Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Pergaulan Sehari-hari ketika Berada di Lingkungan Baru

Tentu kita telah sering
mendengar orang mengatakan egois, bahkan mungkin kita sendiri sering
mengatakannya dalam pergaulan keseharian kita. Egois ditujukan kepada seseorang
yang dalam kesehariannya selalu mementingkan dirinya sendiri tanpa
memperdulikan orang lain disekelilingnya.Egois berasal dari kata ego, dalam
bahasa Yunani yang berarti aku. Orang yang disebut egois adalah orang
mementingkan dirinya sendiri atau mementingkan akunya.

Egoisme merupakan motivasi
untuk mempertahankan dan meningkatkan pandangan yang hanya menguntungkan diri
sendiri. Egoisme berarti menempatkan diri ditengah suatu tujuan serta tidak peduli
dengan penderitaan orang lain termasuk orang yang dicintainya atau yang
dianggap sebagai teman dekat. 

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Pergaulan Sehari-hari ketika Berada di Lingkungan Baru

Hubungan antara Egosi dan Narsis

Egoisme berkaitan erat dengan narsisme atau
“mencitai diri sendiri” dan kecenderungannya mungkin untuk berbicara atau
menulis tentang diri sendiri dengan rasa sombong dan panjang lebar. Egoisme
sering dilakukan dengan memanfaatkan altruisme (lawan kata egoisme),
irasionalitas, dan kebodohan orang lain serta memanfaatkan diri sendiri dan
atau kecerdikan untuk menipu.

Pada dasarnya sikap egois
atau orang yang egois memiliki sifat serakah meskipun tidak terlalu nampak
bahwa ia serakah. Orang yang egois sebetulnya menyimpan ketakutan dan
kekhawatiran akan kehilangan apa yang menjadi miliknya atau haknya. Orang yang
egois tersebut memiliki kebutuhan yang besar akan ketentraman atau keamanan.

Dampak Negatif Egoisme

Sifat egois ini bisa
berdampak negatif yang selalu hadir didalam hidup kita. Contoh sifat egois
adalah selalu merasa benar bila dinasihati, tidak suka mendengarkan sesuatu
yang baik yang disampaikan, hidup yang amat sangat terlalu bebas tanpa
aturandan larangan, memuaskan diri sendiri, suka merugikan orang lain, tidak peduli
dengan orang-orang dan lingkungan sekelilingnya dan semua hal negatif pada diri
kita yang hadir dengan jelas.Coba kita pikirkan, bila memiliki sifat negatif
seperti itu berarti sifat egois kita lah yang menendalikan hidup kita
sepenuhnya tanpa kita sadari. Seuanya menjadi tidak terkendali dan tidak
terkontrol, bahkan tidak bisa dihentikan oleh diri kita sendiri maupun oleh
orang lain.

Pada akhirnya akan berakibat pada diri sendiri dan orang lain,
seperti: musibah, bencana, permusuhan, pertengkaran, kriminalitas, dan pasti
diri kita akan ditinggalkan oleh orang-orang terdekatdan disekeliling kita.

Bila kita tahu hal-hal
tersebut tidak pernah ada baiknya tapi kenapa masih banyak manusia didunia ini
dari dahulu sampai mungkin akhir kehidupan ini tetap tidak peduli dengan sifat
egois yang negatif yang terus menendalikan diri, bahkan membiarkan semua sifat
egois yang negatif itu terus hidup dan dan berkembang didalam diri kita? Ya,
hanya diri kita sendirilah yang bisa menjawab semuanya.

Dampak Positif Egoisme

Disatu sisi sifat egois
itupun bisa berdampak positif, seperti: terlalu ingin melindungi orang yang
penting didalam hidup kit demi keselamatannya, suka mengatur untuk kebaikan,
tidak suka melihat hal-hal yang tidak baik, selalu berusaha walaupun sering mengalami
kegagalan, bertekad untuk berhasil walaupun halang rintangan berbahaya
sekalipun menghadang, membantah untuk sesuatu yang tidak baik dan berdampak
buruk, dan semua hal positif lainnya.Sifat egois ini merupakan sifat yang
dapat kita kendalikan dengan kesadaran yang penuh dan akan berdampak keuntungan
bagi diri kita dan orang lain seperti: keselamatan, kasih sayang dan kepedulian
serta kepekaan terhadap orang lain dan lingkungan.

Pada hakekatnya Tuhan
selalu menciptakan segala sesuatu dengan dua sisi, oleh karenanya selalu ada
positif dan negatif, hitam dan putih, kebaikan dan keburukan, kerugian dan
keuntungan, atas dan bawah, dan banyak hal lainnya. Semuanya ini menjadi
pilihan hidup kita masing-masing, dan manakah sifat egois yang pantas hadir dalam
diri kita dan mana sifat egois yang harus kita buang serta kita singkirkan dari
dalam diri kita sebelum semuanya menjadi penyesalan pada akhirnya.Sudah banyak
contoh yang jelas dapat kita lihat karena dampak dari sifat egois, dan ternyata
lebih banyak berdampak negatif serta kerugian dalam hidup ini. Untuk semuanya
itu, gunakanlah akal dan pikiran kita yang Tuhan berikan sebagai anugerah
terbesar untuk manusia agar kita dapat menentukan semua pilihan selama kita
masih bisa bernafas.

Harapan, usaha, doa dan
keiklasan, serta kerendahan hati yang harus kita tanamkan dalam hidup kita agar
kita bisa melangkah kesatu titik keaikan yang bisa membawa kita untuk
mengendalikan semua sifat egois yang hidup didalam diri kita. Jadilah diri
sendiri walaupun dengan banyak kekurangan, tapi tak merugikan orang lain. 

Cara Menghilangkan Sifat Egois

 

  1. Jadilah pendengar yang baik, Berusaha dan belajarlah untuk mendengarkan, sekalipun yang dibicarakan tidak menarik tentunya kita wajib mendengarkan. Lakukan cara ini untuk melatih sifat menghargai.
  2. Terbuka terhadap kritik, tidak selamanya kritik itu menunjukan sesuatu yang negatif. Untuk menjadi lebih baik, kita wajib menerima dengan lapang dada masukan dan kritikan, toh hasilnya juga untuk kita.
  3. Hindari merasa bahwa diri kita yang paling penting dan paling baik. Perasaan seperti ini amat menggangu dalam pergaulan, terlebih ketika kita berada di lingkungan baru.
  4. Kurangi sifat sosialita, karena terlalu sibuk dengan sosial media kita jadi kurang memperhatikan lingkungan sekitar. Ingat kebiasaan narsis memicu sifat egoisme, jadi jangan terlalu narsis.
  5. Bersabarlah dan luangkan waktu untuk rileks.

Sekian dulu sharingnya tentang Cara Menghilangkan Sifat Egois, semoga bermanfaat dan dapat menjadi Inspirasi untuk Anda.





Sumber Referensi:
Wikipedia Bahasa Indonesia
( http://id.wikipedia.org )

11 Replies to “Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Pergaulan Sehari-hari ketika Berada di Lingkungan Baru”

  1. Diar Nurhakim

    Iya kalo egois di lingkungan yang baru, maka tidak akan punya teman, ibaratnya lirik lagu ini: budak sombong moal boga babaturan.. hehehehe 🙂 dan masukannya bagus pa, saya setuju… sip dah! hehehehe 🙂

  2. Dewii Ainul Mardhiah

    egoisme adalah salah satu sifat yang akan membuat kita jauh terhadap orang lain dan hati nurani 😀 hehe

    makasih mas informasinya, menambah pengetahuan juga 🙂

  3. daniel

    Terima kasih atas kepercayaannya untuk promosi gratis ditempat kami, akan tetapi saya rasa hal ini kurang efektif, aakan jauh lebih baik jika dilkukan dengan cara yang baik dan kalo bisa berbayar,

    Trims

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *