Perihal Mengampuni

Cerita Cerita Motivasi – Pada
sebuah Desa yang asri, hidup sebuah keluarga kecil, sebut saja keluarga pak kincan.
Hidup mereka sederhana namun bahagia. Suatu hari mereka kedatangan tamu, sebut
saja pak lebah. Pak lebah merupakan kenalan lama mereka yang datang dari Desa
yang berada jauh dengan rumah mereka. 
Pak kincan telah mengenal dengan baik pak
lebah, yang terkenal sebagai seseorang yang atheis atau tidak percaya pada
Tuhan. Menjelang sore, pak kincan pun menawarkan kepada pak lebah untuk menginap
dirumahnya. 
Dalam hati sebenarnya pak kincan ragu, kalau-kalau pak lebah
berbicara yang tidak karuan sehingga bisa terjadi perdebatan antara keduanya.
Ketika tiba saatnya makan malam, pak
lebah yang atheis tadi mulai mengucapkan kata-kata kotor bahkan perkataannya
ada yang mengarah pada penghinaan kepada Tuhan. Lama-kelamaan berbincang dengan
topik yang tidak menyenangkan, akhirnya pak kincan tak tahan lagi. 

Yang paling
parahnya lagi pak kincan mengusir pak lebah dari rumahnya dan ia tidak lagi
berkenan untuk menerimanya. Perkelahian pun tak bisa dihindarkan dan pak lebah
pergi meninggalkan rumah pak kincan untuk pulang ke kampungnya meskipun hari
sudah malam.

Ketika hari sudah mulai beranjak
tengah malam dan waktunya tidur, pak kincan pun terlelap dalam tidurnya. Dalam
tidurnya ia bermimpi bertemu dengan Tuhan dan berkatalah Tuhan kepadanya: “ 50
Tahun aku memberi makan orang itu dan aku bertahan meski dihina. 

Namun apa yang
kamu lakukan, kamu tidak tahan menjamu dia meskipun hanya semalam?” bapak ini
pun kaget dan terbangun dari tidurnya, ia pun menyadari kalau tindakannya
mengusir tamunya adalah tindakan yang salah.


  1. Cerita diatas hendak mengajarkan
    kita tentang Perihal Mengampuni. Sebesar apapun kesalahan yang diperbuat,
    baik suami/istri, anak, atau siapapun hendaknya kita selalu lapang dada
    untuk mengampuni.
  2. Sebagai manusia yang terbatas
    dan memiliki berbagai kelemahan, kita seringkali sulit untuk mengampuni,
    terlebih bila orang lain melakukan kesalahan yang sama secara
    berulang-ulang dan disengaja. Hendaknya kita belajar dari Tuhan untuk
    mengampuni. Bersabarlah, lapangkan hati dan berilah waktu agar suara Tuhan
    mengisi hati kita sehingga memampukan kita untuk mengampuni.
  3. Belajarlah untuk mengampuni agar
    suasana hati kita menjadi tenang dan damai. Menyimpan kesalahan orang lain
    dan tidak mengampuninya sama halnya menyimpan dendam. Dendam tidak lantas
    menyelesaikan persoalan, bahkan semakin membuat runyam. Kita semakin tidak
    tenang karena selalu ingin berusaha mencelakai dan membalas perbuatan
    orang yang menyakiti kita.
Sekian dulu sharing dari saya tentang
Perihal Mengampuni,  semoga artikel ini dapat memberikan pencerahan
kepada kita di akhir pekan yang indah ini. Saya ucapkan selamat berlibur
diakhir pekan, kepada para pembaca setia Blog Catatan Inspirasi dan Motivasi,
semoga senantiasa menjadi kisah kisah inspirasi dan Cerita Motivasi bagi orang-orang disekitar Anda.
Sumber:
Diolah dari Cerita Bermakna – Renungan Percikan Hati

2 comments

  1. Mengampuni memang penting, jika tidak apa yang akan terjadi, tidak akan ada perdamaian dunia

    1. Setuju banget gan, trims atas komen dan kunjungannya. Mohon maaf jika ada yang tidak berkenan.

      di tunggu kunjungan berikutnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *