Headline Kompas Hari Ini ‘Kejujuran Sopir Taksi Express Temukan Tas Berisi Rp 100 Juta’

Memang kontras headline kompas hari ini, karena menyoroti
kejujuran tinggi yang dipegang teguh oleh seorang sopir taksi express. Disisi lain,
kompas hari ini juga menyoroti adanya
penyelenggara negara yang menolak untuk melaporkan harta kekayaannya ke KPK.
Luar biasa memang kejujuran sopir
taksi express yang bernama Suharto. Itu ekspresi dan apresiasi yang saya
sampaikan dalam hati ketika menyoroti headline kompas hari ini.
Disaat menemukan tas berisi uang sollar
australia senilai Rp 100 juta tertinggal di dalam taksi yang dikemudikannya
dikembalikan utuh ke kantornya. Sebelumnya pemilik tas yang merupakan penumpang
menelphone mengaku bahwa ada tas yang ketinggalan.
Headline Kompas Hari Ini ‘Kejujuran Sopir Taksi Express Temukan Tas Berisi Rp 100 Juta’

Zaman sekarang ini, sangat sulit
menemukan kejujuran tingkat tinggi seperti ini. Kabarnya, sopir taksi express
yang bernama Suharto sudah 3 kali menemukan tas yang berisi uang dengan jumlah
yang besar. Sementara untuk hp sudah tidak terhitung.
Kejujuran masih dipegang teguh oleh
Suharto, dan kita semua layak mengapresiasi tindakan beliau. Sekali lagi hal
ini menjadi contoh yang baik untuk kita semua.
Saat ini kejujuran sulit sekali
ditegakan, bahkan setelah dibentuk lembaga yang khusus mengurusi perilaku
menyimpang seperti korupsi, kejahatan KKN masih saja merajalela bahkan
meningkat. Andai saja 50% penyelenggara negara seperti pak Suharto, pasti
tindak korupsi akan jauh berkurang.
Selain menyoroti kejujuran seorang
sopir taksi express, headline kompashari ini juga menyoroti KPK dan Polri. Seperti yang kita ketahui bersama,
bahwa Kabareskrim, Budi Waseso Tak Mau Laporkan Harta Kekayaan ditanggapi datar
oleh Pimpinan sementara KPK, Johan Budi.
Johan Budi mengatakan bahwa setiap
penyelenggara negara wajib memiliki kesadaran untuk menyerahkan laporan harta
kekayaannya. Namun Johan enggan mengomentari lebih lanjut soal penolakan
Kabareskrim Polri, Komjen Budi Waseso, untuk melaporkan harta kekayaan ke KPK.
Berdasarkan berita yang dihimpun
dari Kompas.com, Kabareskrim, Budi Maseso enggan melaporkan kekayaannya ke KPK.
Budi Waseso justru yang meminta KPK melakukan jemput bola untuk menelusuri
harta kekayaannya, yang akan dicantumkan dalam LHKPN (Laporan Harta Kekayaan
Penyelenggara Negara).
Ia menyebutkan bahwa Ia tidak mau
melaporkan, suruh KPK sendiri yang mengisi itu, begitu ujar Budi Waseso. Ia membantah
bahwa sikapnya itu bentuk ketidaktaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
Memang ada-ada saja ya….
Ya sudahlah,
cukup sekian dulu ulasan singkat tentang kompas hari ini, semoga bermanfaat.
Sumber: kompas.com

18 Replies to “Headline Kompas Hari Ini ‘Kejujuran Sopir Taksi Express Temukan Tas Berisi Rp 100 Juta’”

  1. Mbah dinan

    sopir aja bisa jujur dan melaporkan temuan tas dalam mobilnya kepada orang yang punya. semenstara pejabat pemerintah malah disembunyikan dan dikorupsi.

  2. Cilembu thea

    Coba Budi waseso itu supir, dan supir itu adalah Budi waseso…pasti ceritanya bakalan kebalikannya deh mang

    • daniel

      Hahaha, bisa aja si mamang, bs juga silakukan dgn sistem tukar nasib

    • daniel

      Kompas emang ketat aturannya tp saya nggak lg bahas soal aturan kompas, maksud mas gimana?

  3. Uda Awak

    Bukan main, seorang supir taxi yang hilir mudik menyetir demi mendapat rupiah namun dengan jujur mengembalikan uang jutaan rupiah yang sudah ada di hadapannya…Ternyata kejujuran itu tidak dapat dibeli dengan rupiah sekali pun…Semoga beliau si sopir taxi tetap sehat dan selalu mendapat berkah dan reski melimpah…

    • daniel

      Hahaha, Apanya yang menonjol ni mang?….Mamang bisa aja sih….itu kah cuma bumbu penyedap

    • daniel

      Saya rasa juga seperti itu mang, tapi kemarin ada headline berita metro bahwa Budi W akan melaporkan sendiri harta kekayaannya kpd KPK

  4. PURNAMA

    wah kejujuran emang jadi hal yang sulit di jaman sekarang ini mas, salut kepada sopir taksinya

    • daniel

      Sebenarnya nggak sulit, yang sulit itu prakteknya mas Pur, ngucapin sih mudah melakukan itu yang sulit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *