Menyingkirkan Hal-Hal Negatif Yang Menghambat Kemajuan

Genap Seminggu liburan Natal Tahun 2014, aktivitas
blogging pun ikut libur, hari ini baru bisa posting artikel yang tentunya sudah
disiapkan selama liburan Natal. Selamat membaca!!!!

Tidak
selamanya kata Menyingkirkan itu
mengandung makna negatif, akan tetapi terkandung pula makna positif yang dapat
membawa kita pada jalur kebenaran. Dijalur inilah kita dituntun untuk mengambil
langkah proaktif dalam meraih kesuksesan yang luar biasa.
Menyingkirkan,
memang kata yang teramat kejam untuk kita pelajari apalagi hendak kita terapkan
dalam kehidupan kita sehari-hari. Namun tahukah Anda bahwa hal tersebut juga
patut kita pelajari terutama untuk tujuan memajukan diri kita dan menjadi lebih
sukses.
Menyingkirkan
hal apa saja sih yang wajib untuk kita lakukan dalam hidup kita? Tentunya
menyingkirkan hal-ha yang negatif yang dapat menghambat kemajuan dan kesuksesan
dalam hidup kita.
Ternyata
kata Menyingkirkan juga mengandung
makna positif ya, terutama Menyingkirkan
hal-hal negatif yang selalu berada di sekita kita. Kita intip yuk apa saja yang
patut dan layak untuk kita singkirkan agar kehidupan kita semakin indah dan
damai:

  • Menyingkirkan Duri
Kita
bisa berbuat baik tentunya bukan untuk mengharapkan sesuatu. Karena kita sadar
itulah peran yang harus kita mainkan. Kewajiban kita adalah untuk menyingkirkan
duru dijalanyang sedang kita lalui, bukan saja agar tidak melukai kita, namun
juga untuk melindungi pejalan kaki lainnya.
Jadi,
mesti tak seorang pun mengucapkan terima kasih atas perbuatan baik Anda, itu
tak perlu mengecilkan arti kerja Anda. Mungkin saja orang lain tak memahami
kebaikan itu, karena menganggap bahwa perbuatan itu sudah sepatutnya kita
lakukan. Maka apalah arti sebuah ucapan terima kasih.
Biarkan
saja kebaikan mengalir dari tangan Anda, dan biarkan perasaan Anda terbebas
dari perasaan berjasa.

Temukan
arti pesan sang bijak, berikan derma dari tangan kanan, seakan tangan kirimu tidak
mengetahuinya.

  • Menyingkirkan Ketakutan
Jalan
keberhasilan adalah milik Anda. Pada saat Anda menyadari bahwa Anda bertanggung
jawab penuh atas segala sesuatunya, dan Anda tidak menemukan alasan apapun
untuk menyalahkan orang lain disaat itulah Anda menemukan jalan Anda sendiri.
Disaat
itulah Anda menyadari kebebasab dan hilangnya ketakukan. Hanya Anda yang mampu
memikul hidup Anda bukan orang lain.
Bila
Anda menganggap hidup Anda suatu tugas, maka tunaikanlah. Bila Anda menganggap
hidup Anda sebagai beban, maka pikullah. Bila Anda menganggap hidup Anda adalah
harta karun yang tak terhingga, maka berbagilah. 

Kerjakan yang terbaik dari
diri Anda, tujuan hidup akan Anda temukan disaat Anda melakukan perjalanan
Anda. Dan yang terpenting, Anda tak akan menemukan apa-apa jika diam dan tak
melakukan sesuatu.

  • Menyingkirkan Prasangka
Ketika
Anda memandang persoalan, singkikanlah prasangka-prasangka. Prasangka itu
bagaikan sepatu yang nyaman dipakai, namun tak dapat digunakan untuk berjalan.
Ia memberikan jawaban sebelum Anda mengetahui pertanyaannya. Seburuk-buruknya
jawaban adalah bila Anda tak paham masalahnya.
Biarkan
fakta yang tampak dihadapan Anda, dan terima apa adanya. Jangan biarkan
prasangkamenyeret Anda ke jalan yang lain. Mungkin Anda merasa aman dengan
prasangka Anda, namun sebenarnya ia berbahaya diwaktu yang panjang. Bila Anda
telah mampu melepaskan prasangka, Anda akan menemukan pandangan yang lebih
jernih, keberanian untuk mengatasi masalah, dan jalan yang lebih lebar.
Bila
Anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata Anda, bukan kaca mata
Anda, dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang berada dibalik
kacamata, bukan yang terpantul dari cermin kacamata Anda.

Demikian
pula halnya dengan diri Anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati Anda
melalui mata Anda. Prasangka itu bagaikan debu debu pikiran yang mengaburkan
pandangan hati, sehingga Anda tak mampu melihat dengan baik. Usaplah prasangka
sebagaiman Anda menyingkirkan debu dari kacamata Anda, karena keinginan Anda
untuk melihat lebih jelas dan lebih jernih lagi.

  • Menyingkirkan Pikiran Yang
    Membelenggu
Hampir
seluruh hidup bermula dari ketidakmauan kita untuk menerima hidup ini apa
adanya. Kita tak mau berkompromi dengan kenyataan. Kita tak sudi melepaskan
kacamata paradigma, dan melihat realitas secara sederhana.
Kita
lebih suka bermain dengan persepsi, dan kita lebih senang berlindung
membenarkan pikiran diri sendiri, padahal itu adalah bentuk lain dari pikiran
yang membelenggu kita sehari-hari.
Mulai
saat ini, singkirkanlah pikiran yang membelenggu kita, mari sejenak kita
pejamkan mata, untuk menemukan kesejukan pikiran. Menggali ketentraman perasaan
untuk menyentuh jiwa yang tenang. Mensyukuri setiap tarikan nafas untuk
menyadari keberadaan kita dibumi ini.
Nah,
itulah keempat hal negatif yang wajib kita singkirkan dalam kehidupan kita.
Semoga hal ini dapat menjadi Motivasi
bagi kita dalam meraih kesuksesan dalam hidup.
Sekian
sharing kali ini tentang Menyingkirkan
Hal-Hal Negatif  Yang Menghambat Kemajuan,
jika Anda memiliki hal lain selain yang dibahas dalam artikel ini, sudilah kiranya
untuk berbagi melalui kolom komentar dibawah ini, di tunggu ya!!!!!

Salam
by Admin Catatan Inspirasi

4 Replies to “Menyingkirkan Hal-Hal Negatif Yang Menghambat Kemajuan”

  1. Ibrahim M.Pd.I

    menyingkirkan prasangka yang buruk itu yang harus dibuang jauh-jauh ya mas, saya kalau hari libur selalu menggunakan trik blogwalking 😀

    • daniel

      Iya benar banget tu pak Ibrahim, prasangka itu memang enak tapi endingnya, Sakitnya tuh disini….

      Kalau saya manfaatkan hari libur untuk keluarga sepenuhnya, tinggalkan rutinitas pekerjaan, blogging, internet. Selain itu, jaringan di tempat saya tinggal kadang ga stabil untuk internetan, paling bisa menggunakan smartphone.

      Trims udah mampir dan memberi komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *