Mau Lebih Kreatif? Saatnya Menancapkan Teknik SCAMPER Dalam Otak Anda

Anda pasti sudah pernah mendengar apa itu metode
SCAMPER bukan? Ya, metode ini di gadang-gadang ajaib sehingga mampu mendongkrak
tingkat kreatifitas seseorang dalam menghasilkan karya yang lebih inovatif.
Dan kalau menurut pendapat saya pribadi, metode ini
sangat cocok juga diterapkan dalam pembelajaran, penulisan kreatif dan penciptaan
sebuah karya terbaru maupun pengembangan diri.
Mengapa metode scamper ini menjadi populer dan sangat
cocok untuk mengasah kreatifitas?
Karena metode atau teknik ini cenderung meningkatkan
kesadaran seseorang akan hal sederhana yang ada disekitarnya. Kemudian
mengubahnya menjadi sebuah temuan baru yang lebih fresh. Bukan hanya memicu
kreatifitas, dapat pula diterapkan dalam hal pembelajaran.
Jadi semakin menarik dan tentunya memantik rasa
penasaran Anda bukan?
Untuk itu, siapkan
diri Anda karena pembahasan ini sepertinya memakan waktu lama. Jadi mari
segera kita mulai.

Siapa Sih
yang Pertama Kali Mengembangkan Metode Scamper Ini Sobat?

cara meningkatkan kreatifitas dengan metode scamper
Metode/teknik
scamper pertama kali dikembangkan oleh Bob Eberle. Tujuannya untuk memberikan solusi
bagi setiap orang yang merasa bahwa tingkat kreatifitas dalam dirinya belum
maksimal.
Berangkat
dari tujuan tersebut kemudian Bob mulai berfikir. Kemudian ia merumuskan metode/teknik
yang terdiri dari beberapa kata sehingga terciptalah Metode/teknik SCAMPER.
Poin
inti dari metode ini, akan membantu seseorang untuk berpikir mengubah produk
atau karya yang sudah ada, sehingga tercipta temuan baru yang memiliki konsep
dan bentuk yang berbeda dari aslinya.
Metode
ini sesungguhnya memaksa otak seseorang untuk berpikir keras dalam menemukan
alternatif baru, sehingga otak menjadi terbiasa untuk berpikir kreatif. Berpikir
keras namun nggak bikin seseorang lantas stress apalagi depresi lho!
Metode
atau teknik SCAMPER merupakan sinonim
dari 6 huruf yakni S (substitute), C
(combine), A (adapt), M (modify), P (put to another use), E (eliminate) dan R (reverse). Secara sederhana, pemahamannya dapat kita simpulkan
sebagai berikut:
S: substitute (pengganti):
komponen pendukung, bahan, material, manusia.
C: combine (mengkombinasikan):
campuran, penggabungan barang atau jasa lain, mengintegrasikan.
A: adapt (beradaptasi): mengubah,
berubah fungsi, menggunakan sebagian dari elemen lain.
M: modify (memodifikasi):
meningkatkan atau mengurangi skala, berubah bentuk, memodifikasi atribut
(misalnya warna, bentuk, kemasan dan lain-lain).
P: put to another use
(dimanfaatkan untuk penggunaan lainnya): memiliki fungsi lain dari yang sudah
ada sebelumnya.
E: eliminate (menghilangkan):
menghapus elemen, menyederhanakan, dan lain-lain
R: reverse (memutar/membalikkan):
memutar dari dalam ke luar atau dari atas ke bawah, juga menggunakan pembalikan
 

Contoh
Penerapan Metode/Teknik Scamper dalam Penulisan Kreatif

Kali
ini saya akan mengambil contoh yang sangat sederhana. Anggap saja Anda seorang
blogger yang bergelut dalam hal penulisan kreatif dengan topik pengembangan
diri.
Saat
ini, blog Anda sangat membutuhkan artikel fresh yang cara pembahasannya
inovatif dan mesti sesuai dengan kebutuhan pembaca sekarang, bukan Cuma ramah
pada SEO akan tetapi ramah pula dengan pembaca.
Pertama
kita mulai dengan Subtitute, seperti
yang kita tahu bahwa seseorang akan tertarik membaca tulisan karena melihat
headline atau judul. Maka mulailah membuat judul tulisan gak cuma menarik aja tapi
bisa bikin heboh dan memantik rasa penasaran pembaca.
Dari
mana inspirasi judul yang bikin heboh? Berkunjunglah ke blog atau website yang
terkenal, kemudian modifikasi judul mereka dan sesuaikan dengan tema tulisan
Anda.
Contoh:
Cara Mendongkrak Tingkat Kreatifitas
Menulis dengan Teknik SCAMPER
”. Judul ini saya modifikasi dari sebuah blog
keren, saya memodifikasi kata Meningkatkan
menjadi Mendongkrak.
Berikutnya
Kombinasi, sekarang mari kita
kombinasikan dengan headline / judul yang menghebohkan ini dengan isi konten
yang fresh. Judul dan keseluruhan konten harus saling terhubung, jadi nggak Cuma
menang di judul aja, isi kosong. Apa gunanya coba.
Dalam
kasus ini lagi-lagi saya ambil contoh tulisan ini. Saya kombinasikan dengan ide
saya yang tentunya sesuai dengan niche blog saya yaitu Pengembangan Diri. Penulisan
kreatif itu sudah biasa, tapi bagaimana dengan teknik/metode scamper? Pasti Anda
sangat penasaran ingin membacanya kan?
Berikutnya
poin Beradaptasi, pembaca akan
sangat senang bahkan dengan suka rela klik tombol share sosmed, jika isi konten
yang unik dan bermanfaat bagi banyak orang. Mesikpun kontennya menarik tapi
terlalu mainstream, itu hanya akan dibaca, nggak di share ke temannya.
Poin
berikutnya yakni Menghilangkan. Nah,
dalam kasus ini kreatifitas saya fokuskan pada cara menulis kreatif bermodalnya
headline dari website lain yang sudah terkenal. Ingat, bukan jiplak ya
melainkan mengambil idenya. Kata meningkatkan
saya hilangkan kemudian saya ganti dengan Mendongkrak.
Terakhir
yaitu poin Membalikan, pada umumnya
postingan blog lebih berfokus pada kepadatan kata kunci agar semakin SEO
friendly. Sedangkan dalam penulisan naskah ini saya balik menjadi lebih ramah
dengan pembaca yang adalah manusia bukan mesin.

Mengapa Setiap Orang Ingin Lebih
Kreatif?

Pertanyaan
ini kadang membuat saya tulis tidur dimalam hari. Bukan karena saya nggak kreatif
melainkan memaksa saya berpikir keras untuk menciptakan lebih banyak konten
fresh pada blog saya ini.
Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk terus tumbuh
ke arah yang positif. Sehingga untuk merengguk hal tersebut memang banyak cara
bisa dilakukan, namun yang lebih penting adalah tingkat kreatiftias.
Kreatiftas dapat memicu diri kita untuk terus tumbuh
dan bekembang, berbagai cara dapat dilakukan, namun yang paling penting adalah
mampu menghasilkan sebuah karya yang tergolong kreatif, seperti konten yang
fresh dan ditulis dengan cara yang tidak biasa.
Menjadi kreatif tidak segampang membalikan telapak
tangan, namun metode scamper ini sangat efektif kok. Metode ini hanya satu dari
sekian juta cara untuk menjadi kreatif, karena yang terpenting adalah
kepribadian untuk terus tumbuh dan keinginan serta komitmen yang kuat untuk lebih
produktif.

Mengapa Tingkat
Kreatifitas Menjadi Sangat Penting?

Kreatifitas menjadi pembeda antara satu orang dengan
orang lainnya. Saya dan Anda tentunya juga berbeda dan pasti nggak akan ada
yang sama meskipun memiliki sedikit kemiripan.
Dalam hal persaingan, orang yang memiliki tingkat
kreatifitas yang tinggi akan mudah mencapai tujuan, ketimbang orang yang tingkat
kreatifitasnya masih rata-rata. Sehingga untuk menjadi sukses, juga dibutuhkan kreatifitas.
Dalam hubungan dengan dunia kerja, bisnis atau apapun,
tentu kreatifitas menjadi penentu sukses atau tidaknya seseorang dalam menjalankan
aktivitasnya. Orang yang kreatif lebih siap menghadapi berbagai tantangan dalam
setiap pekerjaan maupun bisnis yang dijalani.
So masihkah Anda berpikir menjadi orang biasa?
Atau mungkin
ingin menjadi orang yang lebih kreatif tingkat dewa?
Atau mungkin Anda sangat tertarik
menggunakan metode scamper ini?

 

Jika memang begitu, silahkan saja Anda praktekan
metode scamper ini untuk mendongkrak kreatifitas Anda. Meskipun terkadang,
seseorang yang kreatif memiliki ide yang aneh bahkan tidak lazim bagi kebanyakan
orang, namun hal itu dapat diterima sebagai sebuah inovasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *