5 Langkah Konkret Menjadi Orang yang Sabar dan Tidak Pemarah

“Orang yang sabar disayang Tuhan”, kalimat inilah yang biasanya sering disampaikan oleh teman kita dengan maksud untuk mengingatkan agar kita selalu bersabar.
Namun terkadang kita berpikir bahwa mengucapkannya tak sesulit melakukannya, dimana kita membutuhkan kesabaran untuk menjadi orang yang sabar.
Satu kalimat yang paling sering saya sampaikan ketika mulai emosi: “Kesabaran saya sudah habis” atau “Kesabaran seseorang itu ada batasnya”.
Hal ini yang kadang menjadi klise.
Sebenarnya, kesabaran itu tiada batasnya. Jadi jika seseorang mengucapkan kalimat diatas, berarti dia belum bisa dikatakan orang yang sabar.
Menjadi orang yang sabar memang tidak mudah, namun bukan sesuatu yang mustahil. Apalagi di era digitalisasi yang serba cepat (cukup sekali tekan semua menyebar keseluruh dunia) terkadang membuat banyak orang kehilangan kesabaran.
Kabar baiknya, kesabaran adalah sebuah keterampialan (nilai atau sikap) yang bisa dilatih, dan di pelajari, ia akan tumbuh subur seiring berjalannya waktu.
cara Menjadi Orang yang Sabar dan Tidak Pemarah

Kesabaran membuat hidup lebih rilek dan pikiran damai sehingga berbanding lurus dengan kualitas hidup yang semakin meningkat.

Saya menulis ulang hal ini sekaligus untuk belajar kesabaran, dimana saya selalu membutuhkan kesabaran dalam segala hal.
Untuk itu, berikut ini merupakan ulasan lengkap tentang bagaimana cara menjadi orang yang sabar dan tidak pemarah, yang disadur dan diolah dari berbagai sumber terpercaya.
 

Bagian 1: Menemukan Alasan, Kenapa Anda Tidak Sabar?

cara menjadi orang yang sabar dan tidak pemarah

1. Mulailah mencari tahu penyebab Anda selalu terburu-buru

 
Contohnya ketika menunggu sesuatu yang penting seperti pesta atau keberangkatan pesawat.
Saya bahkan cenderung kehabisan kesabaran ketika mengerjakan beberapa dalam satu waktu atau saat memiliki skedul yang padat. Terkadang kita sering mengharapkan waktu berjalan sangat cepat ketika menunggu, dan setiap menit kita lalui dengan kesibukan dan ketidakteraturan.
Jika jadwal Anda sangat padat, jangan paksakan diri Anda. Pertimbangkan untuk menyusun ulang daftar tugas dan pekerjaan Anda sebelum hal ini mengubah reaksi alamiah sikap Anda terhadap situasi yang menyulitkan Anda.
Pertimbangkan pula untuk membagi tugas, agar Anda tidak kehilangan kendali atas diri Anda. Atau mungkin Anda hanya menggaruk-garuk kepala hanya sekedar untuk membuat diri Anda sibuk.
Jika memungkinkan, bagi tanggung jawab Anda dengan rekan Anda. Padatnya jadwal memang menjadi ujian kesabaran, namun disatu sisi Anda juga harus belajar membagi beban yang tidak bisa Anda tanggung.

2. Temukan pemicu utama hilangnya kesabaran Anda

 
Misalnya Anda jadi tidak sabar ketika harus menunggu dan tidak melakukan sesuatu.
Ketidaksabaran sering menjadi penyusup yang ulung dan datang tanpa kita sadari. Jika Anda sering merasa cemas, khawatir, atau tidak bahagia, sebenarnya ketidaksabaran inilah yang menjadi penyebab hal-hal tersebut.
Untuk mengatasinya, Anda harus menyadari mengapa hal ini terjadi. Dan hal ini akan sangat membantu Anda.
Apa saja kejadian, orang-orang, perkataan, atau situasi yang biasanya selalu membuat Anda kehilangan kesabaran?
Duduk yang tenang lalu tulislah hal-hal apa saja yang sering memicu timbulnya kecemasan, ketegangan, atau frustrasi dalam diri Anda. Sebagian besar pemantiknya biasanya bermula ketika kita sulit atau bahkan tidak bisa menerima kenyataan.

3. Mencari tahu dan menemukan polanya

Sadar bahwa kita tidak sabar sebenarnya juga bisa membantu kita. Hal ini akan memberikan peluang bagi kita untuk belajar dari hal itu.
Selain itu, dapat pula menyingkap korelasi ataupun keadaan yang tidak sehat dan tidak konstruktif, sehingga Anda mempunyai power untuk berubah.
Pelajari dan temukan polanya, selanjutnya Anda bisa berpikir secara logis tentang masalah ini dan menentukan apakah “ketidaksabaran” bisa Anda pahami atau apa manfaat buat Anda?.
Pada dasarnya sih tidak, tetapi paling tidak Anda bisa menemukan cara terbaik untuk mengatasi akar masalahnya dan yang paling penting Anda tidak hanya merasa tertekan olehnya.

Bagian 2: Menuliskannya

cara menjadi orang yang sabar dan tidak pemarah

Dalam satu minggu atau mungkin juga dua minggu saat Anda mengalami perasaan terburu-buru atau kehilangan kesabaran, tuliskan semua dalam sebuah jurnal.  Contohnya, 31 januari 2017 – menunggu antrian kamacetan.

Dalam membuat jurnal, hendaknya dicatat secara konsisten dan berurutan sesuai dengan tanggal kejadian. Beberapa manfaat dari jurnal:
1.    Jika Anda perhatikan, Anda akan menyadari perasaan ketidaksabaran Anda, hal ini tentu akan menjadikan Anda lebih siap. Selain itu, Anda akan melihat scara objektif perasaan tersebut dan melihat dengan jelas kejadian apa saja yang menyulutnya.
2.    Anda bisa menyimpulkan bahwa bukanlah situasi seputar ketidasabaran yang membuat Anda emosi melainkan perasaan itu sendirilah yang menyebabkannya. Melalui cara ini, Anda akan mampu mengendalikan diri ketika perasaan emosi itu muncul.

Bagian 3: Tahapan untuk Mengatasi

cara menjadi orang yang sabar dan tidak pemarah

1. Mengatasi gempuran emosi

 
Untuk jangka panjang, melatih kesabaran membutuhkan sikap mental Anda dalam memandang kehidupan. Kemajuan signifikan dapat Anda alami dengan cara bersikap santai pada saat Anda merasa kehilangan kesabaran.
Ambil nafas dalam-dalam lewat hidung kemudian hembuskan perlahan melalui mulut, lalu kosongkan pikiran Anda.  Saat melakukannya hendaknya Anda berkonsentrasi pada pernafasan sehingga Anda mampu mengendalikan sikap dan reaksi Anda tidak berlebihan.
 

2. Saat Anda tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengantisipasinya biarkanlah berlalu.

Sebaiknya Anda tidak menentang perasaan itu apalagi memaksakan diri, saat Anda tidak bisa berbuat apa-apa, lepaskanlah semuanya. Hal ini memang lebih mudah untuk dikatakan daripada dilakukan, namun bukan sebuah kemustahilan. Ingatlah bahwa ini satu-satunya jalan terbaik untuk dilakukan.
–      Pertama kali melakukannya ini akan sulit, apalagi untuk sesuatu yang tidak terlalu penting dan tidak memiliki konsekuensi, misalnya menunggu antrian bank atau menunggu hasil tes.
–      Saat Anda berusaha untuk lebih bersabar dengan usaha yang kongkrit terlebih dalam situasi yang tidak begitu sulit, secara bertahap kekuatan kesabaran Anda akan berkembang. Hal ini menjadi modal dasar bagi Anda ketika mengalami situasi sulit dimana Anda diuji untuk bersabar.
 

Bagian 4: Melihat Situasi secara keseluruhan

cara menjadi orang yang sabar dan tidak pemarah

1. Ingatlah selalu bahwa segalanya memerlukan proses

 
Seseorang yang kurang sabar biasanya memaksakan sesuatu untuk dilakukan sekarang dan tidak suka membuang waktu percuma. Ingatlah selalu bahwa tidak semuanya dapat dilakukan secara tergesa-gesa.
Mulailah memikirkan sesuatu atau kenangan yang sangat menyenangkan.
Satu hal yang perlu Anda ingat dimana kesabaran Anda kelak membuahkan hasil, hal inilah yang kemudian akan menjadi kenangan Anda.
Misalnya Anda bekerja secara bertahap untuk menggapai satu tujuan, memang tidak langsung membuahkan hasil. Atau mungkin Anda menantikan saat dimana Anda memiliki waktu untuk orang yang Anda cintai seperti isteri, anak atau orang tua Anda.
Mungkinkah kenangan itu ada ketika Anda kurang sabar? Saya kita tidak.
Segala sesuatu (hampir) dalam hidup memang memerlukan waktu dan desikasi. Saat tidak sabar, mungkin Anda sudah menyerah, bagaimana jika hal ini tentang tujuan hidup Anda atau hal-hal penting lainnya bagi Anda.
Hal-hal baik terkadang tidak datang pada saat kita setia menanti, namun hal ini benar-benar akan datang dan sering tidak terjadi secara langsung saat kita mengharapkannya.

2. Mengingat hal-hal yang paling berarti

Kurang fokus pada hal-hal penting dalam hidup bisa mengakibatkan kita tidak bersabar. Dunia akan damai jika kita bersikap baik, mudah memaafkan orang lain, bersyukur dalam segala hal, dan memetik setiap dari apa yang sangat berarti.
Jika timbul sesuatu yang tidak terlalu penting namun memantik sikap tidak sabar kita, maka luangkan waktu untuk mengingat hal-hal baik yang bisa mengurangi ketergantungan kita akan sesuatu yang tidak terlalu penting. Gak penting juga kalee, lewatin aja.

3. Ingatlah bahwa Anda akan memperolah apa yang Anda impikan

 
Menggapai impian perlu kematangan dan kesabaran, lebih dari itu kita juga harus memahami dan menerima dengan lapang dada. Jika Anda berusaha terlalu keras dan terkesan memaksakan diri mungkin memang hal itu benar.
Ada hal lain yang lebih penting, dimana Anda harus bersabar untuk memperoleh apa yang Anda impikan.
–      Setiap orang diciptakan memiliki keunikan masing masing, pun demikian demikian ada orang yang mudah meraih sesuatu namun tidak demikian dengan Anda. Satu hal yang terpenting bahwa Anda tahu cara mengantisipasinya, Anda bisa membuat kesibukan bahkan disaat banyak waktu luang.
–      Ingat pula bahwa kesabaran adalah keterampilan mental yang tidak terlupakan. Sikap tidak sabar bukanlah hal yang bisa Anda banggakan namun harus Anda buang, sebelum segalanya berlalu dan Anda dikendalikan oleh perasaan tersebut.
 

4. Selalu bersikap positif dalam hidup

 
Kesabaran memang sangat penting sama halnya dengan sikap dan reaksi positif kita. Ingatlah satu hal, kehidupan ini bukan perlombaan siapa cepat dan siapa lambat. Hidup adalah perjalanan yang seharusnya kita nikmati, entah itu manis atau pahit.

Bagian 5: Diam Sesaat dan Cermati Setiap pilihan

cara menjadi orang yang sabar dan tidak pemarah

1. Selalu memiliki rencana cadangan

 
Memiliki rencana merupakan suatu keharusan, namun terkadang tidak selamanya berjalan sesuai rencana. Terima setiap perubahan yang terjadi secara elegan. Jagalah selalu harapan agar Anda tetap bersikap realistis.
Hal ini tidak hanya berlaku pada lingkungan Anda, melainkan juga pada perilaku dalam keluarga Anda.
Bila Anda mendapati anak Anda atau pasangan Anda tanpa sengaja memecahkan gelas, itu berarti Anda belum menyadari fakta bahwa manusia tak sempurna. Bahkan, jika kejadian tersebut akibat kelalaian mereka, kemarahan seperti apapun tidak bisa membuat situasi menjadi lebih baik. Ini jelas membutuhkan perbincangan serius dan pengedalian diri.

2. Luangkan waktu sejenak untuk rileks dan beristirahat

Dalam hal ini, terdapat dua pengertian yaitu:
 
Pertama, luangkan waktu untuk berdiam diri tanpa melakukan apapun. Bukan nonton tv, bukan pula mengalihkannya untuk membaca. Intinya diam tanpa berbuat sesuatu.
Awalnya mungkin memang sulit, namun mengalokasikan sedikit waktu bisa memperlambat dunia Anda dan hal ini amat penting dalam pengembangan sikap guna menumbuhkan kesabaran.
Kedua, tak perlu menetapkan target yang tidak realistis sehingga sangat mustahil untuk dicapai pada diri sendiri serta lingkungan kerja Anda.
Terkadang kita merasa bahwa kita akan lebih sabar jika anak tidak merengek meminta sesuatu, gelas tidak pecah, laptop tidak hang atau orang lain tidak melakukan kesalahan.
Akan tetapi hal ini sangat mustahil…
Berharap bahwa dunia berhenti berputar atau bergerak lambat ibarat membenturkan kepada di dinding.
Ambil waktu rehat sejenak untuk Anda beristirahat, demikian pula anak-anak Anda agar mereka lebih leluasa bermain di luar rumah, dengan begitu Anda terhindari stres dan emosi negatif karena selalu memikirkan tingkah laku mereka.

Tips agar tetap bersabar

 
#1. Lakukan persiaan dan tetap fokus pada tanggung jawab Anda. Anda mungkin berpikir bisa melakukan berbagai hal, namun ternyata Anda hanya memiliki satu tugas yang wajib dilakukan yaitu apa yang ada di depan Anda.
Anda akan lebih tenang jika berhasil menyelesaikan pekerjaan Anda sehingga stres dan kecemasan berkurang, Anda juga akan merasa puas.
 
#2. Jika merasa terganggu oleh distraksi seperti bayi yang rewel dalam perjalanan jauh, lebih baik menjadi seorang pengamat pasif.
Bila Anda melatih diri dalam mengamati berbagai hal dan kejadian tanpa membuat opini atau memberi penilaian, maka keahlian untuk menyadari sesuatu akan lebih meningkat seiring berjalannya waktu, dengan catatan Anda tidak merasa terganggu.
 
#3. Kembangkan sikap sabar. Jangan memaksa mereka untuk bekerja lebih cepat, karena memang semua butuh waktu dan proses.
 
#4. Ada satu kalimat yang dikutip dari novel James Clavell, Shogun:
“Karma adalah awal pengetahuan. Berikutnya adalah kesabaran. Kesabaran itu sangat penting. Orang-orang yang kuat adalah orang-orang yang sabar. Kesabaran berarti membatasi kecenderungan Anda terhadap tujuh jenis emosi: kebencian, pemujaan, kesenangan, kecemasan, kemarahan, duka, dan rasa takut. Jika Anda tidak menyerah pada ketujuh emosi tersebut, maka Anda adalah orang yang sabar, dan Anda akan segera memahami seluruh macam sikap dan menjadi harmonis bersama keabadian.”
#5. Kesabaran merupakan kunci kesuksesan.
 
#6. Setiap satu menit Anda marah (ngomel-ngomel), maka Anda akan kehilangan kesempatan 60 detik kebahagiaan.
 
#7. Rasa bosan bisa menghilangkan kesempatan Anda untuk bersabar. Katakanlah Anda lagi menunggu antrian ke dokter, satu hal (mungkin satu-satunya) yang bisa Anda amati adalah pergerakan jarum jam dinding, jadi selamat berlatih bersabar.
Sebaliknya, bila Anda bisa membaca buku atau mengisi TTS, waktu bisa belalu sangat cepat. Jika tidak ada sesuatu yang bisa dilakukan saat menunggu, maka hargai fakta bahwa Anda tidak perlu melakukan sesuatu.
Di era digital yang serba cepat, sangat langka kesempatan untuk tidak berbuat apa apa, jadi harus kita hargai karena bisa membuat Anda melupakan segala sesuatu yang tak penting.
 
#8. Melatih diri untuk bersabar memang tidak mudah, Anda butuh lebih dari sekedar motivasi agar bisa lebih sabar. Anda bisa melakukannya, dan memang harus.
Bersabar memudahkan Anda dalam mengelola stres dan menyehatkan serta memperpanjang umur Anda, selain itu bisa menjadikan Anda lebih bahagia.
Jika Anda sudah mulai tidak sabar, ingatlah sisi positif dari kesabaran, karena emosi justru menimbulkan hal-hal buruk.
#9. Sabar saat menghadapi orang lain berarti Anda menaruh rasa hormat kepada mereka. Tidak ada satupun manusia yang sempurna. Bila Anda ingin menjadi orang tua, pimpinan, pasangan, atau sahabt yang baik, maka kembangkan sikap sabar dan bersabarlah terhadap orang lain.
Salah satu moto yang baik: “jangan menyepelekan sesuatu, sekalipun itu hal kecil”.
 
#10. Salah satu cara untuk menghalau stres yaitu dengan menuliskannya. Hasil riset membuktikan bahwa seseorang yang menulis tentang amarah mereka, akan jauh lebih sabar dan bisa belajar menerima perasaan negatif yang mereka rasakan.
Nah, bila suatu saat nanti Anda sedang emosi, tulislah tentang perasaan tersebut lalu temukan alasan mengapa Anda emosi.
 
#11. Ketika Anda berhasil mengubah sikap Anda menjadi orang yang sabar, Anda akan sadar bahwa kesabaran bisa menolong Anda melewati masa-masa sulit, tak peduli seberapa besar kesulitannya.
Satu hal lagi, kesabaran akan menolong Anda dalam menggapai goal hidup Anda.
 
#12. Jika Anda suka ketenangan, belatihlah meditasi dan yoga, karena hal ini sangat baik dan bisa mempercepat proses latihan kesabaran Anda.

Perhatian:

1. Kesabaran semestinya bukan landasan dalam melakukan prokrastinasi. Meskipun kesabaran bisa membuat Anda merasa lebih baik tanpa melakukan sesuatu, akan tetapi perlu dipahami bahwa berdiam diri bisa memicu terjadinya stres dan  ketidaksabaran.
2. Bersabarlah kepada orang lain yang menonjolkan sikap ketidaksabarannya. Apabila Anda merasa terganggu atas apa yang mereka lakukan, carilah alasan yang tepat untuk meninggalkan mereka dan menghindarkan diri dari sikap mereka yang membuat Anda khawatir.
Source:

 

  1. id.wikihow.com
  2. kompasiana.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *