Cara Memahami Perbedaan Website dan Blog dengan Analogi yang Sederhana

Perbedaan Website dan Blog – Pertanyaan umum yang paling sering
kita jumpai ketika bertemu seorang user internet atau dengan teman-teman
seperti ini: Apa sih perbedaan website dan blog itu?
Sebulan yang lalu saya juga bertemu seorang teman, dia bilang
begini: bagus websitenya bang, rajin update, tampilannya bagus dan loadingnya
cepat. Saya mulai berpikir bahwa saya hanya memiliki sebuah blog sederhana yang
memiliki custom domain.
Beberapa hari yang lau juga saya sempat ditanya hal serupa oleh
seorang kenalan saya. Jadi untuk menjawab berbagai pertanyaan yang sering
muncul seputar perbedaan website dan blog, akan coba saya paparkan
melalui ulasan berikut ini.

Analogi Sederhana tentang
Perbedaan Website dan Blog:

Cara Memahami Perbedaan Website dan Blog dengan Analogi yang Sederhana

 

Sebuah blog merupakan bagian dari website atau biasanya disebut situs
web. Dapat kita simpulkan bahwa blog itu website, namun website belum tentu
sebuah blog.
Analogi sederhanya website itu ibarat sebuah rumah. Didalam sebuah
rumah tentu ada pembagian ruangan seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, ruang
keluarga dan lainnya. Nah, sebuah blog itu ibaratkan salah saru ruangan/kamar
dalam rumah. Sampai disini saya anggap semua sudah jelas dan dapat dipahami.
Sehingga kesimpulan adalah sebagai berikut, sebuah blog sudah
pasti bisa disebut sebagai website, karena blog itu bagian dari website, akan
tetapi website belum tentu disebut blog.
Mau tahu seperti apa perbedaan Website dan Blog, simak ulasannya berikut ini:

Perbedaan Website dan Blog #1 Berdasarkan Pengertiannya

 
Berdasarkan penelusuran melalui Wikipedia, sebuah blog merupakan singkatan
dari web log. Blog berarti situs berisi informasi yang dipublikasikan di World
Wide Web (www). www merupakan sebuah sistem dokumen hypertext (teks yang
merujuk pada teks lainnya) yang saling terkait dan bisa diakses melalui
intenet.
Website (situs web) biasanya disingkat dengan istilah web atau
situs. Situs merupakan sejumlah halaman situs (web page) yang disajikan dari
domain tunggal. Kemudian ditempatkan (hosted) pada sebuah server web, dan dapat
diakses melalui jaringan seperti internet ataupun jaringan wilayah lokal (LAN).
Selanjutnya, melalui alamat internet atau yang biasanya dikenali
sebagai “Uniform Resource Locator” (URL). Sederhananya, website adalah halaman
(page) yang berisi informasi apa saja dan bisa diakses dengan menggunakan
koneksi jaringan internet.

Perbedaan Website dan Blog #2 Dilihat dari Segi
Tampilan dan Desainnya

 
Desain atau tampilan blog memuat beberapa hal, seperti homepage,
frontpage, beranda, atau tampilan halaman depan, dan memiliki ciri khas. Ciri
utama sebuah blog adalah urutan tulisannya (postingan) yang terbalik.
Tulisan atau postingan terbaru berada pada posisi paling atas atau
paling depan, kemudian diikuti posting lama, meskipun tidak selamanya demikian.
Blog jenis ini biasanya menggunakan template blog magazine style atau news
style.
Sedangkan Website umumnya memiliki tampilan (desain) lebih menarik
ketimbang blog dengan menggunakan desain CSS/HTML Template buatan sendiri.
Namun demikian, dari segi tampilan sebuah blog dan website dewasa
ini sulit dibedakan karena sama-sama memiliki tampilan (desain) yang bagus. Struktur
blog sudah menyerupai website, memuat menu, sub menu, related post, popular
post dan sebagainya.

Perbedaan Website dan Blog #3 Berdasarkan Isi
atau Konten

 
Konten atau isi sebuah blog biasanya berisi catatan pribadi
pemiliknya (blogger) tentang berbagai hal, atau bisa juga tentang topik khusus
misalnya tentang internet marketing atau blogging. Sebuah blog awalnya adalah
“catatan harian online” (online diary).
Dapat dikatakan bahwa  blog
itu sifatnya personal atau website pribadi. Urusan konten atau isi sudah pasti
tentang kehidupan pribadi, kepribadian dan keahlian seorang blogger.
Pada perkembangannya, blog juga bertransformsi menjadi sebuah
komunitas, organisasi, atau lembaga, dengan sejumlah penulis yang tergabung
didalamnya (multi-author). Untuk saat ini, blogspot membatasi jumlah author/admin
maksimum 100 username.
Sedangkan Website biasanya dimiliki oleh sebuah lembaga/instansi,
perusahaan, organisasi atau komunitas. Contoh website yang sering kita jumpai adalah
portal berita (news portal), seperti detik.com, kompas.com, republika.co.id,
antaranews.com, yang dimiliki oleh lembaga pers (media online) yang sifatnya
komersial.
Ada juga website sosial media seperti facebook, twitter, google
plus dan lainnya. Ada juga situs belanja online, direktori toko online dan
berbagai model situs lainnya.
Contoh website lainnya adalah milik perusahaan yang berupa company
profile. Isinya berupa visi, misi, program/layanan, kontak, produk/jasa,
struktur organisasi, atau layanan online seperti e-banking (internet banking)
atau transaksi online.

Perbedaan Website dan Blog #4 Berdasarkan Gaya
Bahasa dan Penulisan

 
Sebuah blog biasanya menggunakan gaya bahasa informal, tidak baku
dan tidak kaku serta bahasa yang mengalir. Pada umumnya, penulisan konten blog
menggunakan gaya bahasa cerita (story telling), penuturan (spoken words), bahasa
percakapan (conversational) hingga ajakan/hipnotis (hypnotic writing).
Sedangkan Website, pada umumnya menggunakan gaya bahasa semi
formal, formal dan bahasa baku. Apalagi sebuah website resmi milik lembaga/instansi
atau perusahaan. Konten website suatu instansi/perusahaan biasanya jarang diupdate,
terkecuali mereka memiliki tim khusus dibidang konten web.

Perbedaan Website dan Blog #5 Dari Segi Domain+Hosting

 
Sebuah blog pada umumnya tidak menggunakan domain dan hosting
sendiri. Kebanyakan blog memanfaatkan platform blog gratisan yang tersedia dan
siap digunakan seperti Blogspot, WordPress, Blogdetik dan lainnya.
Seiring perkembangan era teknologi digital, banyak pula blogger yang
menggunakan custom domain, hostingnya menggunakan blogspot/wordpess. Terakhir banyak
pula blogger yang beralih ke custom domain dan self hosting untuk menjaga
kelansungan konten dan dikomersilkan.
Sedangkan Website, sudah pasti menggunakan nama domain dan hosting
sendiri, yaitu dengan menyewanya kepada penyedia hosting (provider). Seiring laju
perkembangan dunia digital, saat ini banyak pemilik website yang punya server
sendiri untuk menjaga kualitas layanan kepada pengguna seperti google, facebook
dan lainnya.
Untuk urusan domain, saat ini sudah tersedia diberbagai negara
asal yang biasanya sama dengan nama perusahaan/lembaga. Contoh website telkom.co.id,
kementan.go.id, bandung.go.id, bni.co.id, viva.co.id, detik.com, dll.
Untuk menghemat biaya hosting, ada juga instansi/lembaga yang
menggunakan media blog untuk websitenya. Cara yang paling lazim digunakan
adalah dengan memilih nama domain sendiri dan hostingnya menumpang di blogspot
atau wordpress.
3 Jenis Website paling umum
kita jumpai
 
Pada umumnya website dibagi dalam tiga jenis, yaitu website
statis, website dinamis dan website interaktif.

1.
Static Website

Website statis yaitu website yang isinya jarang diupdate (tidak
berubah-ubah). Ia hanya berfungsi sebagai “kantor online” yang menyajikan
informasi tentang profil, produk, jasa, layanan, program, alamat, dan kontak
–About Us, Our Service, Contact Us, Our Location, Our Team.
Menurut para ahli dan pakar SEO, website statis kurang menarik dan
tidak disukai oleh mesin pencari Google. Alasannya sederhananya, sebuah mesin
pencari lebih mengindeks posting blog atau tulisan ketimbang halaman statis.

2.
Website Dinamis

Website dinamis merupakan kebalikan dari website statis. Isi
website dinamis selalu diupdate (fresh content) sesering mungkin, contoh website
berita atau news portal, video portal, dan lainnya.
Nah, dalam hal ini sebuah blog termasuk kategori website dinamis
karena biasanya isi blog itu selalu diupdate oleh pemiliknya. Sebenarnya tidak
semua blog masuk kategori website dinamis, karena banyak pula blog yang cuma numpang
nama, isinya kosong, bahkan lebih statis dari website statis.

3.
Website Interaktif

Website interaktif merupakan website yang berfungsi sebagai forum
diskusi online. Seiring perkembangannya, jenis website yang ketiga ini
tampaknya tidak terlalu populer.
Alasan sederhanya, yaitu karena website statis dan dinamis juga
menyediakan forum disuksi dan interaksi baik berupa buku tamu, kolom komentar,
forum konsultasi (tanya-jawab), dan sebagainya. Namun saat ini ada situs forum
yang masih eksis di Indonesia seperti Kaskus.co.id.
Demikian informasi yang dapat saya sampaikan tentang perbedaan website dan blog. Jangan lewatkan juga untuk membaca Teknik Menulis Artikel yang Efektif.
Ditulis ulang dari berbagai sumber bacaan berikut:
http://wikipedia.org
http://maxmanroe.com
http://techiemuse.com/whats-the-difference-between-a-website-and-a-blog
http://www.jeffkorhan.com/2011/11/blog-or-website.html

Pesan

8 comments

    1. Hebatnya, baru baca sekali udah paham…..trims atas komennya

  1. hmmm..jadi faham saya tentang perbedaan blog dan web..ok2..sangat bisa dimengerti..thanks ya gan

  2. setuju saya mas memang susah sih zaman sekarang bedakan blog sama website karena tampilan blog mulai oke beserta konten-kontennya

    1. Tu kan emang sudah dibedakan…apalagi sekarang banyak template blog yang menyerupai tampilan website….

  3. kayaknya blog sama website sudah bercampur aduk sekarang ya, susah dibedakan, kan hampir sama, apalagi sudah banyak blog yang dimodifikasi seperti website

    1. betul mas, namun tetap bisa dibedakan oleh seorang blogger terlebih untuk website yang masih menumpang di google hostingnya….mungkin yang bukan blogger memang tidak bisa membedakan mas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *