Cerita Dibalik Layar Migrasi Blogger ke WordPress

Proses migrasi blog danzierg.com dari blogger ke wordpress terbilang cukup panjang & rumit, untungnya tidak sampai melelahkan apalagi menyurutkan semangat. Kenapa tidak melelahkan? Ya karena saya nikmatin prosesnya dan gak mau mikirin apa yang akan terjadi, ujungnya jadi PARNO.

Kini blog danzierg sudah memasuki babak baru, yang baru saja dimulai…

Akhir tahun 2016 yang lalu, saya sempat bertanya bagaimana cara migrasi ke salah satu pentolan di komunitas blogger Pontianak. Sebelum proses ini pun saya sudah membaca puluhan artikel yang mengulik tentang cerita menarik para blogger yang migrasi ke wordpress.

Sebelum eksekusi pun saya pernah bertanya pada konsultan SEO & Internet Marketing, Darmanto.com, soal proses dan biayanya yang relatif terjangkau.

Beragam cerita dan cara yang diungkapkan, dengan gaya bahasa masing-masing, tentu semakin menambah keunikan dan keragaman cerita dibalik layar pada artikel ini.

O iya, ini postingan pertama di WP setelah saya migrasi, yang prosesnya memakan waktu kurang lebih 2 hari (gak penuh waktu ya), saya akhirnya menemukan theme yang saya rasa sesuai dengan ukuran blog saya dan tentunya style saya yaitu simple and easy.

Sampai artikel ini saya posting, saya masih dalam tahap pengaturan, maklum saja karena saya masih awam di dunia WP, apalagi semua belajar secara otodidak. Selain itu, masih ada beberapa artikel yang belum teralihkan dengan sempurna, page view blog adsense juga tiba-tiba nol karena saya belum koneksikan dengan google analistyc dan google search console, yang otomatis membuat penghasilan jadi nol juga.

Untungnya ini bukan sumber penghasilan utama saya dan saya melakukannya disela-sela waktu luang, jadi hasilnya minim pun saya tetap lakukan dan mudah-mudahan hari ini semuanya selesai dan saya tidur lebih tenang.

 

Alasan Migrasi ke WordPress

Seperti kebanyakan blogger lainnya, tentu saya juga punya alasan sendiri untuk migrasi ke WP, berikut alasan saya:

1.Ingin lebih serius menggeluti dunia blogging, mungkin aja kedepan bisa dijadikan profesi yang menjanjikan.

2.Memaksimalkan kinerja SEO blog, konon menurut apa yang saya pahami SEO blog WP jauh lebih maksimal dibanding blogger, SEO meningkat dan mudah-mudahan juga berdampak pada trafik yang makin meningkat.

3.Sebagai langkah ujicoba pengetahuan tentang migrasi blog ke WP, dimana saya bermodalkan info dari mbah google.

4.Ingin lebih profesional tampilan blognya….itu aja sih

 

Ada Pelajaran Paling Berharga

Dari kejadian ini, saya belajar banyak hal diantaranya:

1.Fokus pada tujuan dan pentingnya menghargai waktu, karena jujur saja saya tidak memiliki waktu yang lebih luwes dalam mengurus blog. Setiap ada waktu luang, harus saya manfaatkan untuk melakukan pemahaman terhadap blog WP.

2.Proses ini awalnya saya kira mudah dan memakan waktu singkat, kenyataannya saya masih harus bolak balik ke mbah google untuk mencari tutorialnya, untungnya sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Segala sesuatu awalnya memang sulit, untungnya ketika dijalankan jauh lebih mudah.

3.Satu hal lagi, ketika berhasil migrasi, proses tidak berhenti sampai disitu, saya harus lebih giat lagi dalam menulis dan promosikan blog. Kemungkinan besar, trafik saya langsung nol dan penghasilan adsense juga nol untuk seminggu pertama migrasi. Inilah tantangan sebuah perubahan.

4.Keberanian dalam mengambil keputusan akan menentukan hasil kesuksesan.

 

Bagaimana Selanjutnya?

Langkah berikutnya yang akan saya lakukan adalah lebih giat memposting artikel berkualitas baik ditulis sendiri maupun menyewa freelancer (jika punya modal). Saya pun harus mengeluarkan modal untuk mempromosikan blog lewat FB ADS, sekedar untuk mencari backlink dan meningkatkan brand di sosial media.

 

Jadi, apakah proses selanjutnya akan lebih mudah, kita tunggu saja cerita pada episode berikutnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *