Cara Menjadi Reseller Tanpa Modal dengan Omzet yang Menggiurkan, Emangnya Bisa?

Cara menjadi reseller tanpa modal dan
bisa dijalankan secara online, apa mungkin ya? Itulah pertanyaan yang pertama
kali keluar dalam benak saya ketika dua tahun yang lalu mencoba sebagai
reseller Zeintin khusus produk Idonesia.
Sebagai gambaran, Reseller itu adalah
menjual kembali suatu produk yang dilakukan oleh penjual setelah penjual tersebut membelinya
baik dari suplier atau pembuat produk. Yang namanya menjual kembali itu berarti kita membeli terlebih dahulu kemudian menjualnya. Itu artinya kita tetap memerlukan modal
untuk menjalankan bisnis reseller.
Jadi intinya, memang hampir mustahil bila
setiap usaha dijalani tanpa modal, dan itulah sedikit kenyataan yang kita
hadapi. Namun menurut jawaban saya bisa saja keduanya, yaitu bisa ya, bisa juga
tidak. Karena pengalaman saya ada yang mau barang kita ambil terlebih dahulu
dan pembayaran kemudian.
Setiap usaha pasti memerlukan modal,
setidaknya modal kemauan dan kerja keras. Sedikit mengulas pengalaman saya
waktu menjalakkan bisnis reseller, sejujurnya tidak mungkin sebuah bisnis
dijalankan tanpa modal. Baca: 7
Faktor Penyebab Kegagalan Usaha yang Perlu Dihindari
.
Cara Menjadi Reseller Tanpa Modal dengan Omzet yang Menggiurkan, Emangnya Bisa?

 

Jika ada yang ngomong seperti itu
mungkin dia sendiri belum pernah menjalaninya. Atau mungkin itu kalimat
penghias, fakta membuktikan bahwa tidak ada yang gratis, kalau pun ada pasti
banyak syaratnya.
Pengalaman saya beberapa waktu yang
lalu sebagai reseller, saya harus mengeluarkan modal terlebih dahulu, terutama
jika ada yang membeli. Bisa dijalankan tanpa modal, dengan syarat supliernya
sudah kita kenal dan mungkin teman kita sendiri.
Nah, tugas kita kemudian adalah
mencari suplier yang ada keterkaitan dan kerjasama. Agar cara menjadi resellertanpa modal itu benar-benar terwujud, tentu kita harus bekerja keras untuk
mencari suplier yang percaya. Dengan catatan kita bisa mengambil barang terlebih
dahulu dan bayar kemudian setelah pelanggan membayar.

Fakta yang terjadi dilapangan

Pada waktu itu saya fokus ada produk
zeintin yaitu sepatu, sandal dan jaket. Komisinya lumayan gede, yaitu 40% dari
setiap pembelian. Jika dihitung-hitung, untungnya memang tinggi, namun kita
tetap memerlukan modal untuk menjalani bisnis ini. Baca: Cara
Memaksimalkan Fungsi Email Sebagai Alat Komunikasi dan Bisnis
.
Setiap kali pelanggan melakukan order,
kita harus membayar terlebih dahulu kepada suplier, kemudian pembayaran kita
diterima ketika barang sampai ditangan konsumen. Untungnya kita tidak nanggung
biaya kirim, jadi keuntungan 40% udah bersih. Jadi kesimpulannya, untuk menjadi
reseller kita juga pasti memerlukan modal.

Tips Menjadi Reseller

  1. Pilih
    suplier yang benar-benar mempercayai kita terutama jika order meningkat drastis
    dan modal yang kita miliki belum semua terkumpul. Pastikan semua barang tetap
    bisa kita jual kepada pemesan, dengan catatan pembayaran setengah dari harga,
    dan pelunasan kepada suplier bisa dibayar uang hasil pernjualan terkumpul.
  2. Jangan
    terpaku pada satu sulier,carilah sebanyak mungkin dan lakukan kerja sama. Agar jika
    produk yang kita jual habis ditempat yang satu masih ada harapan pada suplier
    yang lain.
  3. Pilih
    produk yang paling unik, paling banyak dicari dan tentunya paling laris
    dipasaran seperti produk fashion, pernak pernik dari manik-manik dan lainnya.
  4. Selain
    penjualan secara off line, upayakan promosi secara online untuk lebih
    memaksimalkan hasil.
  5. Manfaatkan
    sosial media dalam berpromosi, misalnya buat halaman facebook khusus produk
    yang kita jual.
  6. Perbanyak
    kenalan (teman) baik di dunia nyata maupun dunia maya, agar omzet juga ikut membanjir.
  7. Berikan
    layana prima kepada pelanggan, terutama purna jual. Jika ada barang yang tidak
    sesuai, dapat dikembalikan (retur) dalam jangka waktu tertentu, misalnya 2
    minggu.

 

Keuntungan Menjadi Reseller

  1. Tidak
    perlu stok barang, karena kita cukup memesan barang yang diorder oleh pembeli.
  2. Waktu
    lebih fleksibel alias tidak terikat dengan siapapun. Mau untung besar, ya harus
    rajin jualan dan rajin menawarkan.
  3. Tidak
    memerlukan modal besar karena kita tidak perlu melakukan stok barang, sediakan
    modal seperlunya terutama jika ada order.
  4. Tidak
    perlu repot membuat produk sendiri, kita cukup menjual produk orang lain.
  5. Keuntungan
    dapat kita tentukan sendiri sesuai omzet yang kita miliki.
  6. Memiliki
    rencana bisnis sendiri, terutama dalam menentukan jenis produk, terget pasar,
    packing barang dan harga jual kepada konsumen dilakukan sendiri.

 

 

Kerugian Menjadi Reseller

  1. Stok
    barang tidak up to date, bisa jadi ada yang memesan tapi stok barang sudah
    terjual habis.
  2. Harga
    tidak bisa kita mainkan, alias ditentukan oleh pemilik produk.
  3. Nasib
    ditentukan oleh pemiliki produk, terutama jika ada perubahan perjanjian kita
    tidak bisa menolak.
  4. Masa
    depan ditentukan oleh laris atau tidaknya produk yang dijual.
  5. Menghambat
    kreativitas dalam menciptakan produk.

 

 Kesimpulan

Cara menjadi Reseller tanpa Modal dapat terwujud jika kita memiliki kenalan seorang suplier yang benar-benar mempercayai kita. Intinya tetap diperlukan modal, namun tidak terlalu besar karena tidak perlu stok barang. Ingat, setiap usaha/bisnis pasti memerlukan modal, terutama modal kemauan dan kerja keras.
Demikianlah
ulasan singkat tentang cara menjadi reseller tanpa modal pada kesempatan kali ini.
Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat serta menjadi referensi untuk Anda dalam
memulai bisnis sebagai reseller. Jangan lewatkan untuk membaca Tips
Memulai Sebuah Bisnis
.

4 Replies to “Cara Menjadi Reseller Tanpa Modal dengan Omzet yang Menggiurkan, Emangnya Bisa?”

  1. hanibi abna

    Seperti pengalaman saya mas, saya juga mjd reseller yaitu jualan ebook CPNS dgn modal sedikit tp bisa untung lumayan saat lg musimnya. Nice post, sir !

    • daniel

      Itu bisnis mantap, kalau lagi musim bisa panen uang mas…..bagi2 dong supliernya….sapa tahu nanti ada yang perlu

    • daniel

      Mungkin bisa dicoba reseller software atau aplikasi mas….sekarang sedang musim yang digital gitu…karena lebih mudah pengirimannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *