5 Cara Mudah Dalam Mengelola Keuangan Keluarga Anda

Uang merupakan alat tukar atau alat pembayaran yang sah, diterima oleh kedua belah pihak yaitu antara penjual dan pembeli. Uang akan memiliki arti serta memiliki daya guna yang luar biasa jika dikelola dengan baik. Jika keliru dalam mengelola uang maka Anda bisa diperbudak oleh uang, artinya uang yang mengendalikan hidup Anda. 
Mengapa hal ini bisa terjadi? Jawabannya sangat sederhana, yaitu cara mengelola atau mengendalikan uang yang harus diperhatikan. Setiap orang yang hidup didunia ini tentu tidak lepas dari uang. 
Ada ungkapan tentang uang, kira-kira begini bunyinya: “Segalanya memang perlu uang, Namun uang bukanlah segalanya”, ungkapan ini mau mengingatkan kita bahwa ada sesuatu yang lebih berharga selain uang.
Berikut ini 5 Cara Mudah dalam Mengelola Keuangan Keluarga Anda:
  1. Rencanakan penggunaan uang dengan bijaksana, jangan sampai besar pasak dari pada tiang yang ada Anda akan selalu ngutang untuk mencukupi kekurangannya. Jika penghasilan Anda memang belum mencukupi, jangan paksakan untuk bergaya hidup mewah. Nasihat orang bijak, Berhemat memang tidak akan membuat mu kaya, tetapi dapat menyelamatkan mu dari kemiskinan.
  2. Tentukan prioritas utama, contohnya Tabungan untuk Investasi minimal 10% – 15% dari total penghasilan bulanan. Ketika Anda mendapatkan uang, yang Anda utamakan hendaknya tabungan, jangan membiasakan diri untuk menabung dari sisa uang belanja, jika tidak ada sisa dan habis dibelanjakan berarti Anda tidak akan pernah menabung.
  3. Pengorbanan, untuk memperoleh hasil yang baik tentu perlu pengorbanan bukan. Dalam hal ini hendaknya dapat dipisahkan yaitu antara Kebutuhan dan Keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang wajib dan berhubungan dengan kehidupan sedangkan keinginan bersifat tidak wajib dan masih bisa ditunda. Untuk menunda keinginan Anda, maka Anda harus berani berkorban demi sebuah tujuan yang lebih besar.
  4. Hindari kebiasaan ngutang, jika penghasilan Anda memang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan usahakan untuk mengontrol pengeluaran apalagi pengeluaran yang memang tidak perlu. Jika Anda terpaksa ngutang, hendaknya itu untuk tujuan produktif misalnya untuk membantu menambah penghasilan dan berinvestasi pada sektor produktif atau membuka usaha sampingan.
  5. Alur penggunaan uang yang bijaksana: Dapat Duit – Nabung – Bayar Utang – Belanja. Jika Anda konsisten menerapkan alur penggunaan uang, ada jaminan bahwa Anda akan terbebas dari gali lobang tutup lobang. Anda dapat merencanakan tabungan dengan baik untuk menjamin masa depan Anda agar lebih cerah. Untuk memperoleh hasil tabungan yang memberikan keuntungan hendaknya Anda cermat memilih tempat untuk menabung, jangan sampai tabungan Anda tidak bertambah dan bahkan bisa berkurang dengan potongan Administrasi bulanan.

Sekilas Cerita 2 Orang Teman Lama:

Berikut
ini ada cerita tentang cara mengelola uang, cerita ini mungkin juga realitas
dalam kehidupan kita. Namun apapun isi dari cerita ini, bukan bermaksud untuk
menyinggung kalangan tertentu atau siapapun yang kemudian membaca artikel ini,
melainkan sebagai bahan refleksi kita bersama bahwa uang perlu dikelola secara
bijaksana. Berikut cerita lengkap Trik Mengelola Uang:

Suatu
ketika, ada dua orang sahabat yang sudah 10 tidak bertemu sejak pengumuman
kelulusan semasa SMA, mereka berdua bertemu kembali dalam acara Reuni sekolah.
Keduanya sedang asik berbincang-bincang dan bercerita tentang masa-masa SMU
sampai kehidupan keluarga. 

Nama kedua sahabat ini adalah Roki dan Riko. Roki,
kebiasaan mu sejak dulu masih ternyata ya, sapa Roki sambil menunjuk kearah temannya
yang sedang asik menyulut rokok. Iya ni, sahut Roki, karena merokok sudah sulit
dihilangkan lanjut Roki. Keduanya pun mulai terlibat perbicangan tentang rokok.

Riko
melanjutkan pembicaraannya, cobalah kamu hilangkan kebiasaan merokok mu, kasian
orang-orang disekitar mu. Mendingan uangnya kamu tabung kan lumayan nanti jika
terkumpul. Nantilah pelan-pelan saya coba, sahut Roki sembari menyuruput
hisapan rokok yang sedang dihisapnya. 

Coba kita hitung ya, Riko kembali
bertanya kepada Roki, berapa bungkus sih kamu habiskan rokok dalam sehari?
Kira-kira 2 bungkus sehari namun bisa lebih jika banyak waktu senggang. Wah
banyak juga ya…kilah Riko, harganya berapa per bungkus? Harganya sekitar Rp.
10.000,-/bungkus, emangnya kenapa si tanya Roki sembari menahan rasa penasaran.

Sekarang
mari kita hitung berapa yang telah kamu habiskan selama 10 tahun terakhir hanya
untuk membeli rokok. Roki semakin penasaran mana kala temannya yang satu ini
sudah berhitung dan Roki pun mulai berpikir sambil manggut-manggut. 

Jika sehari
habis 2 bungkus rokok yang harganya Rp. 10.000,-/bungkus berarti dalam sehari
kamu telah membakar uang Rp. 20.000,- sebulan jumlahnya Rp. 600.000,- berarti
dalam setahun sudah Rp. 7.200.000,- kamu habiskan hanya untuk rokok. Untuk 10
tahun terakhir saja kamu telah menghabiskan sekitar Rp. 72.000.000,- hanya
untuk rokok.

Jika
dari awal kamu tidak merokok dan uangnya kamu tabung mungkin kamu sudah bisa
membeli sesuatu yang lebih berguna misalnya mobil. O iya ya, kamu benar juga
Riko. Kenapa saya ga teringat dari dulu ya Rik, dan jika saran mu sekarang saya
ikuti sejak dulu mungkin tabungan saya udah lumayan. 

O iya, ngomong-ngomong
kamu kan tidak merokok Riko, apa kamu sudah bisa beli mobil sekarang? Nah itu
dia, saya pun belum bisa beli mobil. Kenapa bisa gitu, kamu kan tidak merokok
dan tentunya uangnya bisa kamu simpan, roki melanjutkan omongannya. 

Nah saya
juga bingung kalau jawab yang itu Roki, karena kita sama tidak bisa beli mobil.
Keduanya tertawa kegirangan sambil mememikirkan obrolan yang baru saja mereka
bicarakan, dan keduanya pun berlalu hingga acara reuni selesai.

Makna
cerita:

Kedua
orang sahabat dalam cerita tadi memiliki kemiripan yaitu tidak cerdas dalam
mengelola uang. Kenapa saya katakan demikian? Karena keduanya sama-sama keliru
dalam memaknai uang. Yang menasihati juga tidak cukup cerdas mengelola uang,
dia hanya bisa menasihati namun tidak melaksanakan apa yang dinasihatkan kepada
temannya. 

Sementara temannya yang merokok menghambur-hamburkan uang dengan cara
membeli rokok. Temannya yang tidak merokok lebih parah lagi, selain tidak
konsisten dengan yang diomongkan, memang tidak merokok tapi jelas-jelas dia
menggunakannya untuk kerperluan lain sehingga tidak juga mampu untuk ditabung.

Sebagian
orang mungkin keliru dalam memaknai uang, mungkin jika memiliki uang yang
banyak akan dengan seenaknya untuk menghamburkannya tanpa memiliki tujuan yang
jelas. Uang sebanyak apapun akan tidak memiliki arti jika tidak dikelola secara
bijaksana. 

Persoalannya sekarang bukan dari nominal uangnya melainkan seberapa
konsistenkah Anda dalam mengontrol dan mengelola uang.


Demikian
sharing saya kali ini tentang 5 Cara Mudah Dalam Mengelola Keuangan Keluarga Anda dan yang perlu Anda ketahui adalah Tips diatas telah saya
coba semua dan saya berhasil melakukannya. 

Saya sangat yakin Anda pasti bisa
dan lebik baik dalam melakukannya. Semoga artikel ini dapat membantu Anda untuk dapat mengelola uang dengan bijaksana. 

Dikutip dan diolah dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *