Cara Menguatkan Mental Dalam Diri & Memupuk Resiliensi untuk Bertahan Hidup di Dunia yang Sulit

Mengapa banyak sekali orang mengalami kegagalan?

Dan yang paling anehnya lagi, hal ini biasanya malah memukul mundur bakat, kemampuan, atau bahkan motivasi seseorang.

Didunia ini, banyak sekali orang yang sangat cerdas mengalami kegagalan, bahkan untuk alasan paling sederhana: “mereka kurang memiliki daya resiliensi yang tinggi atau kemampuan untuk bertahan menghadapi masalah sangat rendah bahkan nyaris masuk got”.

Jika Anda ingin benar-benar menikmati hidup, sukses dalam karir maupun bisnis, serta mampu bertahan dengan baik di dunia yang sulit, Anda perlu membangun resiliensi sekarang juga.

Untuk mencari tahu bagaimana caranya dan dari mana memulainya, baca artikel ini hingga tuntas, jika perlu ditemani dengan secangkir kopi hangat dan camilan yang rasanya sedikit asin biar gak tinggi kadar gula darahnya.

 

Apa itu Resiliensi?

Dari tadi ngomongin resiliensi, mungkin ada yang udah tau…tolong bantu jelasin dong?

Resiliensi (resilience) adalah kemampuan untuk menghadapi kondisi apapun yang terus saja membanting ataupun “memukul” hidup kita, nenek saya dulu bilang “tahan banting”. Lebih lanjut bisa Anda baca di WIKIPEDIA.

Menjadi orang yang tangguh itu berarti bisa bangkit kembali, bahkan setelah terjadi sesuatu yang sangat buruk dalam hidup.

Salah satu karakteristik utama orang sukses adalah mereka tidak takut dan terus saja mencoba setelah gagal. Anda tahu kenapa? itu karena mereka telah dan selalu belajar untuk menjadi tangguh.

Berikut ini ilustrasi sederhana:

Ada dua orang profesional melamar kerja di perusahaan, kemudian keduannya mengikuti wawancara untuk pekerjaan yang mereka impikan. Dari hasil wawancara, tak satu pun dari mereka diterima bekerja.

Reaksi orang Pertama (Tangguh): Dia tidak membiarkan kemunduran sekecil apapun menjatuhkannya, dan dia terus melamar pekerjaan ke perusahaan lain. Usahanya akhirnya berbuah manis, tak lama berselang, dia mendapatkan pekerjaan yang diimpikan dan faktanya pekerjaan tersebut lebih baik dari pekerjaan aslinya.

Reaksi orang kedua (Lembek): Setelah gagal dan tidak mendapatkan pekerjaan, dia langsung kehilangan semua kepercayaan diri. Yang muncul dalam benaknya, dia orang yang gagal, dia tidak pernah mencoba, dia juga gak mau repot masukan lamaran ke berbagai perusahaan dan dia mungkin juga sudah menyerah sejak awal. Dia akhirnya berhenti melamar pekerjaan yang benar-benar dia inginkan, dan bertahan dengan karier yang jauh di bawah kemampuannya.

Dari kedua ilustrasi diatas, dimana posisi Anda saat ini? Udah serius amat bacanya, gak perlu dijawab juga kali….

Bagaimana selanjutnya?

Langkah pertama adalah Anda harus belajar lebih banyak tentang bagaimana kekuatan dan resiliensi bisa membuat Anda lebih sukses, apakah Anda mau? Mari kita lanjutkan…

 

Langkah-langkah Menuju Sikap Mental yang Tangguh dan Tahan Banting

Apakah kita sudah siap memulai perjalanan menuju pribadi yang tangguh?

Saya katakan “kita” tentu saya juga masih dalam tahap belajar, dan terus belajar.

Dibawah ini merupakan sejumlah spot yang menarik dan bagus untuk memulai perjalanan kita, memahat masa depan dan membentuknya dalam wadah yang benar-benar spektakuler dan membahana hingga ke sekujur tubuh.

 

Belajar Mengusir Ingatan yang Menakutkan (Trauma)

Apakah anda memiliki pengalaman buruk di masa lalu yang membuat anda takut untuk mencoba lagi?

Mungkin Anda pernah jatuh dari sepeda ketika belajar naik sepeda, atau Anda terlalu takut untuk naik ke pelana kuda setelah Anda terjatuh?

Perlu diketahui, belajar mengusir ingatan atau trauma itu memang sulit dan ini merupakan langkah awal dalam membangun sikap mental yang tangguh.

Langkah ini memang tidak mudah, namun bukan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Berikut ini ada sejumlah “ide cetar” bagaimana kita harus memulainya:

  1. Belajar menerima apa yang terjadi, dan bagaimana hal itu mempengaruhi sikap Anda, lebih lanjut bisa Anda baca cara menghadapi dan menerima kenyataan sulit.
  2. Jangan pernah merasa bahwa seharusnya Anda tidak perlu marah karena “orang lain memilikinya sesuatu yang lebih baik dari Anda”.
  3. Jangan menetapkan batas waktu yang terlalu singkat, akan tetapi biarkan diri Anda mengatasi masalah tersebut ketika Anda sedang sendirian.
  4. Cobalah meminta bantuan, entah itu dari keluarga, teman, atau mungkin mereka yang lebih mengerti tentang masalah Anda.
  5. Menerima apa yang terjadi dalam hidup Anda memang tidak mengubah mengubah apa yang telah terjadi, akan tetapi hal ini jangan sampai mengambil alih kendali dalam hidup Anda.
  6. Coba renungkan dengan cermat, lalu fokuslah pada semua hal yang harus Anda syukuri, kondisi ini akan membuat anda lebih lega. Lebih lanjut tentang manfaat bersyukur bisa Anda baca DISINI.

Saya kira anda ingin sekali mengetahui langkah-langkah dalam mengatasi trauma, begitu juga dengan saya.

Lihatlah kedepan, bukankah mengatur kehidupan ini sungguh menakutkan, jadi maukah anda tetap bertahan dengan kondisi Anda yang sekarang? Nggak kan!

Pertanyaannya: Apakah Anda memutuskan untuk menghindari apa yang Anda takutkan ketimbang bergerak maju selangkah demi selangkah menuju apa yang ingin Anda tuju?

Tentu saja tidak.

Sayangnya kita seringkali menjalani hidup kita dengan rasa takut dan selalu diliputi ketakutan, dan ini artinya kita sudah kehilangan banyak kesempatan dan pengalaman baru.

Memang membutuhkan waktu untuk mengatasi rasa takut, tentu masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi.

Mulailah dengan mengidentifikasi ketakutan Anda, dan cobalah untuk mencari akar masalahnya. Mungkin Anda takut dengan sesuatu yang tidak pasti dan tidak diketahui, takut terhadap kritikan, atau takut ditolak orang lain.

Sekarang, coba anda bayangkan sejumlah skenario terburuk dalam setiap situasi, terkadang kita baru menyadarinya setelah itu benar-benar tidak terjadi dan kalaupun terjadi gak buruk-buruk juga kok.

Ingin belajar lebih banyak tentang bagaimana rasa takut bisa merusak hidup Anda?

 

Mulailah Belajar Mengatasi Rasa Takut yang Anda Hadapi

Tidak peduli seberapa besar ketakutan anda, jika anda berhasil mengatasinya maka hal itu amatlah berharga.

Dulu saya sangat takut untuk donor darah, saya juga takut sama jarum suntik. Saya membayangkan bahwa jarum untuk menusuk pembuluh darah itu sangat besar dan terasa sakit, entah kenapa rasanya ada dorongan yang sangat kuat, akhirnya saya memberanikan diri dan rasa sakitnya tak seperti apa yang saya bayangkan.

 

Artikel terkait: Cara Menghilangkan Rasa Cemas dan Takut Berlebihan.

 

Beberapa orang menyarankan untuk mencoba pendekatan yang ditargetkan untuk mengatasi ketakutan, mungkin Anda bisa mencoba tantangan ini:

Cobalah tantangan “30 Hari Tanpa Ketakutan”

Tantangan ini biasanya akan membuat Anda sangat hepi dari sebelumnya, bahkan anda lebih kuat dari apa yang anda bayangkan.

Disini Anda akan berlatih dan mengembangkan keterampilan menghilangkan rasa takut, cobalah untuk:

  1. Membuat jurnal secara konsisten tentang ketakutan yang Anda alami.
  2. Ciptakan lebih banyak “Me Time”.
  3. Memberanikan diri untuk berbicara di depan umum.
  4. Rutin berolah raga setiap hari, joging, senam dan lainnya.
  5. Mengunjungi tempat-tempat baru yang mendatangkan pengalaman baru.
  6. Berkomunikasi dan bersosialisasi lebih percaya diri.
  7. Mencoba aktivitas baru yang menegangkan dan menyeramkan, mengunjungi tempat mistis,
  8. Selesaikan setiap masalah, bukan lari dari masalah.

Diakhir hari yang ke 30, Anda akan merasa siap menghadapi kejadian apapun, termasuk mengadapi ketakutan.

 

Apakah Resiliensi berbeda dengan Optimisme?

Ya, sudah jelas bukan keduanya berbeda. Ini adalah mitos yang umum terjadi disemua kalangan.

Tentu saja sangat bagus untuk berani mencoba dan bersikap positif, akan tetapi optimisme yang membabi buta sebenarnya sangat merugikan.

Bila sesuatu yang buruk terjadi, apakah Anda tetap melakukannya atau bertindak seolah-olah Anda tidak peduli sama sekali?

Menekan emosi Anda dengan cara ini sangat berbahaya, dan justru kebalikan dari resiliensi.

Resiliansi sama halnya membiarkan diri Anda mengalami perasaan sulit dan bekerja melaluinya dengan cara yang sehat, bukan berpura-pura atau sok sabar.

Optimis terkadang membutakan kita pada hal-hal yang penting.

Jika Anda merasa tidak enak dengan pekerjaan, itu bisa jadi pertanda bagi Anda untuk beralih ke pekerjaan yang baru.

Jika Anda tidak bahagia di tempat tinggal Anda, akankah Anda pindah ke tempat lain?

Mendengarkan emosi Anda bisa saja membantu Anda dalam membuat keputusan yang mengubah hidup Anda menjadi lebih baik. Mengabaikannya justru menyebabkan hilangnya kesempatan untuk perubahan positif dalam hidup.

Ingin tahu bagaimana perbedaan antara optimisme dan ketangguhan?

Ikutilah ujian ketangguhan untuk melacak perjalanan Anda, sudah sampai dimanakah proses pembentukan resiliensi dalam diri Anda.

Kesimpulan

Jadi, apakah Anda sudah mulai mengambil langkah untuk menjadi orang yang lebih tangguh.

Akan tetapi bagaimana Anda mengetahui bahwa hal ini benar-benar bekerja?

Lihatlah apakah hal bermanfaat dalam kehidupan Anda sehari-hari, Anda bisa saja mencoba menjalani ujuan ketangguhan ini, seperti mengikuti Out Bound, Terjun Payung atau Arung Jeram dan lainnya

Pastikan untuk membuat catatan skor capaian Anda, lakukan ujicoba secara berkala untuk melihat seberapa besar Anda telah memperbaiki diri.

Ingin menjadi lebih kuat dalam menghadapi apa pun yang terjadi dalam hidup Anda?

Mulailah mengembangkan sikap mental tangguh sejak hari ini, kalau bukan hari ini trus mau sampai kapan kayak gini?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *