bahwa menyimpan sakit hati dan dendam seperti meminum racun dan
berharap orang lain yang mati. Sungguh itu sebuah keniscyaan, mengerikan,
amit-amit cabang bayi..deh…
Berbicara
tentang topik ini, menurut saya pribadi sesuatu yang sangat sensitif dan
berhubungan dengan perasaan. Terkadang mudah untuk dipahami, di mengerti namun
sulit untuk dilaksanakan, namun percayalah bahwa jika kita memiliki niat yang
tulus, pasti bisa dilepaskan.
Ditinjau dari penyebabnya sangat bervariasi, bisa karena cinta,
kebohongan/penipuan, pekerjaan atau karir hingga urusan rumah tangga. Apapun
pemicunya, yang jelas aura negatifnya bisa merusak dan merasuki jiwa hinga
meluluh lantakannya. Jika belum terbalaskan, pasti tak akan hilang, percayalah!
Untuk
itu dihari yang berbahagia ini, mari kita sama-sama belajar cara menghilangkan sakit hati dan dendam
sebelum semuanya berakhir dengan kepahitan, berikut tipsnya.
 
Cara Ampuh Menghilangkan Sakit Hati dan Dendam dengan Cepat
 

1.Berserahlah hanya pada yang KUASA

Jika ada orang lain atau pihak tertentu yang sengaja melakukan
kejahatan kepada Anda seperti menjatuhkan/menghalangi karir Anda, menghina, melecehkan,
menipu, dan lainnya, Anda tak perlu membalasnya. Memendam sakit hati sehingga
berniat membalasnya mengindikasikan bahwa kita sama jahatnya, lebih baik
berserahlah, hati akan lebih tenang.

2.Bersikap REALISTIS dan FOKUS pada Rencana

Emosi sesaat bisa menghancurkan impian Anda, demikian
juga dendam. Jika Anda punya rencana atau impian, fokus dan tetap bersikap
realistis. Ingat masa depan dan rencana Anda jauh lebih penting ketimbang rasa
sakit hati. Satu lagi. Fokus pada kelebihan dan apa yang Anda miliki saat ini,
itu jauh lebih baik.
Dendam memiliki aura negatif yang semakin mengurung
Anda ke dalam lingkaran setan, jadi keluar dari situ sesegera mungkin.

3.Yakinlah Tuhan Maha Adil

Setiap perbuatan baik yang kita lakukan tentu akan
memperolah balasan dari Tuhan, demikian juga perbuatan jahat. Jika pikiran kita
positif/baik, maka alam semesta juga akan mengembalikan hal-hal positif ke
dalam kenyataan hidup kita.
Jika Anda ingin sukses dalam karir, ingin cepat
melesat karirnya, mulai sekarang lupakan orang yang suka menjilat, jauh lebih
baik fokus mengembangkan
potensi diri
dan
meningkatkan kemampuan agar kinerja Anda ikut membaik dan seiring itu pula
atasan akan melihat potensi Anda.

4.Tak Perlu Menyalahkan Orang lain

Saat Anda gagal (dalam
usaha ataupun karir
) jangan sekali-kali mencari kambing hitam apalagi kambing
jantan (menyalahkan orang lain atau
atasan atau rekan kerja
) karena itu akan membuang waktu Anda. Jangan pula
mengorbankan orang lain demi kepentingan Anda!
Sebaiknya introspeksi diri terlebih dahulu. Jika Anda
bingung mulainya dari mana, silahkan simak artikel tentang cara
introspeksi diri sendiri
yang sebelumnya telah saya posting.

5.Ingatlah Bahwa Dendam Penyakit Hati

Jika terpaksa hati Anda ingin melampiaskan hasrat
untuk balas dendam, jangan paksakan diri untuk menolaknya. Anggap saja dalam
hati Anda bahwa Anda telah berhasil melampiaskannya 2 hari yang lalu (meskipun
sebenarnya tidak terjadi) sehingga Anda lebih tenang.
Ini ibaratkan permainan, akan tetapi permainan hati,
jadi sesekali bohongi hati Anda untuk sesuatu yang positif. Ingatlah bahwa kata
hati selalu positif, yang sering negatif adalah pikiran, jadi tanamkan hal-hal
yang bersih pada pikiran Anda agar hati ikut bersih.
Contoh: “Saya sudah memaafkannya”, “Saya sudah
melupakannya”.

6.Kehendak Manusia Bukan Kehendak Tuhan

Perlakuan buruk orang lain terhadap Anda adalah
kehendak manusia bukan atas dasar nasib atau takdir dari Tuhan. Sudah jelas
bahwa hal ini terjadi karena ada kesempatan bagi si Pelaku. Dari pada
menghabiskan waktu mikirin hal-hal yang gak jelas lebih baik fokus pada pembenahan
ke dalam diri sendiri.
Pernah suatu waktu saya mendahulukan orang yang antri
terburu-buru di belakang saya ketika hendak mengisi BBM. Tanpa sengaja
mendorong motor saya, sebenarnya saya punya alasan untuk marah, namun entah
kenapa emosi saya tertahan dan sepertinya dia sedang terburu-buru hendak
mengantar anaknya ke sekolah.

7.Ingatlah Bahwa Kita Manusia biasa yang Tak Luput dari Dosa

Cara menghilangkan
sakit hati dan dendam
yang paling ampuh adalah mengingat diri sendiri bahwa
kita manusia paling lemah yang tak luput dari dosa dan kesalahan.
Anda tentu ingat dan memahami mekanisme Law of Attraction, dimana setiap
pikiran, tindakan dan keputusan yang kita ambil memiliki dampak besar untuk
masa depan kita. Jadi jika Anda mengalami kerugian usaha akibat penipuan, itu
semata-mata karena kesalahan kita dalam mengambil keputusan.
Sekali lagi itu bukan nasib, melainkan buah dari
kreasi Anda yaitu berasal dari pikiran. Jadi jika Anda ingin usaha terus maju,
pikiran dan tindakan ikut selaras (maju). Fokus pada “MAJU” bukan tantangannya!

8.Hadiah Terbesar untuk Orang Sabar dan Pemaaf

Memaafkan membuat hati lebih tenang dan damai, jika
hati damai, pikiran ikut tenang. Pikiran positif dan tenang menghasilkan impian
dan rencana yang baik, hasilnya tujuan serta cita-cita kita pasti mudah
terlaksana.
Waktu, tenaga serta biaya yang kita gunakan untuk
memikirkan aksi balas dendam lebih baik digunakan untuk memulai rencana tindak
lanjut, toh hasilnya juga untuk kita sendiri.

9.Memaafkan itu Membersihkan Hati

Memaafkan ikut membersihkan hati dari keinginan jahat
dan negatif, hati yang bersih akan menghasilkan benih atau kreasi positif.
Selalu ada alasan untuk memaafkan, meskipun itu sangat menyakitkan.
Jika kita berhasil memaafkan, tentu sang pencipta dan
sang empunya kehidupan memudahkan jalan Anda.
Hati yang bersih cerminan orang beriman!

10.Memaafkan Memuliakan Jiwa

Menyimpan dendam tidak menguntungkan diri sendiri,
bahkan membuat jiwa menjadi hina, sebaliknya memaafkan akan membuat jiwa
semakin mulia. Selain hina, hidup kita juga penuh dengan kebencian, Anda tahu
kan menyimpan benci sama halnya menyimpan racun yang mematikan.

11.Jadilah Seorang yang Pemaaf

Seberapapun berat dosa kita, jika kita bertobat dengan
sungguh-sungguh maka Tuhan akan mengampuni segala dosa kita. Berjanjilah untuk
tidak mengulanginya. Jika Tuhan demikian kepada kita, tentu kita wajib
memaafkan sesama yang melakukan kesalahan pada kita, terlepas posisi kita benar
atau salah.
Memang butuh proses, dan tidak terjadi seperti
membalikan telapak tangan. Ada tahapan yang harus kita lewati, setingkat-demi
setingkat kita akan terbiasa memaafkan. Latihlah diri dan mulailah dari hal
paling sederhana.
Contoh saat Anda berkendara ditengah kemacetan, ada
pengendara lain yang menyalib Anda dengan tiba-tiba sehingga Anda kaget.
Bukannya mengejar lalu memarahinya, Anda malah memaafkannya dan dalam hati Anda
berkata: “mungkin dia lagi buru-buru” atau “dia pasti sedang ngurusin hal
penting”.

12.Dendam Hanya Membuang-buang Waktu

Menyimpan amarah dan dendam akan membuang waktu dengan
percuma, pikiran galau dan hati tidak fokus. Jika sudah begini akan banyak
hal-hal positif dan bermanfaat bagi kita dan orang-orang disekitar kita
terabaikan. Yang rugi tentu diri sendiri, belum tentu orang lain mikirin
perasaan kita.
Jangan pula curhat di sosmed, atau mengumbar dendam
dan amarah kita, itu akan membuat orang tidak simpatik. Lebih baik berbagi
hal-hal bermanfaat seperti tulisan dalam blog www.danzierg.com.

13.Pertebal Keimanan dengan Rajin Berdoa

Jika sabar sebagian dari Iman, maka amarah yang kita
pendam dalam hati akan mengurangi kekhusyukan kita dalam berdoa atau bisa jadi
malah gak mau berdoa. Langkah terbaik untuk memaafkan adalah berdoa, memohon
petunjuk dari Tuhan.
Yang Kristen harus rajin ke Gereja, yang Islam haru
rajin Sholat 5 waktu. Dengan begitu iman kita semakin dikuatkan, amal ibadah
kita lebih mudah diterima oleh sang Pencipta.

14.Taklukan dan Kalahkan Diri Sendiri

Musuh terbesar yang paling sulit untuk ditaklukan
adalah ego (diri sendiri). Jika kita tidak bisa mengalahkan dan mengendalikan
jika kita, pada akhirnya akan berujung pada kebinasaan.
Rasa ingin berlebihan tidaklah baik, demikian halnya
dengan sakit hati dan dendam. Perlahan tapi pasti akan mengerogoti hati kita,
pada akhirnya kita akan kehilangan kesempatan untuk berbuat baik.
Dengan bersabar dan mengendalikan diri sendiri,
niscaya Tuhan akan menolong kita dengan segala cara yang paling tepat melalui
tangan-tangan malaikan bersyap sebelah.
Contoh nyata, saat saya ingin melupakan orang yang
menyakiti hati saya, saya mendapati sebuah kalung Rosario didekat saya
memarkirkan motor. Hal ini seolah mengisyaratkan saya untuk tetap rajin berdoa.

15.Kasihi Musuh Mu dan jadikan Dia Sekutu

Hal ini terdengar mustahil, namun percayalah bahwa
dibalik rintangan selalu tersimpan kekuatan. Membalas kejahatan dengan
kejahatan tidak akan ada akhirnya, sampai kapanpun akan terus berlanjut.
Membalas perbuatan buruk perbuatan orang lain kepada
kita tidak lantas menyelesaikan masalah, bahkan membuatnya semakin runyam.
Ingatlah selalu bahwa orang yang selalu membalas perbuatan buruk dan mendendam
semakin menjerumuskan kita ke jurang dosa yang lebih dalam.
Guru saya dulu bilang, “jangan berkelahi karena
merugikan kedua belah pihak. Yang menang jadi arang, yang kalah jadi Abu”.
Lebih baik berdamai dengan diri sendiri dan orang lain.

16.Kesabaran Mengangkat Derajad Kita

Orang yang sabar lebih mudah memaafkan kesalahan orang
lain, sekalipun sangat menyakitkan. Kesabaran juga bertujuan sebagai dorongan
dalam diri agar mau bertobat. Selain itu, derajad kita akan terangkat satu
tingkat jika kita mau melepaskan dendam di hati kita.
Jika Anda bingung dimana haru memulai, saya sarankan
untuk membaca artikel tentang cara
menjadi orang sabar dan tidak pemarah
yang telah saya
posting beberapa bulan lalu.

17.Memaafkan Berarti berbuat Kebaikan Bertingkat

Saat Anda mampu memaafkan kesalahan orang lain,
bersabar dan mengendalikan rasa sakit hati, Anda akan memperoleh kebaikan yang
mendatangkan kebaikan yang lain (kebaikan berlapis-lapis).
3 tahun lalu saya sulit sekali menerima keadaan
pemecatan saya, bahkan tak jarang saya menyalahkan atasan yang memecat saya.
Tanpa disengaja saya menonton acara I’M Possible di salah satu tv swasta yang
topiknya “memaafkan”.
Dari situ kemudian saya sadar bahwa yang membuat usaha
kita tidak berhasil bukan karena kurang beruntung dan kurang usaha, melainkan
kurang iklas dalam memaafkan sehingga sebagian energi kita tercurah pada dendam
yang kita pendam.
Jika Tuhan yang maha mengetahui, pencipta alam semesta
dan empunya Kehidupan, mau mengampuni dan memaafkan segala dosa kita, mengapa
kita masih memiliki sejuta alasan untuk mendendam?

 

So masihkan Saudara/i berkeinginan menyimpan dendam
dalam hati Anda? Dan bagaimana cara
menghilangkan sakit hati dan dendam
menurut versi Anda?
Sumber:
1.Facebook
2.Blog Masibas.my.id
3.Blog Ciricara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *