Headline Kompas Hari Ini, Dominasi Berita Seputar Dunia Sepak Bola baik FIFA maupun Kekalahan Indonesia

Kekalahan Timnas Indonesia atas
Myanmar menjadi headline kompas
hari ini
, sungguh luar biasa. Kalah aja bisa jadi headline, gimana kalau
menang atau sampai juara?
Menarik memang kompas hari ini, mengulas kekalahan Timnas
Indonesia dalam ajang Sea Games 2015. Kekalahan U-23 atas Myanmar merupakan
sejarah star terburuk sejak tahun 1995.
Kekalahan menyakitkan ini tentu saja
gambaran masa depan Timnas Indonesia yang sedang mengalami goncangan mental. Selain
berdampak pada Asosiasi Lembaga PSSI, berdampak pula pada mental pemain Timnas
yang berlaga di ajang Sea Games 2015.
Baca juga Headline Kompas Hari
Ini
tanggal 2 Juni 2015
.
Indonesia berada di grup A bersama
Myanmar, Singapura, dan Filipina. Saat ini pimpinan klasemen sementara dikuasai
oleh Myanmar menyusul kemenangan besar atas Indonesia pada pertandingan
pertama.

Prediksi saya kalau sampai menang,
pasti kegembiraan akan dirasakan oleh seluruh pendukung di tanah air. Karena
saat ini sepak bola Indonesia sedang berduka menyusul dibekukannya PSSI oleh
FIFA.
Artikel lainnya Headline Kompas
Hari Ini
tanggal 1 Juni 2015
.
Semakin menarik aja nih pembahasan
kompas. Dan tidak salah saya hobi nongkrong di situs ini. Kompas online memang
sumber informasi yang terpercaya.
Selain menyoroti kekalahan Timnas
U-23, Kompas hari ini juga menyoroti
kemelut kasus korupsi ditubuh FIFA. Berikut daftar headline kompas:
  1. Surat skandal kasus korupsi
    FIFA Bocor
  2. Sepp Blatter Mengundurkan Diri
  3. Cerita penumpang Garuda yang
    Tergelincir karena pengereman Keras

Demikian ulasan Kompas Hari ini,
semoga memberikan informasi yang bermanfaat untuk Anda.

6 Replies to “Headline Kompas Hari Ini, Dominasi Berita Seputar Dunia Sepak Bola baik FIFA maupun Kekalahan Indonesia”

  1. Indra DP

    yah, inilah drama dunia sepak bola negeri ini.. udah kena sanksi kalah pula

    • daniel

      Seperti diujung tanduk saja nasib sepak bola kita ya mas, udah jatuh ketimpa tangga pula….habislah

  2. Mas Rip

    entah terlalu besar negaranya jadi untuk mengatur semua terlalu sukar termasuk memilih 11 pemain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *