Belajar Cara Bagaimana Mengontrol Emosi: Dengan Cara “Diam”

Ada
banyak cara yang bisa kita lakukan untuk mengontrol emosi agar tidak
membahayakan diri kita maupun orang lain. Salah satu cara yang paling sering
saya lakukan adalah diam tanpa melakukan apa-apa, tanpa bicara, tanpa komentar
dan tanpa ini dan itu. 

Dengan melakukan aksi diam, emosi akan reda dan hal ini
dapat menghindarkan Anda pada tingkat stress yang semakin tinggi.

Sebelumnya
saya pernah sharing tentang topik yang berhubungan dengan Mengontrol Emosi diantaranya:

  1. Pentingnya
    Mengontrol Emosi
    ,
  2. Diam
    Bukan Berarti Tak Mampu,
  3. Melatih
    Kesabaran Menggunakan Laptop Yang Loadingnya Lambat,
  4. Mengontol
    Emosi Pada saat Berkendara Membawa Anda Pada Keselamatan
    ,
Pada
kesempatan kali ini, perkenankan saya sharing tentang “Mengontrol Emosi Dengan Cara Diam”.
Pembahasan
ini menarik bagi saya karena setiap orang memiliki tingkat emosi yang berbeda,
dan jika saya tarik kesimpulan maka dapat dikatakan bahwa saya memiliki tingkat
emosi yang tidak stabil (Labil).
 

Kecerdasan Emosi: Kecerdasan Dalam Mengontrol Emosi Menjadi
Kunci Komunikasi Yang Baik
Mengalihkan fokus Perhatian pada sesuatu
yang Lucu:
Terkadang
untuk meredam emosi saya lakukan gurauan atau jokes yang sedikit ringan agar
fokus saya terhapap emosi dapat teralihkan pada situasi yang lucu. Ada banyak
sekali hal-hal lucu yang sering saya baca baik melalui buku-buku, artikel,
twit, hingga sms lucu dari teman-teman.
Saya
merasa cara ini sangat efektif untuk menahan emosi atau yang lebih kerennya
mengontrol emosi. Jika tidak mencoba mengalihkan perhatian dan pembicaraan pada
sesuatu yang berbau jenaka atau lucu biasanya tingkat emosi semakin tinggi.
Penting bagi kita untuk selalu mengontrol emosi terutama ketika berhadapan
dengan situasi yang serba terjepit, karena emosi akan semakin membuat suasana
semakin runyam dan solusi akan semakin jauh dari masalah yang sedang kita
hadapi.
Bagi
sobat blogger yang menghadapi situasi ataupun memiliki kebiasaan emosi yang
tidak stabil, maka cara ini boleh Anda coba untuk mengontol emosi Anda. Selamat
mencoba ya sobat blogger!!!
Lebih Memilih Diam
Diam memang senjata ampuh untuk
menangkal dan mengontol emosi. Dalam keadaan diam kita cenderung dapat berpikir
jernih dan masuk akal. Oleh karenanya kebiasaan “Diam” ini wajib kita pelajari
agar komunikasi kita dengan orang-orang disekitar kita semakin akrab.
Ketika
sedang berbicara dengan orang lain, tentu ada saatnya kita untuk diam menyimak
pembicaraan lawan bicara kita, keadaan ini juga sekaligus memberi ruang bagi
kita untuk berpikir.
Pada kesempatan
sharing kali ini memang tidak ada hubungan langsung antara emosi dengan diam
maupun komunikasi dengan orang lain, namun emosi yang memang berada diri kita
sendiri dan jika terlambat dalam mengontrolnya maka akan menjadi kebiasaan bahkan
menjadi sifat.
Sifat emosi
tidaklah baik bahkan tidak menunjang untuk aktivitas pekerjaan kita, pergaulan
dengan sesama maupun komunikasi dengan keluarga dirumah (isteri serta anak-anak
kita). Anda tentu tdak ingin kehilangan simpatik dari orang-orang disekitar Anda
hanya karena sifat emosi yang gampang meledak atau sering di istilahkan
bersumbu pendek.
Diam juga
merupakan jalan terakhir yang harus kita tempuh jika Anda dihadapkan pada suatu
kondisi yang tidak menguntungkan atau dalam keadaan bersalah. Tekadang aksi
diam juga dilakukan jika semua cara mengalami kebuntuan, pernah dengarkan aksi
demo dengan menjahit mulut menandakan aksi diam, nah cara inilah yang mereka
lakukan ketika mereka ingin mendapatkan perhatian.
Anda bisa
melakukan cara “Diam” untuk mengontrol emosi, tentu hal ini perlu dilatih agar
menjadi kebiasaan. Cara melatihnya adalah dimulai di lingkungan terkecil yaitu
di rumah Anda. Untuk pasangan Anda misalnya, jika pasangan Anda (suami atau
isteri Anda) sedang emosi, sebaiknya praktekan cara ini, lalu perhatikan apa
yang akan terjadi!
Sebelum
menutup artikel ini, perkenankan saya sharing satu cerita yang berkaitan dengan
Mengontrol Emosi.

Suatu ketika ada seorang anak laki-laki
yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan amrah sang anak, ayahnya
memberikansekantong paku dan mengatakan kepada anaknya untuk memakukan sebuah
paku di agar belakang setiap kali dia marah.

Pada hari pertama, anak itu telah memakukan
48 paku ke pagar setiap kali dia marah, lalu secara bertahap jumlah itu
berkurang. Anak itu mendapati fakta bahwa ternyata lebih mudah menahan amarahnya
dari pada memakukan paku ke pagar.

Akhirnya tibalah hari dimana anak tersebut
sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan
kesabarannya. Dia memberitahukan hal itu kepada ayahnya, yang kemudian
mengusulkan agar ia mencabut satu paku untuk setiap hari ketika dia tidak
marah.

Hari demi hari pun berlalu, dan anak itu
akhirnya memberitahukan kepada ayahnya bahwa semua pak telah tercabut olehnya. Lalu
sang ayah menuntun anaknye ke pagar. Hmm kamu telah berhasil denga baik anak
ku, tapi lihatlah lubang-lubang dipagar ini, pagar ini tidak akan pernah sama
seperti sebelumnya. “ Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam keadaan marah,
kata-kata mu meninggalkan bekas seperti lubang ini … di hati orang lain.”

“ Kamu dapat menusukkan pada seseorang lalu
mencabut pisau itu, akan tetapi tidak peduli berapa kali kamu minta maaf, luka
itu akan tetap ada dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka
fisik.”
Demikian
sharing kali ini tentang Belajar Cara Bagaimana Mengontrol
Emosi Dengan Cara “Diam”
, semoga dengan membacanya dapat membantu Anda mengendalikan
emosi Anda. Saya pamit undur diri dari hadapan Anda, inilah Catatan
Inspirasi
.

Salam by
Admin 

2 Replies to “Belajar Cara Bagaimana Mengontrol Emosi: Dengan Cara “Diam””

  1. Em Albar

    wah makasih sekali pak, terkadang ada waktu2 tertentu kita emosi dan usahakan bisa mengontrol emosi tersebut, mantap artikelnya

    • daniel

      Iya, memang emosi bisa datang kapanpun tanpa kita sadari. Terima kasih atas apresiasinya terhadap Blog Catata Inspirasi, Semoga semakin sukses

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *