Cerpen Michael Jackson

Cerpen Michael Jackson – Suatu hari saya iseng-iseng browsing di dunia maya, tanpa sengaja saya mengetikan kata kunci pada satu mesin pencari dan muncullah banyak pilihan, saya pun memilih satu cerita dengan judul,
Michael Jackson – Indonesia
Isi ceritanya kira-kira begini:
adalah seorang pria Taiwan yang bernama Deng Xiaoping. Dia adalah Pria yang sangat kaya tetapi tidak memiliki kemampuan berbahasa Inggris tiba di airport New York.
Setelah mengantri di kantor imigrasi, saat mencap paspor, petugas menanyakan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kunjungannya ke USA .
Pertanyaan pertama petugas imigrasi:
“Apa nama terakhir dari Presiden Pertama kami?”
Karena tidak mengerti bahasa Inggris dengan baik, dia menduga bahwa petugas menanyakan nama keluarganya (surename). Lalu dia menjawab: “Wo xing Deng (dibaca: wo sing Teng).” Dalam Mandarin berarti: “Marga saya Deng”). Fyi, dalam budaya Chinese, orang Chinese selalu memperkenalkan marganya dulu saat kenalan pertama kali.
Petugas Imigrasi mendengarnya “Washington! ” (karena sama bunyinya) lalu dia melanjutkan ke pertanyaan ke-2: “Untuk apa kamu mau pergi ke US?”
Pikirnya, secara logis tentu sekarang dia menanyakan nama saya. Lalu dia menjawab: “Xiaoping.”
Petugas Imigrasi mendengarnya : “Shopping!” atau jalan-jalan sambil belanja.
Pertanyaan ke-3 dari Petugas Imigrasi:
“Kendaraan apa yang kamu kendarain di Taiwan?”
Deng Xiaoping pun berpikir, kemungkinan yang ditanyakan statusnya di Taiwan, dan dia menjawab dalam bahasa Hokkien: “Bo bo.” (dalam Hokkien berarti: “Belum beristri”).
Dan Petugas Imigrasi mendengar: “Volvo!” lalu dia tersenyum dengan hormat dan bertanya lagi. Pertanyaan ke-4:
“Siapa penyanyi pop yang paling terkenal di USA?”
Saat ini Deng Xiaoping pun  sudah mulai tidak sabar dan mulai berkata dengan keras sambil menggerutu dalam bahasa Hokkien: “Mai Ko Cai Seng.” (arti: “Jangan main-main lagi dengan saya”).
Petugas Imigrasi mendengar: “Michael Jackson!”
Kagum akan pengetahuan si turis, petugas mencap paspornya.
setelah menyimak cerita di atas, saya berusaha memaknainya:
Sumber: diolah dari berbagai sumber

Pesan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *