Kenali Lebih Dini 7 Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Anda dalam Proses Pengembangan Diri

Apakah
Anda orang yang selalu ingin tumbuh lebih maju? Atau mungkin Anda orang yang
senang akan hal-hal baru yang semakin meningkatkan kreatifitas Anda? Dan percayakah Anda bahwa sikap Anda menjadi faktor yang mempengaruhi kepribadian Anda?
Jika
jawaban Anda adalah ya, maka Anda sudah berada pada jalur yang tepat. Kenapa
saya katakan demikian? Karena pada dasarnya, orang yang selalu ingin belajar
memiliki mental yang kekar dan kuat. Tentunya Anda sangat ingin memiliki kepribadian dan karakter yang kuat, bukan?
Pada
edisi sebelumnya, saya pernah mengulas tentang 45
cara meningkatkan kualitas diri
, nah untuk kali ini sedikit lebih dalam tentang kepribadian dan sikap yang mempengaruhinya.
Pada
dasarnya, manusia selalu ingin yang enak dan nikmat, untuk alasan itulah
kebanyakan dari mereka ingin terus berada di zona nyaman. Sedangkan, proses
pengembangan diri selalu menuntut perubahan, bahkan sangat kontras dengan zona
yang nyaman tadi.
Sejujurnya
yang bisa menghambat proses pengembangan diri seseorang adalah sikapnya
sendiri. Ia bahkan cenderung tidak bersekutu dengan sikapnya sendiri. Gimana
caranya Anda bersekutu dengan orang lain jika dengan sikap Anda sendiri selalu
terjadi konflik?
Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian
Dan
untuk melengkapi sajian kali ini, saya akan berbagi kepada Anda semua tentang
sikap yang selalu menghambat proses pengembangan diri, bisa jadi ini faktor yang mempengaruhi kepribadian Anda, berikut ulasannya.

Selalu Menganggap Sepele

Suatu
ketika saya pernah mengabaikan omongan istri saya tentang tempat menyimpan
kunci. Dia bilang, simpan kembali di tempat kita ambil pertama kali. Saya akui
bahwa saya sering menganggap bahwa itu hal sepele.
Suatu
ketika saya seadng buru-buru, saya bahkan tidak menemukan kemana kunci motor
saya, beruntung ada kunci cadangan, hasilnya saya jadi terburu-buru dijalan
yang justru membahayakan.
Nah,
dalam proses pertumbuhan diri Anda, sikap demikian sungguh menghambat. Untuk
itu, hargai sekecil apapun proses yang harus kita lalui. Karena dengan begitu,
kita bisa melatih disiplin diri. Dengan dengan sikap demikian kita semakin
sulit berkembang.

Sering Menunda-nunda

Ingat
waktu sekolah atau kuliah dulu, kita sering menunda untuk mengerjakan tugas
atau PR. Giliran disuruh dekati cewek cantik, pasti maju paling duluan.
Ya
itu memang dua hal berbeda, namun kita cermati, keduanya memiliki hubungan.
Menunda pekerjaan sama halnya membuang kesempatan, dan jika Anda membuang
kesempatan, maka Anda telah menunda kemajuan diri Anda.
Jika
Anda sering menunda, maka kemungkinan besar Anda juga bisa saja telah menunda
kebahagiaan Anda.
Sikap
yang demikian biasanya sering was-was, mudah stres dan sering di kejar deadline.
Untuk itu, segera selesaikan kerjaan Anda sebelum waktunya tiba, kelak Anda
juga yang menuai hasilnya.

Cepat Berpuas Diri dalam
Pencapaian

Ada
slogan mengatakan, lebih cepat lebih baik. Meskipun terkadang merasa cepat puas
bukan merupakan sikap yang baik. Saat Anda memperoleh pencapaian, seperti omzet
penjualan yang meningkat, jangan cepat ambil kesimpulan, lalu bersantai tanpa
ada usaha.
Ingat,
pencapaian adalah langkah awal bukan akhir dari perjuangan Anda. Jika Anda
percaya bahwa dunia ini sangat dinamis, maka Anda pasti menghindari sikap
seperti ini.
Dinamika
kehidupan bisa datang dan berlalu begitu cepat, jadi sungguh disayangkan jika
Anda merasa puas dengan pencapaian yang sekarang. Jadi teruslah tumbuh dan
teruslah bergerak.

Bersikap Acuh tak Acuh

Sebuah
proses yang tampak sederhana terkadang terlewatkan, namun berdampak besar dalam
hasil akhir. Contohnya saat Anda sedang menggunakan kendaraan, Anda harus
teliti dan mentaati peraturan dan tertib administrasi.
Sikap
acuh tak acuh sangat menghambat dalam pertumbuhan (pengembangan diri),
karenanya hindari agar Anda tidak menyesal.
Suatu
kali saya pernah bersikap demikian, akan tetapi seiring berjalannya waktu, saya
jadi malu sendiri karena orang yang saya acuhkan justru menjadi penolong saya
disaat saya benar-benar membutuhkan bantuan.

Selalu Merasa Benar

Tidak
ada manusia yang sempurna, kecuali hanya dalam lagu Andra and The BackBone yang
berjudul “Sempurna”.
Saat
Anda benar, tidak lantas membuat Anda besar kepala atau sombong. Demikian juga
saat menerima kritikan, jangan menganggap bahwa kritikan akan merendahkan
martabat kita. Setiap kritikan yang kita terima adalah sebagai alat komparasi,
biarkan kritikan itu membuat kita semakin tumbuh dan berkembang.
Saat
Anda merasa lebih hebat, itulah awal kesombongan yang justru bisa menghancurkan
Anda.

Tidak Memiliki Komitmen yang Kuat
untuk Berubah

Agar
kita semakin berkembang kita harus memiliki komitmen yang kuat. Seirama dengan
tindakan kita yang positif, komitmen akan meresap ke sekujur tubuh kita memberi
kita kekuatan untuk mau berubah menjadi lebih baik.
Berkomitmen
berarti memiliki kemauan keras untuk bertindak, meskipun banyak halangan toh
akhirnya tetap dilakukan. Dari sinilah kemudian timbul kekuatan untuk terus
berjalan di jalur yang benar.
Jika
Anda ingin terus bertumbuh, Anda harus memiliki komitmen yang kuat agar jiwa
dan raga Anda sejalan. Dengan begitu, law of attraction semakin nyata dalam
kehidupan Anda. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan, ungkapan ini yang selalu
dipegang jika Anda ingin terus memajukan diri.

Selalu Berpikir negatif

Pikiran
memiliki kekuatan dahsyat dalam mengendalikan kehidupan kita. Kita bisa merasa
sangat bahagia, sedih, kuat, termotivasi atau yang lainnya hanya dengan
mengontrol pikiran kita.
Berpikir
negatif justru membawa dampak yang tidak baik, karenanya law of attraction
(hukum tarik menarik) semakin jauh. Berpikir positif juga penting, terlebih
saat kita menghadapi masalah.

 

Orang
yang selalu berpikir positif akan bersikap tenang dan memandang masalah adalah
kesempatan. Sementara orang yang negatif akan selalu mencari busuknya bau
bangkai di tengah harumnya kuntum bunga yang mekar di taman bunga. Mana yang
Anda pilih?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *