Terjebak Dalam Pusaran Mesin Pencari Saat Menyajikan Konten Kepada Pembaca

Mesin pencari adalah sebuah robot yang dibuat khusus untuk menyimpan/mengindeks beragam informasi di internet. Bisnis utama Mesin pencari seperti google adalah informasi, yang ditujukan kepada pembaca. Intinya, siapa saja yang bisa menyajikan informasi terbaik, dialah pemenangnya.
Mungkin saya
adalah satu dari sekian juta orang blogger yang terjebak dalam pusaran mesin
pencari saat menyajikan sebuah konten kepada pembaca. Terjebak disini dalam
artian menulis konten untuk menaklukan mesin pencari, atau lebih tepatnya hanya
untuk tampil di halaman pertama.
Soal isi
dan kualitas artikel menjadi nomor kesekian, yang terpenting optimasi kata
kunci yang maksimal. Belum lagi ketika melihat manfaat yang didapat oleh
pembaca pada saat membaca artikel, barangkali lebih jauh dari harapan.
Saya terperangah
dan sedikit kaget pada waktu berkunjung ke beberapa blog besar yang boleh
dibilang sudah mapan seperti maxmaroe.com
dan dailysocial.net. Isi artikelnya
sangat bermanfaat dan topik pembahasan ringan sehingga mudah dicerna.

Menulis Artikel Bagaikan Aliran Sungai

Sekitar bulan
mei yang lalu, saya sempat menulis beberapa artikel. Tidak ada proses riset
kata kunci pada waktu itu, tulisannya mengalir begitu saja. Namun hampir
semuanya berhasil masuk halaman pertama dan menjadi postingan populer pada blog
danzierg.
Dari situ
saya mulai berpikir bahwa semakin kita fokus pada optimasi kata kunci, akan
semakin terjebak dalam pusaran mesin pencari. Kita bisa kehilangan jati diri
karena hanya mengutamakan kepentingan mesin pencari bukan pembaca. Padahal pembaca
kita adalah manusia bukan mesin/robot.
Akhirnya
pada waktu belakangan ini, saya mulai menulis berdasarkan kata hati. Dibalut dengan
sedikit riset kata kunci dan teknik optimasi keyword yang alakadarnya. Hasilnya
mulai terlihat dari stabilnya trafik yang diperoleh setiap harinya. Baca: Pentingkah
Memposting Artikel Setiap Hari pada Blog?
.

Keluar dari Pusaran Mesin Pencari

Melakukan
riset kata kunci memang tidak keliru, bahkan boleh dibilang sebuah kewajiban
bagi seorang blogger. Terlebih jika dilakukan oleh blogger yang bisnis utamanya
internet marketing. Riset kata kunci dilakukan untuk menemukan padanan kata
yang sesuai dengan keinginan pembaca terutama yang berasal dari mesin pencari.
Ingat,
optimasi yang berlebihan pada sebuah konten juga akan dianggap spam oleh mesin
pencari. Pembaca tidak merasa nyaman, akhirnya buru-buru menutup artikelnya. Hasilnya,
bounce rate ikut meningkat, dan dampak terakhir yang kita terima adalah turunnya
reputasi dimata mesin pencari.
Alih-alih
meningkatkan reputasi, hasilnya malah sebaliknya dan bahkan bisa lebih
dramatis, artikel mengalami deindeks. Cobalah keluar dari pusaran itu dan mulailah
menulis demi kenyamanan pembaca, agar blog kita tidak sepi pengunjung
(pembaca).
Cara paling
baik dalam menulis konten adalah memposisikan diri kita sebagai pembaca. Jika kita
merasa nyaman dalam membaca tulisan kita, sudah pasti orang/pembaca juga akan
merasa nyaman. Hasilnya bisa saja makin bertambah pembaca setia blog kita. Enak
kan jika hasilnya seperti ini, mau? Coba aja ya!

Terjebak dalam Teknik Optimasi Keyword yang
Berlebihan

Teknik optimasi
keyword yang tepat memang diperlukan untuk mendapat trafik dari mesin pencari
(trafik organik). Namun ingat, jangan sampai berlebihan alias over optimasi
dalam menulis artikel. Sesuatu yang dipaksakan biasanya tidak akan memberikan
hasil yang baik.
Sebuah artikel
yang bermutu pasti banyak dicari oleh pembaca, terutama yang mengandung manfaat
serta dapat memberikan solusi. Sebenarnya banyak sekali jebakan dan setiap hari
kita bisa saja terjebak kedalamnya, namun jika kita lebih cerdik kita pasti
bisa menghindarinya.
Bagaimana
cara menghindarinya? Sederhana saja, jangan melakukan segala sesuatu secara
berlebihan, entah itu optimasi kata kunci, pencarian backlink, traffic exchange.
Jika menulis artikel, ingat lirik sebuah lagu dangdut: ‘yang sedang-sedang saja’.

Kesimpulan

Akhirnya
kita sampai pada akhir pembahasan. Agar tidak menjadi budak mesin pencari alias
terjebak dalam pusaran mesin pencari gunakan intuisi dan imajinasi Anda dalam
menulis artikel. Jangan sampai kehilangan jati diri, gunakanlah gaya bahasa Anda
sendiri dan terpenting jadilah diri sendiri.

Pesan

2 comments

  1. kadang pusing kalo kita target nya kata kunci, dulu saya juga gitu, sekarang saya posting gimana ada ide aja jadi kalo pas kebetulian lagi ada ide bikin postingan sesuai gaya bahasa sendiri

    1. Ini realita Mbak, siapa saja yang coba mengembangkan blog dengan mengandalkan ambis akan terjebak disini, percaya dech…mending santai tapi pasti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *