15 Contoh Sikap Rendah Hati dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk menjadi seseorang
yang rendah hati, kita tidak harus menjadi orang yang pemalu, pendiam, alim dan
sok jaim terhadap orang lain. Kita hanya perlu menjadi diri sendiri apa adanya
dan bertingkah secara wajar tanpa dibuat-buat.
Anda tahu sendiri kan, semanis-manisnya
sikap yang dibuat-buat, jika dihadapkan pada situasi felik seperti dihadapkan pada
masalah atau kesulitan besar maka akan tergambar dan terpapang nyata sikap
aslinya.
Ternyata tak lebih dari
sekedar topeng bro, untuk itu saya akan bernyanyi: “tapi buka dulu topeng mu….,
buka dulu topeng mu…, biar ku lihat wajah mu…dan ku lihat wajah asli mu”.
Untuk memulai sharing
ini, perkenankan saya untuk mengutip sebuah kalimat dari orang yang paling saya
kagumi dan saya teladani dalam hidup yaitu “Bunda Teresa”:
Mengenal diri sendiri membuat kita berlutut dengan rendah hati
Nah, semua akan sirna
ketika kita kehilangan jati diri, apalagi bersikap yang seolah-olah
dibuat-buat. Didepan kita seperti malaikat, di belakang kita tak lebih seperti
ular berkepala dua yang siap untuk menjadi pemangsa.
Salah satu tujuan saya
untuk menulis ulang materi tentang kerendahan hati adalah sebagai bahan
pembelajaran bagi saya pribadi sekaligus berbagi dengan pembaca.
Dengan begitu, saya akan
selalu mengingat hal ini, karena saya sadar bahwa hal ini terkadang lebih mudah
untuk di tulis ketimbang dipraktekan dalam tindakan sehari-hari.
Berikut 15 contoh sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:

1.Hindari Perilaku Narsisme yang Selalu Menonjolkan Diri Sendiri

Disaat era digital
seperti sekarang, tak sedikit orang yang narsis dan selalu ingin terlihat up to
date. Sedikit-sedikit, jepret sana jepret sini, sekali tekan seluruh dunia
menyaksikan. Ingin selalu terlihat hebat sehingga menonjolkan diri, dan
beranggapan paling hebat, padahal gak ada apa-apanya….tuh..
Jika ingin jadi seorang
yang rendah hati, perilaku narsisme harus kita tenggelamkan agar gak muncul
lagi. Ingin dikenal orang lain sejatinya gak harus narsis, kalo mau narsis
mending belajar selfie dulu gih sono biar makin ajib.
Eitsss, Narsis itu gak
hanya selfie lho…melainkan sesuatu yang lebih luas seperti ingin selalu
tampil dan dikenal orang banyak, ya meskipun tampilnya asal dan kurang
berbobot. Pokoknya tampil, itu aja… 

cara Menjadi Pribadi yang Rendah Hati

 

2.Gak Usah Kepo, Urus Aja Masalah “MU” Sendiri

Nah, urusan yang satu
ini emang kian populer sekarang. Apa aja yang orang lain bicarakan selalu ingin
tahu, akhirnya gue bilang aja, ih “kepo” banget sih, mau tau aja pake banget….urusan
orang.
Kepopulerannya tentu
saja bukan untuk sesuatu yang positif, bahkan kebanyakan negatif. Orang lain
yang punya masalah, dia yang paling rempong. Lebih baik beresin masalah mu
sendiri, gak perlu sibuk mikirin urusan orang lain.
Kami “KEPO” juga gak bro
and sis?

3.Hindari Rasa Ingin Tahu Berlebihan

Ini serupa tapi tak sama
dengan “kepo” namun sayangnya lebih mengarah pada kepribadian yang ingin tahu
segala hal, akhirnya over dosis..
Rasa ingin tahu tentang
informasi memang ada baiknya, namun mengetahui banyak hal belum tentu baik,
jika dosisnya berlebihan akan menjadi kesombongan. Yang paling ditakuti adalah
menganggap diri paling tahu segalanya, emang iya? Gak gitu juga kelees.
Keep Calm aja
bro….semua pasti ada waktunya, jadi gak usah dipaksain yah…

4.Tak Perlu Ikut Campur Urusan Orang

Mencampuri urusan orang
lain, apalagi kita tidak tahu akar masalahnya bisa mengakibatkan kesalahan
dalam memberikan jalan penyelesaian. Sekalipun kita tahu duduk perkaranya, dan
itu bukan urusan kita, ngapain kita repot ikut campur, toh orangnya mampu
menyelesaikannya sendiri.
Kalaupun orang tersebut
meminta pendapat kita atau minta bantuan, bantulah seperlunya.

5.Hadapi Pertentangan dengan Hati yang Gembira

Dalam mengambil
keputusan, tidak semua orang sependapat bahkan tak jarang terjadi petentangan
yang cukup panas. Hal ini sangat wajar karena setiap orang memiliki pandangan
masing-masing.
Jika terjadi
pertentangan hendaknya dihadapi dengan gembira dan anggaplah hal ini sebagai
sesuatu yang biasa dan jangan sekali melebih-lebihkan. Pertentangan wajib kita
syukuri, karena akan semakin menguatkan kita dan bahkan semakin membuat kita
yakin.

6.Gak Usah Fokus pada Kesalahan Orang Lain

Setiap orang pasti
pernah melakukan kesalahan, termasuk Anda sendiri. Apabila hal ini terjadi pada
orang lain, pandanglah kesalahan orang lain sebagai kekeliruan biasa yang bisa
diperbaiki.
Jangan sekali-kali fokus
pada kesalahan yang dilakukannya, melainkan fokuskan pada usaha yang dilakukan,
jika belum membuahkan hasil, maka itu merupakan benih yang semakin mendekatkan
pada keberhasilan.

7.Menerima Caci Maki dan Hinaan dengan Hati Terbuka

Saat Anda di hina atau dicaci
maki jangan sekali-kali untuk membalasnya karena akan menimbulkan perselisihan
yang tiada akhirnya. Bersikaplah sebaliknya, terima hinaan dan makian dengan
hati terbuka, dengan begitu mental Anda akan semakin kuat.
Caci maki dan penghinaan
hendaknya menguatkan kita bukan malah meluluh lantakan hati kita, karena belum
tentu juga kita serendah hinaan yang dialamatkan kepada kita. Ingatlah selalu
kalimat berikut: “Anjing menggong, kapilah pasti berlalu”.

8.Terimalah dengan Iklas Jika Kamu Terlupakan dan Dipandang Rendah

Jika ingin selalu
diingat orang, berbuatlah lebih banyak kebaikan dan tidakan positif di
sekeliling Anda. Meskipun seiring berjalannya waktu, orang-orang mungkin bisa
saja melupakan kebaikan dan memandang rendah Anda, namun sesuatu yang baik
tetaplah baik.
Contohnya, Anda membuat
prestasi positif dan berhasil membawa nama baik perusahaan, mungkin sebulan
kemudian Anda terlupakan, karena memungkinkan beralih pandangan kepada orang
lain yang prestasinya melebihi Anda.
Terimalah dengan iklas jika
Anda dipandang rendah, seperti yang Anda tahu diatas langit masih ada langit,
dan hendaklah prestasi tidak menjadikan kita sombong.

9.Mengalah untuk Kehendak Orang Lain

Mengalah bukan berarti
kalah, bahkan semakin meningkatkan derajad Anda dimata orang lain, terlebih
jika Anda mengalah untuk kehendak orang lain. Tidak ada ruginya mengikuti
kehendak orang lain dan belum tentu ada untungnya juga melaksanakan kehendak
kita pribadi.
Mengalah mengajarkan
kita kerendahan hati, sekalipun kita lebih tahu sesekali gunakan palsafah padi
“Semakin berisi semakin merunduk”.

10.Terimalah Celaan Meskipun Kita Tak Layak untuk Itu

Orang yang rendah hati
selalu siap menerima setiap celaan, sekalipun tak layak untuk menerimanya. Jika
Anda balik mencela, itu menandakan kita sombong dan Anda tahu kan kesombongan
adalah awal kehancuran?
Betapapun pahit celaan,
sekali lagi hal ini tidak membuat Anda kerdil, jadi ngapain harus rempong?
Udahlah, celaan juga
tidak membuat Anda kehilangan harga diri, jadi terima saja ya, jangan membalasnya
karena Anda akan sama rendahnya dengan si pencela.

11.Tetaplah Sopan Meskipun Seseorang Membuat Anda Emosi

Tetap sopan disaat emosi
rasanya sulit untuk diterapkan, tak berarti mustahil juga untuk dicoba.
Dimanapun, kapanpun dan oleh siapapun, Anda bisa saja dibuat emosi, nah untuk
menghadapinya bersikaplah yang sopan dan keep positif, jangan mudah terpancing.
Bersumbu pendek banyak
ruginya, bahkan meledak sekalipun tidak membuat Anda untung, yang ada malah
merugikan. Anda jadi semakin jelek dimata orang lain, bahkan bisa menjadi
senjata untuk menyerang Anda.
Senjata makan tuang
dong?

12.Berhenti Merasa Ingin Dikagumi dan Dicintai

Rasa ingin dikagumi dan
dicintai yang berlebihan membuat Anda jadi terinfeksi sindrom narsisme.
Berhentilah sebelum Anda menjadi pecandu, buatlah diri Anda dikagumi secara
wajar, tak perlu dengan sengaja melakukan trik dan intrik agar makin di lihat.
Jangan over dong bray,
dunia ini milik banyak orang, hargai dulu orang lain sebelum Anda dihargai.

13.Sikapi Perbedaan Pendapat dengan Mengalah

Beda pendapat itu hal
biasa, apalagi dalam sebuah rapat, bahkan dalam keluarga sekalipun pasti selalu
terjadi. Bersikap mengalah dan lebih banyak mendengarkan pendapat orang lain
mengajarkan kita kebaikan dan menghindarkan perperpecahan.
Gak ada ruginya sih
mengalah dengan menerima pendapat orang lain, sekalipun pendapat Anda lebih
masuk akal atau mungkin Anda atasan, namun tetap saja Anda tidak sendirian.
Untuk sebuah tim yang solid, sikap mengalah perlu dikembangkan.

14.Ambil Pilihan Tersulit

Kesulitan justru semakin
menguatkan mental Anda, dan pilihan tersulit membuat Anda jauh lebih kuat
hingga 10 kali lipat. Jangan takut untuk ambil pilihan tersulit, karena itu
menjadi bekal Anda menuju kesuksesan yang hakiki.
Saya pernah membuktikan
hal ini, waktu itu saya tugasnya jauh, jadi harus berangkat ke kantor lebih
awal 1 jam. Hal ini melatih saya agar bangun pagi lebih awal. Ketika saya
ditugaskan ditempat yang lebih dekat, saya jadi terbiasa dan saya lebih mudah
menyesuaikan diri.

15.Jadilah Diri Mu Sendiri Apa adanya

Untuk menjadi diri
sendiri, berlakukan sesuai kemampuan Anda tidak perlu dibuat-buat. Meniru orang
lain memang mudah, namun mengakibatkan Anda kehilangan jati diri yang
sesungguhnya.
Jika Anda tidak suka
baca, jangan paksa diri Anda untuk membeli buku, jika Anda takut ketinggian
jangan pernah memaksakan diri untuk memanjat tebing. Jika Anda tidak humoris,
jangan coba untuk membuat lelucon, hasilnya garing men.
Jika Anda ingin tahu
lebih lanjut hal ini, silahkan baca artikel cara
menjadi diri sendiri
yang sebelumnya sudah saya posting.
Nah, itulah 15 contoh sikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari, tentu tidak ada manfaatnya jika hanya dibaca atau saya hanya berharap bisa nongol
di halaman pertama penelusuran google.
Yang jauh lebih penting
adalah bagaimana kita sanggup untuk mempraktekannya dalam kehidupan
sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, dan dimanapun kita
berada.

 

Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *