Headline Kompas Hari Ini, Dominasi Berita Seputar olah Raga Mulai dari Bulu Tangkis, Sepak Bola, Tenis

Menarik dan beragam headline yang
ditampilkan kompas hari ini. Masih seputar
Kemelut ditubuh Fifa, Kejuaraan Tenis Dunia yang mengerucut pada persaingan
Djokovic dan Nadal, Pembukaan BCA Indonesia Open, hingga kabar Inspiratif dari
seorang remaja putri berusia 13 tahun yang berprofesi sebagai Penata Rias.
Selain itu, kompas.com juga masih
menyoroti temuan Aktivis HAM tentang Kuburan Masal di Semarang. Menariknya kompas hari ini masih mengangkat berita
seputar HAM atau tepatnya tragedi 1965 yang menyisakan berbagai misteri.
Baiklah, agar tidak semakin
membingungkan, kita langsung saja simak bersama headline kompas hari ini (kompas.com):
Headline Kompas Hari Ini, Dominasi Berita Seputar olah Raga Mulai dari Bulu Tangkis, Sepak Bola, Tenis
  1. Fifa terima suap untuk Piala
    Dunia 1998 dan 2010
  2. Djokovic singkirkan Raja Tanah
    Liat Rafael Nadal
  3. Perkenalkan Aisyah Laila, Penata
    Rias Berusia 13 Tahun
  4. Kisah Aktivis HAM Umumkan
    Temuan Kuburan Massal Korban 1965 ke Masyarakat
  5. Semarak BCA Indonesia Open yang
    dibuka tanggal 3 Juni 2015, Ayo Dukung Tim Indonesia.
Dari 5 berita headline kompas hari
ini, tidak ada yang terlalu spesial sebenarnya. Hanya ada 1 yang paling
inspiratif menurut saya, apa itu, berita yang mana?
Ia Aisyah Laila, seorang remaja
berusia 13 tahun yang menjadi Penata Rias. Luar biasa kan, selain masih muda
dan bisa dibilang usia sekolah dia sudah menjadi panutan untuk remaja lainnya.
Disaat yang lain sibuk untuk
menyenangkan dirinya dengan bermain, jalan-jalan, galau ria dan hura-hura,
Aisyah Laila membuktikan bahwa remaja juga bisa berkarya.
Selain itu, ada lagi nih…yang
sedang heboh dikalangan penggemar sepak bola. Organisasi tertinggi sepak bola
dunia (FIFA) yang merupakan panutan orang sedunia, dibalik hingar bingar
semarak sepak bola ada saja yang mencoba mempolitisir dan merasuki dengan
kejahatan. Kebayangkan kalau FIFA terima suap untuk penyelenggaraan Piala Dunia
1998 di Perancis dan 2010 di Afrika Selatan.
Hahhhhh, ada pihak yang menjadikan
event sepak bola ’Piala Dunia’ sebagai lahan untuk meraup keuntungan bisnis. Sungguh
terlalu, dan sangat menyakitkan rasanya bagi kita sebagai penggemar bola.
Kita tidak meyangka bahwa organisasi
tertinggi dunia sepak bola juga disusupi berbagai kepentingan politis dan
ekonomi semata. Untung aja kini sudah terbongkar skandal tersebut, dan kita
doakan saja agar semuanya segera membaik, kompas hari ini memang bacaan yang top.

Mau lebih
jelas, silahkan kunjungi aja kompas.com ya! Jangan lewatkan juga Headline Kompas Hari Ini tentang Kejujuran Sopir Taksi yang Mengembalikan Tas Bernilai Uang Rp 100 Juta.

8 comments

  1. olah raga kita sedang berada dalam perkeliruan tingkat dewa, terutama olah raga sepak bola dengan PSSI nya, jadinya males ngikutinnya mang…bayangin kalau kita dapet juara umum sea game misalnya….bangga dimananya coba, wong menteri dan pelaku olah raganya pada begituh…niat…niatnya sama, tapi kenapa ngejalaninnya ngga sama, coba?…jadinya ya beginih….semoga olah raga kita hancur lebur saja=lah…doaku untuk olah raga.
    maaf ya kang

    1. Si mamang jangan gitu atuh mang, kan sayang kalau hancur lebur ntar gimana nasib pemainnya?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *